Update Laporan Aktivitas Kegempaan Gunung Merapi Senin 20 Juli 2026
Muhammad Fatoni July 20, 2026 06:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi dilaporkan mengalami 20 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-37 mm dan lama gempa 50.03-206.77 detik.

Selain itu, tercatat pula 24 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-37 mm, S-P 0.3-0.5 detik dan lama gempa 10.99-51.97 detik.

Serta 9 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 3-80 mm, dan lama gempa 8.97-20.47 detik.

Hal itu berdasarkan hasil laporan terakhir BPPTKG Yogyakarta sepanjang periode pengamatan hingga siang ini, Senin (20/7/2026), hingga pukul 12.00 WIB.

Hingga saat ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan Level III (Siaga) untuk gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.

Untuk pengamatan visual, Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-I.

Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang tinggi sekitar 100 meter dari puncak.

Sementara cuaca teramati cerah hingga berawan, angin tenang ke arah timur.

Suhu udara sekitar 24.4-26.3°C. Kelembaban 52-54 persen. Tekanan udara 874.7-918.8 mmHg.

Baca juga: Kondisi Gunung Merapi Senin 20 Juli Pagi: Terjadi 5X Guguran Lava ke Arah Kali Boyong

Lebih lanjut, BPPTKG Yogyakarta menyampaikan rekomendasi terkait potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat juga agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya, dan mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Selain itu, masyarakat juga diimbau agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.