Mantan kapten tim nasional Inggris, Wayne Rooney, memberikan penilaian pedas terhadap pertunjukan paruh waktu pertama dalam sejarah final Piala Dunia, mengaku ia tidak sabar menunggu musik berhenti. Legenda Manchester United itu merasa kecewa dengan pertunjukan megah di Stadion MetLife yang menampilkan ikon dunia seperti Madonna, Shakira, dan Justin Bieber.
Rooney mengkritik pertunjukan paruh waktu final Piala Dunia tersebut, mengatakan bahwa jeda panjang itu sama sekali tidak menghiburnya. Ajang bergengsi sepak bola dunia ini untuk pertama kalinya mengadopsi format pertunjukan bergaya Super Bowl saat final antara Spanyol dan Argentina di Stadion MetLife, New Jersey.
Sebagai komentator BBC bersama mantan pemain Manchester City, Micah Richards dan Joe Hart, Rooney ditanya oleh pembawa acara Gabby Logan mengenai momen favoritnya dari pertunjukan berdurasi 11 menit itu. Mantan penyerang Manchester United dan timnas Inggris tersebut menjawab dengan tegas, menunjukkan bahwa ia tidak menikmati pertunjukan tersebut.
Pertunjukan yang dikurasi oleh vokalis Coldplay, Chris Martin, menampilkan penampilan dan kemunculan dari Madonna, Shakira, Justin Bieber, BTS, Burna Boy, serta karakter Muppets dan Sesame Street.
Saat diminta memilih momen favoritnya dari acara itu, Rooney menjawab, “Sejujurnya, bagi saya momen terbaik adalah ketika pertunjukan itu selesai.”
Ia menambahkan, “Saya suka banyak dari artis-artis itu, tapi menurut saya pertunjukannya buruk. Tidak membuat saya bersemangat dan saya hanya ingin sepak bola dilanjutkan lagi. Saya suka Burna Boy, saya suka Bieber, saya suka Shakira, tapi pertunjukan itu terlalu datar.”
Micah Richards memiliki pandangan berbeda, dengan bercanda menyebut Rooney “murung” karena menolak menikmati hiburan tersebut.
Di ITV, Roy Keane juga memberikan penilaian yang lebih netral terhadap acara itu. Ia mengatakan, “Itu sedikit antiklimaks, tapi saya rasa orang-orang di stadion mungkin menikmatinya lebih dari kami.”
Pertunjukan paruh waktu ini menandai perubahan besar dalam final Piala Dunia, dengan FIFA memperkenalkan konsep hiburan ala Super Bowl untuk melengkapi pertandingan terbesar turnamen tersebut. Acara ini juga mendukung Dana Pendidikan Global Citizen FIFA, yang bertujuan mengumpulkan dana sebesar 100 juta dolar AS untuk pendidikan global.
Jeda panjang ini menarik perhatian sebelum dan sesudah final, dengan kekhawatiran akan dampaknya terhadap ritme permainan. Kritik Rooney mencerminkan pandangan mereka yang percaya bahwa sepak bola seharusnya tetap menjadi fokus utama, meskipun FIFA berusaha memperluas daya tarik hiburan dalam ajang tersebut.
Pada akhirnya, Spanyol berhasil menjuarai Piala Dunia dengan kemenangan 1-0 atas Argentina melalui perpanjangan waktu. Penyerang Barcelona, Ferran Torres, mencetak gol penentu pada menit ke-106, memastikan gelar internasional besar lainnya bagi tim asuhan Luis de la Fuente.
Meskipun kemenangan La Roja menjadi sorotan utama, kehadiran pertunjukan paruh waktu final Piala Dunia dipastikan akan terus menjadi bahan perdebatan setelah pertandingan. Kritik Rooney, bersama reaksi beragam dari para komentator lainnya, menyoroti perbedaan pandangan mengenai apakah momen terbesar sepak bola dunia seharusnya mengadopsi format hiburan yang lebih menonjol.