TRIBUNSTYLE.COM - Simak info terbaru perubahan harga BBM Pertamina hari ini Selasa 21 Juli 2026. Kabar baik buat pengguna BBM nonsubsidi, karena tiga jenis BBM mengalami penurunan harga. Sementara itu, harga BBM subsidi, yakni Pertalite dan Biosolar, masih tetap dan belum mengalami perubahan.
Revisi harga ini merupakan evaluasi berkala yang dilakukan Pertamina mengikuti perkembangan pasar energi global.
Walaupun berlaku secara nasional, harga BBM di setiap daerah bisa berbeda karena dipengaruhi besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang ditetapkan masing-masing pemerintah daerah.
Pada pembaruan kali ini, Pertamina menurunkan harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.
Sementara itu, harga Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green 95 tetap sama seperti periode sebelumnya.
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan penyesuaian harga dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku.
"Penyesuaian harga ini menjadi bagian dari evaluasi berkala sesuai mekanisme yang berlaku."
Pertamina menjelaskan, penyesuaian harga BBM Juli 2026 mempertimbangkan sejumlah faktor, seperti pergerakan harga minyak mentah dunia, kondisi fiskal nasional, serta daya beli masyarakat.
Untuk wilayah Jawa Tengah, harga BBM sama dengan yang berlaku di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
BBM Nonsubsidi
Harga Pertalite dan Biosolar Tidak Berubah
Sementara untuk BBM bersubsidi, Pertamina belum melakukan penyesuaian harga.
Harga yang masih berlaku adalah:
Artinya, masyarakat yang menggunakan BBM subsidi masih membeli dengan harga yang sama seperti sebelumnya.
Masyarakat kerap menemukan harga BBM yang berbeda antarprovinsi meskipun menggunakan jenis bahan bakar yang sama.
Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang ditetapkan pemerintah daerah masing-masing.
Karena itu, harga BBM di wilayah tertentu bisa sedikit lebih tinggi atau lebih rendah dibandingkan daerah lainnya meski mengacu pada kebijakan harga dari Pertamina.
1. Aceh
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Pertamax Turbo: Rp19.750
Pertamina Dex: Rp21.650
Dexlite: Rp20.150
2. FTZ Sabang
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp15.250
Dexlite: Rp18.450
3. Sumatera Utara
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Pertamax Turbo: Rp19.750
Pertamina Dex: Rp21.650
Dexlite: Rp20.150
4. Sumatera Barat
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp17.000
Pertamax Turbo: Rp20.150
Pertamina Dex: Rp22.100
Dexlite: Rp20.550
5. Riau
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp17.000
Pertamax Turbo: Rp20.150
Pertamina Dex: Rp22.100
Dexlite: Rp20.550
6. Kepulauan Riau
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp17.000
Pertamax Turbo: Rp20.150
Pertamina Dex: Rp22.100
Dexlite: Rp20.550
7. FTZ Batam
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp15.500
Pertamax Turbo: Rp 18.350
Pertamina Dex: Rp20.100
Dexlite: Rp18.700
8. Jambi
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Pertamax Turbo: Rp19.750
Pertamina Dex: Rp21.650
Dexlite: Rp20.150
9. Bengkulu
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Pertamax Turbo: Rp19.750
Pertamina Dex: Rp21.650
Dexlite: Rp20.150
10 Sumatera Selatan
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Pertamax Turbo: Rp19.750
Pertamina Dex: Rp21.650
Dexlite: Rp20.150
11. Bangka Belitung
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Pertamax Turbo: Rp19.750
Pertamina Dex: Rp21.650
Dexlite: Rp20.150
12. Lampung
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Pertamax Turbo: Rp19.750
Pertamina Dex: Rp21.650
Dexlite: Rp20.150
13. DKI Jakarta
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.250
Pertamax Green: Rp17.000
Pertamax Turbo: Rp19.300
Pertamina Dex: Rp21.150
Dexlite: Rp19.700
14. Banten
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.250
Pertamax Green: Rp17.000
Pertamax Turbo: Rp19.300
Pertamina Dex: Rp21.150
Dexlite: Rp19.700
15. Jawa Barat
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.250
Pertamax Green: Rp17.000
Pertamax Turbo: Rp19.300
Pertamina Dex: Rp21.150
Dexlite: Rp19.700
16. Jawa Tengah
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.250
Pertamax Green: Rp17.000
Pertamax Turbo: Rp19.300
Pertamina Dex: Rp21.150
Dexlite: Rp19.700
17. DI Yogyakarta
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.250
Pertamax Green: Rp17.000
Pertamax Turbo: Rp19.300
Pertamina Dex: Rp21.150
Dexlite: Rp19.700
18. Jawa Timur
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.250
Pertamax Green: Rp17.000
Pertamax Turbo: Rp19.300
Pertamina Dex: Rp21.150
Dexlite: Rp19.700
19. Bali
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.250
Pertamax Turbo: Rp19.300
Pertamina Dex: Rp21.150
Dexlite: Rp19.700
20. Nusa Tenggara Barat
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.250
Pertamax Turbo: Rp19.300
Pertamina Dex: Rp21.150
