Kebakaran Hanguskan Empat Dusun di Hitu, Lahan dan Puluhan Pohon Cengkeh Ikut Terbakar
Mesya Marasabessy July 20, 2026 08:47 PM

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kebakaran melanda kawasan hutan dan perkebunan di wilayah Negeri Hitu Lama, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Minggu (19/7/2026). 

Peristiwa tersebut mengakibatkan sedikitnya empat dusun terdampak kebakaran, sementara lahan perkebunan warga beserta puluhan pohon cengkeh hangus dilalap api.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, empat dusun yang terdampak kebakaran yakni Dusun Jija Hurasan, Dusun Man Waulat, Dusun Utu Waulat, dan Dusun Ais Tatawalat.

Salah satu lokasi yang mengalami kerusakan cukup parah berada di kawasan Dusun Oli Bawah, Negeri Hitu Lama.

Kebakaran diketahui terjadi sekitar pukul 13.00 WIT dan membakar lahan perkebunan milik Bakri Ruhunusa (21), seorang petani asal Negeri Hitu Lama.

Korban mengetahui kebakaran setelah mendapat informasi dari warga bahwa lahannya dilalap api.

Saat tiba di lokasi, api telah menghanguskan area perkebunan seluas sekitar 100 meter persegi, termasuk sekitar 50 pohon cengkeh jenis Tuni yang menjadi sumber mata pencaharian korban.

Warga sekitar kemudian bergerak cepat melakukan pemadaman secara swadaya menggunakan peralatan seadanya untuk mencegah api merambat ke kawasan hutan dan perkebunan lain di sekitarnya.

Menerima laporan tersebut, Kapolsek Leihitu IPTU L. M. Yusdiman bersama personel Polsek Leihitu langsung menuju lokasi sekitar pukul 16.00 WIT.

Setibanya di lokasi, aparat kepolisian bersama warga bahu-membahu memadamkan kobaran api sekaligus melakukan upaya penyekatan agar api tidak meluas ke area lain.

Berkat kerja sama masyarakat dan kepolisian, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan sehingga kebakaran tidak semakin meluas.

Kapolsek Leihitu mengapresiasi respons cepat masyarakat dalam membantu proses pemadaman.

Ia juga mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan hutan maupun perkebunan, terutama pada musim kemarau yang rawan memicu kebakaran.

Baca juga: Reses di Pulau Gorom, Jasali Keliwar Ungkap Penyebab Pembangunan SBT Belum Maksimal

Baca juga: Kasus Dugaan Rudapaksa Anak di Ambon, 8 Saksi Sudah Diperiksa Penyidik 

"Dengan sinergi antara masyarakat dan kepolisian, kebakaran dapat segera dikendalikan sehingga tidak meluas. Kami juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan apabila menemukan potensi kebakaran agar dapat ditangani secepat mungkin," ujarnya.

Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa maupun korban luka.

Namun, kerugian material meliputi lahan perkebunan seluas sekitar 100 meter persegi dan sekitar 50 pohon cengkeh jenis Tuni yang hangus terbakar.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Polsek Leihitu memastikan akan terus melakukan pemantauan di kawasan rawan kebakaran serta mengajak masyarakat bersama-sama menjaga hutan dan lahan perkebunan guna mencegah terulangnya peristiwa serupa, terutama di tengah kondisi cuaca kering yang meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.