Berubah! Harga BBM Pertamina Hari Ini Selasa 20 Juli 2026, Ada BBM yang Turun turun Rp3.650
Agung Budi Santoso July 21, 2026 07:44 AM

Berubah! Harga BBM Pertamina hari Ini Selasa 20 Juli 2026, ada BBM yang harganya menurun Rp 3.650

TRIBUNSTYLE.COM - Simak info terbaru perubahan harga BBM Pertamina hari ini Selasa 21 Juli 2026. Kabar baik buat pengguna BBM nonsubsidi, karena tiga jenis BBM mengalami penurunan harga. Sementara itu, harga BBM subsidi, yakni Pertalite dan Biosolar, masih tetap dan belum mengalami perubahan.

Revisi harga ini merupakan evaluasi berkala yang dilakukan Pertamina mengikuti perkembangan pasar energi global.

Walaupun berlaku secara nasional, harga BBM di setiap daerah bisa berbeda karena dipengaruhi besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang ditetapkan masing-masing pemerintah daerah.

UPDATE HARGA BBM - Potret antrean pembelian Pertalite di SPBU Brumbung, Wonogiri, Jawa Tengah pada Minggu (19/7/2026). Antrean roda rua tampak mengular, bahkan mendekati jalan raya.
UPDATE HARGA BBM - Potret antrean pembelian Pertalite di SPBU Brumbung, Wonogiri, Jawa Tengah pada Minggu (19/7/2026). Antrean roda rua tampak mengular, bahkan mendekati jalan raya. (TribunStyle.com/Febriana)

Tiga BBM Nonsubsidi Turun Harga

Pada pembaruan kali ini, Pertamina menurunkan harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.

Sementara itu, harga Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green 95 tetap sama seperti periode sebelumnya.

Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan penyesuaian harga dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku.

"Penyesuaian harga ini menjadi bagian dari evaluasi berkala sesuai mekanisme yang berlaku."
Pertamina menjelaskan, penyesuaian harga BBM Juli 2026 mempertimbangkan sejumlah faktor, seperti pergerakan harga minyak mentah dunia, kondisi fiskal nasional, serta daya beli masyarakat.

Daftar Harga BBM Pertamina di Jawa Tengah Selasa 21 Juli 2026

Pantauan di SPBU Banyuagung Solo Sabtu (18/7/2026) menunjukkan antrean kendaraan roda dua di jalur Pertalite masih cukup ramai pada jam pulang kerja.
Pantauan di SPBU Banyuagung Solo Sabtu (18/7/2026) menunjukkan antrean kendaraan roda dua di jalur Pertalite masih cukup ramai pada jam pulang kerja. (TribunStyle.com/Ika Bramasti)

Untuk wilayah Jawa Tengah, harga BBM sama dengan yang berlaku di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

BBM Nonsubsidi

  • Pertamax (RON 92): Rp16.250 per liter (tetap)
  • Pertamax Green 95: Rp17.000 per liter (tetap)
  • Pertamax Turbo (RON 98): Rp19.300 per liter (turun Rp1.450 dari Rp20.750 per liter)
  • Dexlite (CN 51): Rp19.700 per liter (turun Rp3.300 dari Rp23.000 per liter)
  • Pertamina Dex (CN 53): Rp21.150 per liter (turun Rp3.650 dari Rp24.800 per liter)

Harga Pertalite dan Biosolar Tidak Berubah

Sementara untuk BBM bersubsidi, Pertamina belum melakukan penyesuaian harga.

Harga yang masih berlaku adalah:

  • Pertalite: Rp10.000 per liter
  • Biosolar: Rp6.800 per liter

Artinya, masyarakat yang menggunakan BBM subsidi masih membeli dengan harga yang sama seperti sebelumnya.

ANTRIAN PERTALITE MASIH PANJANG - Antrian BBM Pertalite, khususnya sepeda motor, masih tampak panjang di SPBU Klodran Colomadu Karanganyar Jawa Tengah, Senin sore 6 Juli 2026 pukul 16.30 WIB. Panjangnya antrean Pertalite terjadi sebagai imbas kenaikan harga Pertamax menjadi Rp 16.250 per 10 Juni 2026 lalu, berakibat migrasi penggunaan Pertamax ke Pertalite.
ANTRIAN PERTALITE MASIH PANJANG - Antrian BBM Pertalite, khususnya sepeda motor, masih tampak panjang di SPBU Klodran Colomadu Karanganyar Jawa Tengah, Senin sore 6 Juli 2026 pukul 16.30 WIB. Panjangnya antrean Pertalite terjadi sebagai imbas kenaikan harga Pertamax menjadi Rp 16.250 per 10 Juni 2026 lalu, berakibat migrasi penggunaan Pertamax ke Pertalite. (TribunStyle.com/ Agung Budi Santoso)

Apa Penyebab Harga BBM Berbeda di Setiap Daerah?