Dexlite: Rp19.700
21. Nusa Tenggara Timur
Pertalite: Rp10.000
Biosolar (subsidi): Rp6.800
Biosolar (nonsubsidi): Rp22.900
Pertamax: Rp16.250
Pertamax Turbo: Rp19.300
Pertamina Dex: Rp21.150
Dexlite: Rp19.700
22. Kalimantan Barat
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Pertamax Turbo: Rp19.750
Pertamina Dex: Rp21.650
Dexlite: Rp20.150
23. Kalimantan Tengah
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Pertamax Turbo: Rp19.750
Pertamina Dex: Rp21.650
Dexlite: Rp20.150
24. Kalimantan Selatan
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp17.000
Pertamax Turbo: Rp20.150
Pertamina Dex: Rp22.100
Dexlite: Rp20.550
25. Kalimantan Timur
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Pertamax Turbo: Rp19.750
Pertamina Dex: Rp21.650
Dexlite: Rp20.150
26. Kalimantan Utara
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp17.000
Pertamax Turbo: Rp20.150
Pertamina Dex: Rp22.100
Dexlite: Rp20.550
27. Sulawesi Utara
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Pertamax Turbo: Rp19.750
Pertamina Dex: Rp21.650
Dexlite: Rp20.150
28. Gorontalo
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Pertamax Turbo: Rp19.750
Pertamina Dex: Rp21.650
Dexlite: Rp20.150
29. Sulawesi Tengah
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Pertamax Turbo: Rp19.750
Pertamina Dex: Rp21.650
Dexlite: Rp20.150
30. Sulawesi Tenggara
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Pertamax Turbo: Rp19.750
Pertamina Dex: Rp21.650
Dexlite: Rp20.150
31. Sulawesi Selatan
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Pertamax Turbo: Rp19.750
Pertamina Dex: Rp21.650
Dexlite: Rp20.150
32. Sulawesi Barat
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Pertamax Turbo: Rp19.750
Pertamina Dex: Rp21.650
Dexlite: Rp20.150
33. Maluku
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Dexlite: Rp20.150
34. Maluku Utara
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Dexlite: Rp20.150
35. Papua
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Pertamax Turbo: Rp19.750
Dexlite: Rp20.150
36. Papua Barat
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Pertamina Dex: Rp21.650
Dexlite: Rp20.150
37. Papua Selatan
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Dexlite: Rp20.150
38. Papua Pegunungan
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Dexlite: Rp20.150
39. Papua Tengah
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp12.600
Dexlite: Rp20.150
40. Papua Barat Daya
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Pertamina Dex: Rp21.650
Dexlite: Rp20.150
Warga Karanganyar Jateng Terpaksa Beli BBM di Pertamini karena Ngeri Antrean Panjang di SPBU
Turunnya harga bahan bakar minyak (BBM) belum sepenuhnya mengubah kondisi di lapangan.
Di sejumlah SPBU, antrean kendaraan masih terlihat mengular, terutama di jalur pengisian Pertalite.
Banyak pengendara tetap harus meluangkan waktu cukup lama hanya untuk mendapatkan giliran mengisi BBM.
Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat mulai mengubah kebiasaan saat membeli bahan bakar.
Mereka tak lagi hanya mempertimbangkan harga, tetapi juga waktu yang harus dikorbankan.
Fenomena itu juga dirasakan Lia (20), warga Kebakkramat, Karanganyar, Jawa Tengah.
Menurut Lia, antrean panjang di SPBU kini sudah menjadi pemandangan yang hampir setiap hari ia temui.
Bahkan, ia mengaku pernah menghabiskan waktu hampir satu jam hanya untuk membeli Pertalite.
"Kadang mau beli Pertalite di SPBU saja saya pernah mengantre sejam, dan itu membuat aktivitas saya lainnya terganggu," curhat Lia kepada TribunStyle, Sabtu (18/7/2026).
Lamanya waktu menunggu membuat Lia sering terburu-buru mengejar aktivitas berikutnya.
Tak jarang, ia khawatir terlambat karena terlalu lama berada di antrean SPBU.
Akhirnya, Lia memilih mencari solusi yang dianggap lebih praktis.
Ia memutuskan membeli BBM di pertamini yang lokasinya lebih dekat dari rumah.
Meski harus membayar dengan harga yang lebih mahal, Lia mengaku tidak keberatan.
"Daripada saya harus berjuang melawan antrean yang panjang, saya lebih memilih beli di pertamini dekat rumah. Waktu tidak terbuang, tenaga pun tidak terkuras pula," katanya.
Menurut Lia, membeli BBM di pertamini membuatnya bisa langsung melanjutkan perjalanan tanpa harus menunggu lama.
Baginya, selisih harga BBM masih lebih ringan dibanding waktu dan tenaga yang harus dihabiskan untuk mengantre.
"Saya sih lebih memilih keluar uang sedikit lebih banyak, daripada setiap waktu harus ikut antrean panjang di SPBU, eman-eman waktunya," tandas Lia.
Pengalaman Lia menjadi gambaran bahwa meski harga BBM mengalami penyesuaian, persoalan antrean di SPBU masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat.
Kini, bagi banyak pengendara, menghemat waktu sama pentingnya dengan menghemat biaya, sehingga membeli BBM di pertamini menjadi pilihan yang dinilai lebih efisien.
Tim Konten | Wahyu Putri Asti