Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Wakapolda Maluku, Brigjen Pol. Arif Budiman, resmi membuka Pendidikan Pembentukan (Diktuk) Bintara Polri Tahun Anggaran 2026 di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Maluku, Negeri Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, Senin (20/7/2026).
Pembukaan pendidikan tersebut menjadi bagian dari program nasional Polri dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang profesional, berintegritas, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu memberikan pelayanan publik yang semakin berkualitas di era transformasi digital.
Upacara pembukaan berlangsung khidmat di Lapangan SPN Polda Maluku dan dihadiri Irwasda Polda Maluku, para Pejabat Utama Polda Maluku, Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Pengurus Bhayangkari Ranting SPN Polda Maluku, orang tua dan wali siswa, Pemerintah Negeri Passo, serta Saniri Negeri Passo.
Baca juga: Reses di Pulau Gorom, Jasali Keliwar Ungkap Penyebab Pembangunan SBT Belum Maksimal
Baca juga: Kasus Dugaan Rudapaksa Anak di Ambon, 8 Saksi Sudah Diperiksa Penyidik
56 Siswa Ikuti Pendidikan Selama Lima Bulan
Sebanyak 56 peserta didik resmi memulai pendidikan yang akan berlangsung selama lima bulan, mulai 20 Juli hingga 16 Desember 2026.
Mereka terdiri atas 50 Bintara SPKT, dua Bintara Polair, dua Bintara Bakomsus Penyidik, satu Bintara Bakomsus Humas, dan satu Bintara Rekpro.
Sementara secara nasional, Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Tahun Anggaran 2026 diikuti 4.792 peserta didik, terdiri dari 708 Polisi Wanita (Polwan) yang menjalani pendidikan di Sepolwan Lemdiklat Polri serta 4.084 Polisi Pria yang mengikuti pendidikan di 31 SPN Polda di seluruh Indonesia.
Terapkan Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education
Dalam kesempatan itu, Wakapolda Maluku membacakan amanat Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri.
Dalam amanat tersebut ditegaskan bahwa pendidikan tahun ini menjadi tonggak reformasi pendidikan Polri melalui penerapan Outcome-Based Education (OBE), yakni sistem pembelajaran yang berorientasi pada pencapaian kompetensi nyata lulusan sesuai kebutuhan organisasi dan masyarakat.
Melalui kurikulum tersebut, peserta didik tidak hanya menerima materi pembelajaran, tetapi juga dibekali kemampuan berpikir kritis, literasi digital, komunikasi publik, penyelesaian persoalan masyarakat, hingga penguasaan teknologi kepolisian berbasis Artificial Intelligence (AI).
Pendidikan tahun ini mengusung tema "Membangun Keutamaan Pendidikan Polri yang Berbasis Moral dan Literasi untuk Mendukung Program Kedaulatan Pangan, Energi, dan Ekonomi yang Produktif serta Inklusif."
Tema tersebut menggambarkan arah pembangunan SDM Polri yang diharapkan mampu mendukung berbagai program prioritas nasional melalui terciptanya stabilitas keamanan.
Lulusan SPKT Jadi Garda Terdepan Pelayanan
Dalam amanat Kalemdiklat Polri juga ditegaskan bahwa lulusan Bintara SPKT nantinya akan menjadi garda terdepan pelayanan kepolisian karena menjadi personel pertama yang berinteraksi langsung dengan masyarakat saat menerima laporan maupun memberikan pelayanan.
Selain kompetensi teknis, pendidikan juga difokuskan pada pembentukan karakter Bhayangkara yang menjunjung tinggi nilai Tribrata, Catur Prasetya, integritas, disiplin, kepemimpinan, penghormatan terhadap hak asasi manusia, serta budaya pelayanan prima.
Kalemdiklat Polri turut mengingatkan seluruh tenaga pendidik agar melaksanakan proses pendidikan secara profesional tanpa kekerasan maupun perundungan.
"Pendidikan yang keras tidak harus kasar. Ketegasan harus membentuk karakter, bukan menumbuhkan dendam. Tekanan latihan harus memperkuat daya juang, bukan merusak fisik maupun mental peserta didik," demikian pesan Kalemdiklat Polri.
Wakapolda: Investasi Strategis Membangun SDM Polri
Usai upacara, Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Arif Budiman menegaskan bahwa pendidikan pembentukan merupakan investasi strategis Polri dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang akan menentukan wajah pelayanan kepolisian di masa depan.
"Hari ini bukan sekadar membuka pendidikan, tetapi memulai proses melahirkan Bhayangkara-Bhayangkara muda yang akan menjadi wajah Polri di tengah masyarakat. Karena itu, pendidikan ini harus mampu membentuk personel yang profesional, berintegritas, humanis, disiplin, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi agar mampu memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan berkeadilan," tegasnya.
Menurutnya, lima bulan pendidikan di SPN Polda Maluku akan menjadi fase penting dalam membentuk karakter, etika profesi, kepemimpinan, serta kompetensi teknis para calon Bintara Polri.
"SPKT merupakan pintu pertama pelayanan kepolisian. Karena itu lulusan yang dihasilkan harus mampu memberikan pelayanan yang cepat, tepat, santun, memberikan kepastian hukum, serta menghadirkan rasa aman dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri," tambahnya.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta didik agar mengikuti seluruh proses pendidikan dengan disiplin, semangat belajar, dan menjadikan nilai-nilai Tribrata serta Catur Prasetya sebagai pedoman pengabdian kepada bangsa dan negara.
Polda Maluku Perkuat Transformasi SDM Polri
Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, mengatakan pembukaan Pendidikan Bintara Polri Tahun Anggaran 2026 merupakan bagian dari transformasi kelembagaan Polri yang menempatkan pembangunan kualitas SDM sebagai prioritas utama.
Menurutnya, penerapan kurikulum berbasis Outcome-Based Education menjadi langkah nyata untuk memastikan setiap lulusan memiliki kompetensi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.
"Pendidikan menjadi fondasi utama transformasi Polri Presisi. Melalui kurikulum berbasis Outcome-Based Education, kami memastikan setiap lulusan memiliki kompetensi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat, menguasai perkembangan teknologi, memiliki kemampuan berpikir kritis, berintegritas, serta mampu menghadirkan pelayanan publik yang profesional dan humanis," jelas Rositah.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas SDM merupakan investasi jangka panjang untuk memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus meningkatkan kemampuan Polri dalam mendukung program strategis pemerintah.
Rangkaian upacara pembukaan ditutup dengan Tradisi Penyiraman Air Kembang kepada seluruh peserta didik sebagai simbol penyucian niat, pembentukan karakter, serta tekad mengawali pengabdian sebagai insan Bhayangkara yang menjunjung tinggi integritas, profesionalisme, dan semangat melayani masyarakat.(*)