Mahasiswa USK Borong Tiga Penghargaan di INFINITY 2026  Lewat Inovasi Teknologi
Muliadi Gani July 21, 2026 11:50 AM

 

PROHABA.CO, BANDA ACEH -  Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional.

Melalui kolaborasi lintas disiplin ilmu, tim mahasiswa USK berhasil memborong tiga penghargaan bergengsi dalam ajang INFINITY 2026.

Kompetisi bergengsi ini menjadi wadah bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk menampilkan inovasi berbasis riset dan teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri.

Tim USK yang terdiri dari Rafi Athallah (Teknik Sipil), Riska Muliani (Bimbingan Konseling), Muhammad Faizil (Teknik Elektro), dan Ariel Sucipto (Teknik Industri) berhasil membawa pulang tiga penghargaan sekaligus.

Keberhasilan ini menunjukkan kekuatan kolaborasi lintas disiplin ilmu dalam menghasilkan solusi kreatif dan aplikatif.

Puncak pencapaian tim diraih melalui kategori Safety Innovation Competition (SIC).

Baca juga: Tujuh Mahasiswa FK USK Wakili Indonesia di International Student Mobility 2026 Rusia

Dalam kompetisi ini, Rafi, Riska, dan Faizil berhasil meraih Juara 1 dengan inovasi ErgoSense, sebuah sistem pemantauan ergonomi berbasis wearable.

Teknologi ini dirancang untuk mendeteksi risiko Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada pekerja industri secara real-time, sehingga dapat membantu meningkatkan keselamatan kerja dan produktivitas," jelas Ketua tim, Rafi.

Tidak berhenti di sana, Rafi dan Ariel Sucipto kembali mengharumkan nama USK melalui dua cabang kompetisi lainnya. 

Pada kategori Green Manufacturing Competition (DMC), Rafi Athallah dan Ariel Sucipto meraih Juara 1 berkat inovasi ECOGREEN, yaitu bata beton ramah lingkungan berbahan limbah pertanian dan kelautan.

Uniknya, material ini dilengkapi teknologi self-healing sehingga mampu memperbaiki kerusakan kecil secara otomatis, menjadikannya solusi konstruksi berkelanjutan yang mendukung prinsip ekonomi sirkular.

Baca juga: Mahasiswa KKN USK Edukasi Santri Dayah di Pidie Jaya Lewat Program SABASAK Cegah Skabies

Prestasi lain ditorehkan dalam kategori Industrial Business Plan Competition (IBPC).

Tim yang dipimpin Ariel berhasil meraih Juara 3 dengan proyek AQUA-SHIELD AI, sebuah solusi berbasis Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan efisiensi sistem desalinasi air bersih.

Inovasi ini diharapkan dapat menjawab tantangan ketersediaan air bersih di masa depan.

Prestasi ini menjadi bukti nyata kompetensi dan daya saing mahasiswa USK dalam menghasilkan inovasi berbasis riset yang relevan dengan kebutuhan industri.

Keberhasilan mahasiswa USK dalam tiga kategori sekaligus menjadi bukti nyata kompetensi, kreativitas, dan daya saing mereka di tingkat nasional.

Prestasi ini tidak hanya mengharumkan nama universitas, tetapi juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

(Serambinews.com/Muhammad Nasir)

Baca juga: Mahasiswa USK Raih Emas di IYBC 2026 Lewat Inovasi Hand Cream Berbahan Jamblang dan Nilam

Baca juga: Tiga Mahasiswi FK USK Raih Medali Emas di Ajang Inovasi Internasional Shanghai 2026

Baca juga: Dua Mahasiswa Fakultas Pertanian USK Borong 5 Gelar Juara Nasional di Bidang Seni dan Kreativitas

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.