SRIPOKU.COM, SEKAYU– Proses pemilihan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) berakhir deadlock setelah Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) yang digelar di Aula Hotel Ranggonang, Senin (20/7/2026), tidak mencapai kesepakatan.
Perdebatan sengit terjadi saat pimpinan sidang bersama peserta membahas tata tertib dan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi. Suasana rapat memanas hingga jalannya sidang tidak lagi kondusif.
Akibatnya, tahapan Rakerkab tidak dapat dilanjutkan dan proses pemilihan Ketua KONI Muba ditunda hingga waktu yang belum ditentukan.
Ketua Cabang Olahraga (Cabor) Sepak Takraw Muba, Darwin AH, didampingi Ketua Cabor IODI Muba, Putri Permatasari, menyampaikan keberatan terhadap ketentuan klasifikasi peserta yang diatur dalam tata tertib Rakerkab, khususnya poin 7.2.2 dan 7.2.3.
Menurut Darwin, aturan tersebut mewajibkan peserta memiliki Surat Keputusan (SK) kepengurusan yang masih berlaku atau belum melewati enam bulan sejak masa jabatan berakhir, serta memperoleh rekomendasi Ketua KONI Muba.
Ia menilai ketentuan tersebut sudah tidak relevan karena dibuat saat kepengurusan KONI sebelumnya masih aktif.
"Pasal 7 seharusnya sudah tidak berlaku lagi karena diterbitkan pada saat kepengurusan KONI lama masih aktif. Ketua KONI sebelumnya sudah mengundurkan diri dan masa jabatannya juga telah berakhir, sehingga pasal itu tidak bisa lagi dijadikan dasar," ujarnya.
Darwin meminta pembahasan tata tertib mengacu pada ketentuan lain dalam AD/ART KONI, termasuk Pasal 9 ayat 32.
Menurutnya, pasal tersebut menjelaskan bahwa ketentuan mengenai calon bersifat tidak mengikat sehingga siapa pun yang memenuhi persyaratan seharusnya dapat mengikuti proses pemilihan.
Ia juga menilai poin 7.2.3 berpotensi merugikan sejumlah bakal calon maupun cabang olahraga karena pengurus dengan SK baru tidak diperkenankan menggunakan hak memilih ataupun mencalonkan diri.
"Padahal ketentuan itu sudah tidak relevan lagi karena kepengurusan KONI yang menerbitkannya telah berakhir masa jabatannya," tegas Darwin.
Sementara itu, Caretaker Ketua KONI Kabupaten Muba, H. Tubagus Sulaiman, membantah adanya keributan maupun upaya menjegal bakal calon Ketua KONI.
Menurutnya, saat itu pembahasan masih sebatas tata tertib untuk menentukan siapa yang berhak menjadi peserta Rakerkab, bukan membahas calon ketua.
"Kalau ribut itu tidak ada. Saat itu kami baru membahas tata tertib mengenai peserta Rakerkab, belum membahas calon Ketua KONI," katanya.
Tubagus menjelaskan pihak caretaker tidak menerima dokumen kepengurusan dari pengurus KONI sebelumnya. Karena itu, seluruh cabang olahraga diminta menyerahkan SK kepengurusan untuk diverifikasi.
Dari hasil verifikasi terhadap 53 cabang olahraga anggota KONI Muba, ditemukan sejumlah SK yang telah habis masa berlaku dan ada pula yang baru diterbitkan.
Kondisi tersebut kemudian menjadi dasar pembahasan tata tertib sesuai ketentuan AD/ART KONI.
Ia menambahkan, peserta yang menggunakan SK baru tetap dapat mengikuti Rakerkab apabila disetujui peserta lain melalui mekanisme voting.
Namun mekanisme tersebut tidak dapat dilaksanakan karena ada peserta yang menolak dilakukan pemungutan suara.
"Kalau tidak ada voting, bagaimana menentukan siapa yang berhak menjadi peserta. Ini belum membahas calon, tetapi baru menentukan peserta Rakerkab," jelasnya.
Tubagus kembali menegaskan tidak ada upaya menjegal siapa pun dalam proses tersebut.
"Kalau dibilang ada penjegalan, itu salah besar. Kami hanya ingin menegakkan AD/ART KONI," tegasnya.
Rakerkab Ditunda
Karena suasana rapat semakin tidak kondusif, pimpinan sidang akhirnya memutuskan menghentikan Rakerkab untuk sementara waktu.
Keputusan tersebut diambil guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan sekaligus memberi kesempatan mencari solusi agar proses pemilihan Ketua KONI Muba dapat berjalan sesuai aturan.
"Intinya kita deadlock. Karena situasi tidak kondusif dan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, rapat kami hentikan sampai waktu yang akan ditentukan. Yang terpenting bagaimana bersama-sama membawa olahraga dan atlet Muba menjadi lebih baik," pungkas Tubagus.