Jerit Petani Karet di Banyuasin Hasil Panen Terdampak Kemarau, Harga Jual Anjlok Jadi Rp14 Ribu/Kg
Shinta Dwi Anggraini July 21, 2026 06:32 PM

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN -- Dampak musim kemarau sangat dirasakan petani karet di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan sebab hasil panen menjadi tidak maksimal. 

Kemarau yang terjadi membuat daun berguguran sehingga karet yang dihasilkan terlalu banyak mengandung air.

Dikatakan Syam, petani karet yang ada di Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, setiap musim kemarau pasti daun karet berguguran sehingga membuat kualitas karet menjadi berkurang karena banyak mengandung air.

"Daun yang tua-tua itu gugur, jadi berganti daun-daun muda dan ini dampaknya jadi ketika batang disadap kadar keringnya bisa di bawah 50 persen. Makanya, kalau kadar kering karet itu bisa di bawah 50, kualitasnya berkurang dan membuat harganya juga tidak tinggi," katanya kepada TribunSumsel.com, Selasa (21/7/2026).

Kadar kering getah karet, lanjutnya, menjadi salah satu patokan dari harga karet yang akan dijual.

Bila kadar kering karet di bawah 50 persen, maka biasanya karet hanya dibeli kisaran Rp14 ribu sampai Rp15 ribu per kilogramnya.

Sedangkan untuk getah karet yang kadar keringnya 50 persen, harga jualnya bisa Rp17 ribu hingga Rp18 ribu per kilogramnya.

Namun, untuk harga yang terbilang cukup mahal biasanya dengan kadar kering 100 persen yang getah karetnya bisa dijual hingga Rp30 ribu per kilogramnya.

Akan tetapi, dengan kondisi kemarau saat ini sangat sulit untuk mendapatkan kualitas karet dengan kadar kering di atas 50 persen bahkan 100 persen.

"Harga karet sekarang masih stabil, untuk mingguan itu kisaran Rp14 ribu sampai Rp15 ribu. Untuk bulanan itu Rp18 ribu, tetapi balik lagi juga dengan kadar kering karet. Kalau sekarang musim kemarau, biasanya kadar kering karet akan menurun di bawah 50 persen," ungkapnya.

Tak hanya dari kualitas dan kadar kering karet yang menurun di saat musim kemarau, hasil panen yang diperoleh selama musim kemarau ini juga mengalami penurunan yang sangat jauh.

Pada hari biasanya sebelum kemarau, per hektare bisa menghasilkan 100 kilogram.

"Sekarang ini, per hektare hanya bisa mendapatkan getah karet 45 kilogram. Memang kalau setiap kemarau selalu seperti ini. Namanya kondisi alam, terima saja," pungkasnya.

 

Ikuti dan Bergabung di Saluran WhatsApp TribunSumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.