Masyarakat kerap menemukan harga BBM yang berbeda antarprovinsi meskipun menggunakan jenis bahan bakar yang sama.

Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang ditetapkan pemerintah daerah masing-masing.

Karena itu, harga BBM di wilayah tertentu bisa sedikit lebih tinggi atau lebih rendah dibandingkan daerah lainnya meski mengacu pada kebijakan harga dari Pertamina.

Ini daftar harga BBM terbaru selengkapnya dikutip dari pertaminapatraniaga.com:

1. Aceh
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Pertamax Turbo: Rp19.750
Pertamina Dex: Rp21.650
Dexlite: Rp20.150

2. FTZ Sabang
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp15.250
Dexlite: Rp18.450

3. Sumatera Utara
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Pertamax Turbo: Rp19.750
Pertamina Dex: Rp21.650
Dexlite: Rp20.150

4. Sumatera Barat
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp17.000
Pertamax Turbo: Rp20.150
Pertamina Dex: Rp22.100
Dexlite: Rp20.550

5. Riau
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp17.000
Pertamax Turbo: Rp20.150
Pertamina Dex: Rp22.100
Dexlite: Rp20.550

6. Kepulauan Riau
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp17.000
Pertamax Turbo: Rp20.150
Pertamina Dex: Rp22.100
Dexlite: Rp20.550

7. FTZ Batam
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp15.500
Pertamax Turbo: Rp 18.350
Pertamina Dex: Rp20.100
Dexlite: Rp18.700

8. Jambi
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Pertamax Turbo: Rp19.750
Pertamina Dex: Rp21.650
Dexlite: Rp20.150

9. Bengkulu
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Pertamax Turbo: Rp19.750
Pertamina Dex: Rp21.650
Dexlite: Rp20.150

10 Sumatera Selatan
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Pertamax Turbo: Rp19.750
Pertamina Dex: Rp21.650
Dexlite: Rp20.150

11. Bangka Belitung
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Pertamax Turbo: Rp19.750
Pertamina Dex: Rp21.650
Dexlite: Rp20.150

12. Lampung
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Pertamax Turbo: Rp19.750
Pertamina Dex: Rp21.650
Dexlite: Rp20.150

13. DKI Jakarta
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.250
Pertamax Green: Rp17.000
Pertamax Turbo: Rp19.300
Pertamina Dex: Rp21.150
Dexlite: Rp19.700

14. Banten
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.250
Pertamax Green: Rp17.000
Pertamax Turbo: Rp19.300
Pertamina Dex: Rp21.150
Dexlite: Rp19.700

15. Jawa Barat
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.250
Pertamax Green: Rp17.000
Pertamax Turbo: Rp19.300
Pertamina Dex: Rp21.150
Dexlite: Rp19.700

16. Jawa Tengah
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.250
Pertamax Green: Rp17.000
Pertamax Turbo: Rp19.300
Pertamina Dex: Rp21.150
Dexlite: Rp19.700

17. DI Yogyakarta
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.250
Pertamax Green: Rp17.000
Pertamax Turbo: Rp19.300
Pertamina Dex: Rp21.150
Dexlite: Rp19.700

18. Jawa Timur
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.250
Pertamax Green: Rp17.000
Pertamax Turbo: Rp19.300
Pertamina Dex: Rp21.150
Dexlite: Rp19.700

19. Bali
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.250
Pertamax Turbo: Rp19.300
Pertamina Dex: Rp21.150
Dexlite: Rp19.700

20. Nusa Tenggara Barat
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.250
Pertamax Turbo: Rp19.300
Pertamina Dex: Rp21.150
Dexlite: Rp19.700

21. Nusa Tenggara Timur
Pertalite: Rp10.000
Biosolar (subsidi): Rp6.800
Biosolar (nonsubsidi): Rp22.900
Pertamax: Rp16.250
Pertamax Turbo: Rp19.300
Pertamina Dex: Rp21.150
Dexlite: Rp19.700

22. Kalimantan Barat
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Pertamax Turbo: Rp19.750
Pertamina Dex: Rp21.650
Dexlite: Rp20.150

23. Kalimantan Tengah
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Pertamax Turbo: Rp19.750
Pertamina Dex: Rp21.650
Dexlite: Rp20.150

24. Kalimantan Selatan
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp17.000
Pertamax Turbo: Rp20.150
Pertamina Dex: Rp22.100
Dexlite: Rp20.550

25. Kalimantan Timur
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Pertamax Turbo: Rp19.750
Pertamina Dex: Rp21.650
Dexlite: Rp20.150

26. Kalimantan Utara
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp17.000
Pertamax Turbo: Rp20.150
Pertamina Dex: Rp22.100
Dexlite: Rp20.550

27. Sulawesi Utara
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Pertamax Turbo: Rp19.750
Pertamina Dex: Rp21.650
Dexlite: Rp20.150

28. Gorontalo
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Pertamax Turbo: Rp19.750
Pertamina Dex: Rp21.650
Dexlite: Rp20.150

