Yaman akan Lawan Arab Saudi Akui Siap Pakai Segala Cara di Jalur Laut, Blokir Total Navigasi Maritim
Hadiyya QurrataAyyuun July 21, 2026 10:42 AM

Yaman akan terjun perang melawan Arab Saudi, akui siap memakai segala cara di jalur laut.

Lebih jauh diakui bahwa Yaman akan melawan blokade dengan blokade, akui siap blokir total navigasi maritim Saudi.

Mengutip Al Mayadeen pada (21/7), hal ini diumumkan oleh juru bicara militer Angkatan Bersenjata Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Saree.

Lebih tepatnya, dia mengumumkan larangan navigasi maritim segera terhadap Arab Saudi.

Langkah tegas ini diambil sebagai bentuk respons atas blokade tidak adil serta agresi berkepanjangan yang terus menimpa rakyat Yaman.

Saree menjelaskan bahwa Arab Saudi telah mengepung Yaman selama hampir 12 tahun.

Khususnya melalui pembatasan akses darat, laut, udara, hingga penargetan Bandara Internasional Sanaa.

Situasi penindasan tersebut menegaskan hak penuh rakyat Yaman untuk menghadapi agresi musuh dengan "segala cara yang tersedia".

Keputusan larangan navigasi ini diambil menyusul seruan dari aksi massa "Jumat Peringatan dan Mobilisasi" yang diikuti jutaan warga di seluruh negeri.

Pihak militer menegaskan penerapan prinsip "blokade dibalas blokade" yang langsung berlaku efektif secara menyeluruh sejak pernyataan resmi dikeluarkan.

"Angkatan Bersenjata Yaman mengumumkan larangan navigasi maritim terhadap musuh kriminal Saudi dengan menerapkan prinsip blokade untuk blokade. Keputusan ini akan berlaku segera setelah pernyataan ini dikeluarkan," tegas Saree.

Yaman menyatakan siap membalas setiap aksi eskalasi dari pihak luar dengan eskalasi komprehensif yang jauh lebih berat.

Saree mengimbau seluruh putra bangsa Yaman untuk terus menjaga kesiapan umum dan memperkuat garis depan pertempuran.

"Angkatan Bersenjata Yaman menegaskan kesiapan penuh mereka untuk semua opsi. Setiap tindakan gegabah yang dilakukan oleh musuh Saudi yang bodoh melalui eskalasi komprehensif akan dibalas dengan eskalasi komprehensif dan berat, atas kehendak dan kekuatan Allah," katanya.

Pihak militer bersumpah tidak akan menyia-nyiakan upaya apa pun demi mengakhiri blokade tidak adil serta memulihkan hak-hak rakyat yang dirampas.

Sementara itu, Ketua Delegasi Perundingan Sanaa, Mohammed Abdulsalam, menyatakan bahwa pemblokiran jalur laut ini merupakan langkah yang terpaksa diambil.

Ia mengungkapkan bahwa Arab Saudi sebenarnya telah diberi waktu yang sangat cukup untuk menghentikan agresi dan mengatasi dampak perang.

Namun, pemerintah Saudi dinilai sengaja memilih sikap acuh dan menunda kewajiban sembari tetap mengontrol blokade maritim serta penutupan bandara.

Abdulsalam menegaskan bahwa anggapan blokade terhadap Yaman dapat berlangsung tanpa batas waktu adalah sebuah taruhan yang salah besar.

Respons balasan melalui penutupan jalur maritim ini dinilai sebagai tindakan yang sangat wajar, sah, dan bermoral menghadapi sikap keras kepala Saudi.

Langkah taktis militer Yaman ini bertujuan utama menekan Arab Saudi agar mau tunduk pada kebenaran dan mencabut total blokade wilayah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.