Awal Mula Siswi SMA di Sampang Dilecehkan Sopir Bus Mini, Berawal dari Terlambat Masuk Sekolah
Pipit Maulidya July 21, 2026 11:32 PM

 

SURYA.CO.ID - Seorang siswi SMA di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, menjadi korban dugaan penculikan dan pelecehan seksual saat naik angkutan umum.

Tindakan kriminal tersebut dilakukan oleh seorang sopir bus mini berinisial R (44), warga Kecamatan Camplong, Sampang.

R telah berhasil diringkus oleh jajaran Polres Sampang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kronologi Kejadian

Peristiwa memilukan ini terjadi pada Senin (20/7/2026) pagi.

Awalnya, korban berniat berangkat ke sekolah menggunakan moda transportasi umum.

Namun, karena menyadari dirinya terlambat tiba di sekolah, siswi tersebut memutuskan untuk langsung pulang ke rumah.

Ia kemudian menumpang bus mini dengan nomor polisi M 7415 UA yang dikemudikan oleh pelaku R.

Saat itu, korban memilih duduk di bangku depan, tepat di samping kursi pengemudi.

Petaka dimulai ketika bus mini tersebut sampai di depan rumah korban.

Alih-alih menghentikan kendaraan, pelaku justru terus memacu busnya.

"Ketika bus mini itu tiba di depan rumah korban, pelaku tidak menghentikan kendaraannya," ujar Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, pada Selasa (21/7/2026).

Korban Dibawa ke Surabaya dan Diancam

Pelaku R diduga sengaja membawa korban menjauh dari rumahnya menuju arah Surabaya.

Untuk mencegah korban melarikan diri, R mengunci pintu bus dari sisi pengemudi.

Dalam kondisi ketakutan, korban hanya bisa menangis sepanjang jalan.

Modus pelecehan pun mulai dilancarkan. Pelaku berpura-pura memegang tuas transmisi gigi mobil, namun tangannya justru sengaja menyentuh paha dan tangan korban.

Meski korban telah memberikan perlawanan, pelaku justru mengeluarkan ancaman.

"Korban sudah berusaha melawan dan meminta turun dari bus mini namun pelaku mengancam tidak memulangkan korban," imbuh Eko menjelaskan situasi mencekam yang dialami siswi tersebut.

Keberanian Korban Merekam Aksi Pelaku

Meski dalam tekanan dan rasa takut yang hebat, korban menunjukkan keberaniannya.

Di sela-sela aksi bejat pelaku yang terus meraba area sensitifnya sepanjang perjalanan Sampang-Surabaya PP, korban berhasil merekam tindakan tersebut secara diam-diam menggunakan ponselnya.

Rekaman video itu kemudian dikirimkan kepada bibinya melalui pesan singkat, lengkap dengan permintaan tolong agar pihak keluarga segera mencegat bus yang ia tumpangi.

Berbekal laporan dan bukti rekaman tersebut, polisi bergerak cepat melakukan penghadangan di jalan.

"Dari situ, keluarga lapor ke kami dan kami lakukan penangkapan pelaku di jalan," tandas Eko.

Setelah ditangkap, sopir bus mini berinisial R tersebut tidak dapat mengelak dan mengakui semua perbuatannya kepada penyidik.

Saat ini, pelaku telah diamankan di Mapolres Sampang, sementara korban telah dikembalikan ke pihak keluarga dengan pendampingan.

Pihak kepolisian menegaskan akan mengusut tuntas kasus ini guna memberikan keadilan bagi korban.

"Saat ini kasus tersebut kami dalami," pungkas Eko menutup keterangannya.

Baca juga: Update Kasus Rudapaksa Anak di Sampang: 13 Pelaku Ditangkap, 14 Masih Buron

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.