Bondowoso Kirim 8 Ton Beras Organik ke Kalimantan, Pemkab Perkuat Pertanian Berbasis Teknologi
Haorrahman July 20, 2026 06:56 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Pemkab Bondowoso melepas pengiriman 8 ton beras organik produksi Gapoktan Al Barokah, Desa Lombok Kulon, Kecamatan Wonosari, menuju Kalimantan, Senin (20/7/2026). 

Pelepasan dilakukan langsung oleh Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid bersama perwakilan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kepala Kejaksaan Negeri Bondowoso, Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo, serta jajaran pemerintah daerah.

Baca juga: Viral Video Tawuran di Tamansari Bondowoso, Polisi Selidiki

Kepala Desa Lombok Kulon, Molyono, mengatakan pengiriman beras organik ke Kalimantan bukan kali pertama dilakukan. Sejak Gapoktan Al Barokah berdiri, beras organik dari desa tersebut telah dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia, termasuk Papua dan Bali.

"Ke Kalimantan 8 ton, ke Papua 3 ton," ujarnya.

Menurut Molyono, peluang ekspor sebenarnya telah terbuka karena izin ekspor sudah dimiliki. Namun, realisasinya masih terkendala kapasitas produksi yang baru mencapai sekitar 5 kuintal per hari.

"Jadi memang kendalanya di sana, permintaan pasar sudah jauh melampaui hasil produksi," ungkapnya.

Baca juga: Warga Bondowoso Tewas jadi Korban Tabrak Lari di Situbondo, Truk Terguling Hindari Korban

Luas Lahan Organik

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Bondowoso, Molyadi, menjelaskan Desa Lombok Kulon saat ini memiliki sekitar 105 hektare lahan pertanian organik.

Selain itu, kawasan pertanian organik juga berkembang di Desa Sulek, Kecamatan Tlogosari, seluas 100 hektare serta Desa Gadingsari, Kecamatan Binakal, seluas 40 hektare.

"Sudah beberapa kali ada pengiriman ke luar," katanya.

Molyadi mengatakan pemerintah daerah berkomitmen menjaga keberlanjutan kawasan pertanian organik agar tidak beralih fungsi. Salah satunya melalui penyusunan regulasi berupa Peraturan Bupati (Perbup) untuk melindungi sekaligus memperluas kawasan organik.

Pada 2026, luas lahan organik di Desa Lombok Kulon juga bertambah sekitar 40 hektare.

UMM Dampingi Pengembangan Pertanian Organik Sejak 2013
Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, mengatakan kampusnya telah mendampingi pengembangan pertanian organik di Bondowoso sejak 2013. Pendampingan tersebut akan terus dilanjutkan, termasuk melalui penerapan teknologi guna meningkatkan produktivitas.

Menurutnya, terdapat tiga aspek penting dalam pengembangan sektor pertanian, yakni menekan biaya produksi, meningkatkan produktivitas, serta membangun sistem pertanian berbasis masyarakat.

"Sehingga putra-putra daerah paham bahwa bertani itu menjanjikan di masa depan," ujarnya.

Baca juga: Sosok Agit, Putra Daerah Bondowoso yang Berperan di Balik Layar Video Musik Ndarboy Genk

Modernisasi Pertanian

Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid mengatakan pemerintah daerah akan terus memperkuat kapasitas petani melalui sosialisasi dan pelatihan agar mampu menguasai teknologi serta teknik budidaya yang lebih baik.

Ia berharap keberhasilan pertanian organik di Bondowoso dapat menjadi model pengembangan pertanian berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Untuk mendukung hal tersebut, Bupati meminta dukungan pemerintah pusat dalam penyediaan sarana dan prasarana pertanian, seperti pembangunan rumah produksi pengolahan hasil pertanian dan penyediaan alat serta mesin pertanian (alsintan) pascapanen.

Menurutnya, fasilitas tersebut diperlukan untuk meningkatkan efisiensi pengolahan, mengurangi kehilangan hasil panen, serta meningkatkan nilai tambah produk pertanian.

"Dengan dukungan tersebut, kami yakin Bondowoso dapat semakin maju dan menjadi contoh daerah yang sukses mengintegrasikan tradisi pertanian dengan teknologi modern," terangnya.

Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi, Prof. Dr. Eng. Yudi Darma, menyatakan kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat bertujuan mempercepat penerapan hasil riset di sektor pertanian.

"Nah, jarak itulah yang ingin kita pangkas," kata Yudi.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menjembatani hasil penelitian agar dapat diterapkan langsung oleh masyarakat. Penerapan sains dan teknologi diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.