Pesan Terakhir Pasutri di Banyuasin yang Ditemukan Tewas di Kebun Karet, Keluarga Akui Tak Ada Musuh
Odi Aria July 21, 2026 10:27 AM

SRIPOKU.COM, BANYUASIN– Misteri kematian pasangan suami istri yang ditemukan meninggal dunia di kebun karet, Desa Muara Damai, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, masih diselidiki polisi.

Jenazah kedua korban, Ja'al Dewantara (47) dan Roviko (45), telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Moh Hasan Palembang untuk menjalani pemeriksaan forensik pada Senin (20/7/2026) sekitar pukul 00.00 WIB.

Anak sulung korban, Bita (23), mengungkapkan momen terakhir sebelum kedua orang tuanya ditemukan meninggal dunia.

Menurutnya, ayah dan ibunya berpamitan sejak Jumat (17/7/2026) pagi untuk menyadap karet di kebun milik keluarga.

Namun setelah berangkat, keduanya tidak pernah lagi memberikan kabar.

"Pamit dari hari Jumat pagi, tidak ada kabar lagi. Kami baru tahu bapak dan ibu ditemukan dengan kondisi seperti itu hari Minggu sekitar pukul 18.00 WIB menjelang Magrib. Jarak dari rumah ke lokasi sekitar 20 kilometer," ujar Bita kepada Sripoku.com di RS Bhayangkara.

Masih diselimuti duka, Bita mengaku belum sanggup banyak bercerita mengenai musibah yang menimpa kedua orang tuanya.

Ia mengatakan, setelah proses pemeriksaan forensik selesai, jenazah akan langsung dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Pulau Harapan, Kabupaten Banyuasin.

"Rencananya langsung dimakamkan di TPU Desa Pulau Harapan Banyuasin," katanya.
Keluarga Tak Miliki Kecurigaan

Adik ipar korban, Firman, mengatakan keluarga tidak memiliki dugaan apa pun terkait penyebab meninggalnya pasangan suami istri tersebut.

Selama ini, kata dia, kedua korban dikenal baik dan tidak pernah memiliki persoalan dengan warga sekitar.

"Tidak ada kecurigaan. Setahu kami musuh tidak ada, ribut dengan orang desa juga tidak ada," ujarnya.
Firman menegaskan, keluarga memilih menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada aparat kepolisian dan menunggu hasil pemeriksaan forensik.

Sebelumnya, kedua korban ditemukan oleh seorang warga bernama Aminah bersama cucunya, Aisha Fitri, saat hendak menuju rawa melalui kebun karet.

Ketika melintas, Aisha melihat sesuatu yang menyerupai tubuh manusia dan meminta neneknya untuk memastikan.

Setelah diperiksa, keduanya segera melaporkan temuan tersebut kepada pemerintah desa yang kemudian diteruskan ke Polsek Banyuasin III.

Petugas dari Polsek Banyuasin III, Pos Subsektor Sembawa, Satreskrim Polres Banyuasin, dan Tim Inafis Polres Banyuasin langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, korban laki-laki ditemukan dalam posisi tergantung di pohon karet, sementara korban perempuan ditemukan tergeletak di bawah pohon tersebut.

Hingga kini, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan forensik untuk memastikan penyebab kematian kedua korban dan mengimbau masyarakat tidak berspekulasi sebelum hasil resmi keluar.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.