29. Sulawesi Tengah
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Pertamax Turbo: Rp19.750
Pertamina Dex: Rp21.650
Dexlite: Rp20.150

30. Sulawesi Tenggara
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Pertamax Turbo: Rp19.750
Pertamina Dex: Rp21.650
Dexlite: Rp20.150

31. Sulawesi Selatan
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Pertamax Turbo: Rp19.750 
Pertamina Dex: Rp21.650
Dexlite: Rp20.150

32. Sulawesi Barat
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Pertamax Turbo: Rp19.750
Pertamina Dex: Rp21.650
Dexlite: Rp20.150

33. Maluku
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Dexlite: Rp20.150

34. Maluku Utara
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Dexlite: Rp20.150

35. Papua
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Pertamax Turbo: Rp19.750
Dexlite: Rp20.150

36. Papua Barat
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Pertamina Dex: Rp21.650
Dexlite: Rp20.150

37. Papua Selatan
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Dexlite: Rp20.150

38. Papua Pegunungan
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Dexlite: Rp20.150

39. Papua Tengah
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp12.600
Dexlite: Rp20.150

40. Papua Barat Daya
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Pertamina Dex: Rp21.650
Dexlite: Rp20.150

Warga Karanganyar Jateng Terpaksa Beli BBM di Pertamini karena Ngeri Antrean Panjang di SPBU

Turunnya harga bahan bakar minyak (BBM) belum sepenuhnya mengubah kondisi di lapangan.

Di sejumlah SPBU, antrean kendaraan masih terlihat mengular, terutama di jalur pengisian Pertalite.

Banyak pengendara tetap harus meluangkan waktu cukup lama hanya untuk mendapatkan giliran mengisi BBM.

Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat mulai mengubah kebiasaan saat membeli bahan bakar.

Mereka tak lagi hanya mempertimbangkan harga, tetapi juga waktu yang harus dikorbankan.

ANTREAN PANJANG PERTALITE - Suasana antrean pembelian BBM Pertalite yang panjang di SPBU Jombor Sukoharjo dan SPBU Klodran Colomadu Karanganyar Jawa Tengah, Rabu 24 Juni 2026.
ANTREAN PANJANG PERTALITE - Suasana antrean pembelian BBM Pertalite yang panjang di SPBU Jombor Sukoharjo dan SPBU Klodran Colomadu Karanganyar Jawa Tengah, Rabu 24 Juni 2026. (TribunStyle.com/ Agung Budi Santoso)

Fenomena itu juga dirasakan Lia (20), warga Kebakkramat, Karanganyar, Jawa Tengah.

Menurut Lia, antrean panjang di SPBU kini sudah menjadi pemandangan yang hampir setiap hari ia temui.

Bahkan, ia mengaku pernah menghabiskan waktu hampir satu jam hanya untuk membeli Pertalite.

"Kadang mau beli Pertalite di SPBU saja saya pernah mengantre sejam, dan itu membuat aktivitas saya lainnya terganggu," curhat Lia kepada TribunStyle, Sabtu (18/7/2026).

Lamanya waktu menunggu membuat Lia sering terburu-buru mengejar aktivitas berikutnya.

Tak jarang, ia khawatir terlambat karena terlalu lama berada di antrean SPBU.

Akhirnya, Lia memilih mencari solusi yang dianggap lebih praktis.

Ia memutuskan membeli BBM di pertamini yang lokasinya lebih dekat dari rumah.

Meski harus membayar dengan harga yang lebih mahal, Lia mengaku tidak keberatan.

HARGA PERTAMAX NAIK - Ilustrasi SPBU Pertamina. Warga Bali keluhkan lonjakan harga BBM jenis Pertamax yang naik drastis dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter.
HARGA PERTAMAX NAIK - Ilustrasi SPBU Pertamina. Warga Bali keluhkan lonjakan harga BBM jenis Pertamax yang naik drastis dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter. (Dok. Pertamina)

"Daripada saya harus berjuang melawan antrean yang panjang, saya lebih memilih beli di pertamini dekat rumah. Waktu tidak terbuang, tenaga pun tidak terkuras pula," katanya.

Menurut Lia, membeli BBM di pertamini membuatnya bisa langsung melanjutkan perjalanan tanpa harus menunggu lama.

Baginya, selisih harga BBM masih lebih ringan dibanding waktu dan tenaga yang harus dihabiskan untuk mengantre.

"Saya sih lebih memilih keluar uang sedikit lebih banyak, daripada setiap waktu harus ikut antrean panjang di SPBU, eman-eman waktunya," tandas Lia.

Pengalaman Lia menjadi gambaran bahwa meski harga BBM mengalami penyesuaian, persoalan antrean di SPBU masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat.

Kini, bagi banyak pengendara, menghemat waktu sama pentingnya dengan menghemat biaya, sehingga membeli BBM di pertamini menjadi pilihan yang dinilai lebih efisien.

Tim Konten | Wahyu Putri Asti

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.