Pertama, masih soal konvoi Piala Dunia 2026 yang menyisakan kasus.
Peserta konvoi dikabarkan dikeroyok tiga pria di Jembatan Soekarno, Manado.
Kemudian, ada sosok Steven Kowaas yang mencuri perhatian usai lulus dari Magister Ilmu Pemerintahan di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat).
Panitia Umum Pesta Seni Remaja Sinode Gereja Masehi Injili di Minahasa atau PSR GMIM 2026 terus mematangkan persiapan menjelang pembukaan kegiatan tahunan tersebut.
Sebagai bagian dari persiapan, panitia menggelar asesmen bersama Kepolisian Resor Kota Manado untuk memastikan kelancaran aspek keamanan, kesehatan, dan lalu lintas.
Pertemuan asesmen berlangsung di Markas Polresta Manado, Sulawesi Utara, Selasa (21/7/2026).
Baca selengkapnya di sini.
Fisik yang terbatas bukan alangan bagi Steven Kowaas untuk meraih cita-cita.
Steven Kowaas, seorang disabilitas netra baru saja meraih gelar akademik menuntaskan studi S2 Ilmu Pemerintahan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado.
Steven menyandang gelar Magister Ilmu Pemerintahan (MIP) setelah mempertahankan tesisnya di hadapan Tim Penguji yang terdiri dari Prof Dr Rino Rogi; Dr Michael Mamentu; Dr Buce Pati, dan Dr Welly Waworundeng, Senin 20 Juli 2026.
Baca juga: Chord Lagu Layak Disembah - JPCC Worship
Baca juga: Sosok Prof Albertina Baramuli Kaunang, Istri Gubernur Pertama Sulawesi Utara dan Tengah Tutup Usia
Baca selengkapnya di sini.
Tim URC Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulawesi Utara (Sulut) mengamankan tiga pria yang diduga terlibat dalam kasus pengeroyokan terhadap seorang peserta konvoi Piala Dunia di kawasan Jembatan Soekarno, Kelurahan Wenang Utara, Kecamatan Wenang, Kota Manado.
Penindakan dilakukan sebagai tindak lanjut atas Laporan Polisi Nomor: LP/B/1524/VII/2026/SPKT/Polresta Manado/Polda Sulawesi Utara tertanggal 20 Juli 2026.
Korban diketahui berinisial EET (25), warga Kelurahan Tikala, Kota Manado.
Baca selengkapnya di sini.(*)