Bernardo Tavares Puas Debut Pemain Asing Persebaya, Tapi Soroti Satu Kekurangan yang Krusial
Gol Debut Alex Martins Bikin Optimistis, Bernardo Tavares Minta Pemain Asing Persebaya Bersabar
Persebaya Sempat Unggul 2-0, