TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Lomba Gerak Jalan 45 Kilometer dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Buleleng tahun ini akan hadir dengan format baru.
Selain kategori siswa-mahasiswa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng menambah kategori umum sehingga masyarakat di luar kalangan pelajar juga dapat mengikuti perlombaan tersebut.
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mengatakan, penambahan kategori merupakan tindak lanjut atas aspirasi masyarakat yang menginginkan kompetisi lebih terbuka.
Langkah ini juga diharapkan memberi kesempatan lebih luas kepada berbagai elemen masyarakat untuk berpartisipasi dalam memeriahkan HUT Kemerdekaan RI.
Baca juga: Suasana Sakral Warnai Festival Ratha Yatra Krishna Balaram Ashram Denpasar
"Kategori umum terbuka bagi kelompok teruna-teruni, Karang Taruna, perangkat desa, organisasi perangkat daerah (OPD), hingga personel TNI dan Polri,”
“Sementara kategori siswa-mahasiswa dikhususkan bagi pelajar dan mahasiswa dari sekolah maupun perguruan tinggi di Buleleng," ungkapnya, Selasa (21/7/2026).
Pemisahan kategori dilakukan agar persaingan berlangsung lebih seimbang dan tidak didominasi oleh kelompok tertentu.
Baca juga: Perumda Swatantra Buleleng Optimistis Setor PAD Rp1,5 Miliar Meski Biaya Operasional Naik
Sebab kemampuan fisik peserta dari kalangan pelajar dan peserta umum berbeda.
Walaupun dipisah menjadi dua kategori, hadiah yang disiapkan untuk pemenang masing-masing kategori sama.
Tak hanya itu, panitia juga menyiapkan apresiasi bagi setiap regu yang mampu menyelesaikan lomba hingga garis finis dengan jumlah peserta minimal 50 persen ditambah satu orang.
Sutjidra pun mengajak masyarakat Buleleng untuk ikut berpartisipasi menyukseskan rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, termasuk memeriahkan pelaksanaan Lomba Gerak Jalan 45 Kilometer.
Sementara itu, Kepala Disdikpora Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, menyebut kategori 45 kilometer, tahun ini akan mengambil start dari Buleleng Barat, yakni di Desa Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak.
Baca juga: Dua Maling Congkel Pintu Rumah di Desa Takmung, Bawa Kabur 12 Sertifikat Tanah
Sementara garis finis tetap berada di GOR Bhuana Patra, Singaraja, seperti pelaksanaan tahun sebelumnya.
Selain perubahan titik start, hadiah untuk juara pertama kategori 45 kilometer juga mengalami kenaikan.
"Tahun lalu hadiah yang disediakan sebesar Rp40 juta, sedangkan tahun ini menjadi Rp50 juta," ujarnya. (mer)