TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH – Sebanyak 26 satuan pendidikan di Kabupaten Mamuju Tengah menerima bantuan BOS Kinerja Terbaik dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tahun 2026.
Bantuan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi bagi sekolah-sekolah yang berhasil mempertahankan atau meningkatkan mutu pendidikannya.
Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mamuju Tengah, Irwan Ismail, saat dikonfirmasi Tribunsulbar, Selasa (21/7/2026).
Baca juga: Sidang Ketiga Sengketa Penutupan Dapur MBG di Mamuju Digelar 23 Juli, Yayasan Minta Kepala BGN Hadir
Baca juga: Kakan Kemenag Mamuju Ungkap Kondisi Kasi Penyelenggara Hindu Sebelum Ditemukan Meninggal
"BOS Kinerja adalah bonus yang diberikan oleh Kemendikdasmen bagi sekolah-sekolah yang berkinerja baik," jelasnya.
"Untuk Kabupaten Mamuju Tengah tahun 2026 ini, ada 26 satuan pendidikan yang mendapatkan bantuan, mulai dari jenjang PAUD, SD, hingga SMP," tambah Irwan.
Mantan Camat Tobadak itu juga menjelaskan bahwa penyusunan RAB merupakan rangkaian dari upaya pemanfaatan BOS Kinerja Terbaik secara tepat sasaran.
Ia berharap bantuan ini dapat mendorong peningkatan kualitas pembelajaran di setiap satuan pendidikan penerima.
"Kami mengharapkan satuan pendidikan yang mendapatkannya dapat lebih meningkatkan kinerja, terutama dalam kegiatan pembelajaran, dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan," jelasnya.
Lebih lanjut, Irwan menekankan harapannya agar melalui BOS Kinerja ini terjadi peningkatan kualitas yang signifikan.
Khususnya dalam hal literasi dan numerasi di satuan pendidikan di Kabupaten Mamuju Tengah.
Sementara itu, Widyaprada Ahli Muda Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sulawesi Barat, Asriadi, menjelaskan bahwa terdapat tiga inti pemanfaatan BOS Kinerja yang menjadi program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, hal paling penting yang dilakukan adalah penyusunan RAB dalam rangka pemanfaatan BOS Kinerja Terbaik, yang berfokus pada tiga program prioritas tersebut.
Yaitu digitalisasi pendidikan, literasi dan numerasi, serta tata kelola melalui sistem penjaminan mutu internal.
Ia menambahkan bahwa ketiga program prioritas tersebut menjadi fokus utama dalam upaya peningkatan mutu pendidikan.
"Harapannya ke depan, mutu dari setiap satuan pendidikan bisa ditingkatkan," pungkasnya.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Sandi Anugrah