SURYA.CO.ID - Pemagaran yang dilakukan di sejumlah mal besar di Surabaya, seperti Royal Plaza Surabaya, Pakuwon Mall dan Tunjungan Plaza (TP), tengah viral dan memicu rasa penasaran warganet.
Di balik kebijakan tersebut, publik kembali menyoroti sosok pemilik raksasa properti ini.
Grup mal tersebut berada di bawah naungan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), perusahaan properti yang didirikan oleh taipan kawakan Alexander Tedja.
Menanggapi isu yang beredar di media sosial, manajemen Pakuwon Jati menegaskan bahwa pemasangan pagar bukan karena alasan ekonomi maupun aksi demonstrasi.
Langkah ini murni diambil untuk meningkatkan standar keamanan dan kenyamanan pengunjung.
Kebutuhan pagar ini semakin mendesak, terutama di Pakuwon Mall Surabaya Barat, seiring beroperasinya Radial Road.
Tingginya arus kendaraan di kawasan terbuka yang mencapai panjang 1,5 kilometer tersebut membuat pihak pengelola memperketat sistem pengamanan fisik.
Alexander Tedja memulai perjalanannya membangun kerajaan properti Pakuwon Group sejak tahun 1982.
Pria kelahiran Medan, 22 September 1945, ini awalnya berkecimpung di industri bioskop dan film sebelum akhirnya beralih ke sektor properti.
Proyek monumental pertamanya adalah Plaza Tunjungan di pusat Kota Surabaya yang resmi beroperasi pada 1986.
Kini, melalui PT Pakuwon Arthaniaga, Alexander menguasai 68,68 persen saham PWON dan menjabat sebagai Presiden Komisaris.
Sebagai salah satu pengembang properti terbesar di Indonesia, portofolio Pakuwon Group tidak hanya mendominasi Surabaya, tetapi juga merambah Jakarta. Berikut daftar pusat perbelanjaan utama milik Alexander Tedja:
1.Surabaya: Pakuwon Mall, Tunjungan Plaza (1–6), Royal Plaza, dan Pakuwon City Mall.
2. Jakarta: Kota Kasablanka, Gandaria City, dan Blok M Plaza.