TRIBUNGORONTALO.COM – Peristiwa kebakaran rumah kembali menimpa warga Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Pada Minggu (19/7/2026) dini hari, kediaman Ismail Hanafi (63) di Desa Yosonegoro, Kecamatan Limboto Barat, terbakar diduga akibat korsleting listrik.
Ismail yang sempat mencium bau menyengat sebelum terdengar ledakan keras beruntung selamat setelah bergerak cepat mematikan meteran listrik (MCB) utama.
Insiden tersebut kian memperpanjang daftar kasus kebakaran di Kabupaten Gorontalo yang telah menembus 40 kejadian sepanjang tahun 2026, dengan 21 di antaranya menimpa rumah permukiman.
Melihat maraknya kasus ini, Kepala UPTD Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Gorontalo, Farid Taha, S.Pd, mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada.
"Lebih baik mencegah karena kerugiannya jauh lebih besar jika kebakaran sudah terjadi," tegasnya.
Untuk menekan risiko timbulnya titik api di lingkungan tempat tinggal, berikut 6 imbauan penting yang disampaikan oleh pihak UPTD Damkar Kabupaten Gorontalo:
Farid Taha mengungkapkan bahwa sekitar 90 persen kebakaran rumah dipicu oleh korsleting listrik yang perambatannya sangat cepat.
Solusi: Lakukan peremajaan atau pembaharuan instalasi listrik rumah Anda setiap 10 hingga 15 tahun sekali.
Jangan menambah titik sambungan/stopkontak secara berlebihan menggunakan kabel yang tidak memenuhi standar PLN hanya demi menghemat biaya. Penggunaan kabel yang tidak sesuai kapasitas sangat rentan memicu arus pendek.
Tidak harus selalu menggunakan alat pemadam modern (APAR). Jika tidak memiliki APAR konvensional, warga diimbau menyiapkan bahan dan alat pemadam tradisional di sekitar rumah:
Tumpukan pasir
Handuk basah
Karung goni/kain tebal basah
Selalu periksa kompor, regulator, dan tabung gas secara berkala. Pastikan tidak ada kebocoran gas sebelum dan sesudah memasak.
Jika harus membakar sampah di pekarangan, pastikan api diawasi sampai benar-benar padam.
Jangan pernah meninggalkan bekas pembakaran sampah begitu saja, terutama saat cuaca terik dan berangin karena api dapat dengan cepat menyebar.
Hindari kebiasaan membuang puntung rokok yang masih menyala secara sembarangan, khususnya di area rumput, dedaunan, atau tumpukan sampah kering.
Selain Kebakaran, Damkar Kab. Gorontalo Tangani 55 Kejadian Non-Kebakaran
Selain sigap memadamkan api, UPTD Damkar Kabupaten Gorontalo juga aktif melayani berbagai aksi penyelamatan (rescue) dan evakuasi gangguan bagi masyarakat.
Berdasarkan data resmi Rekapan Penanganan Kejadian Non-Kebakaran Tahun 2026 hingga bulan Juli, UPTD Damkar Kabupaten Gorontalo mencatat total 55 kejadian non-kebakaran yang berhasil ditangani, dengan rincian:
Penanganan Sarang Lebah: 23 kejadian (paling mendominasi)
Pelepasan Cincin Terjebak: 16 kejadian
Evakuasi Biawak: 8 kejadian
Humas Rescue: 6 kejadian
Evakuasi Ular: 1 kejadian
Evakuasi Kucing: 1 kejadian
Farid Taha mengimbau masyarakat untuk tidak ragu menghubungi layanan darurat Damkar jika membutuhkan bantuan penanganan animal rescue maupun situasi darurat non-kebakaran lainnya.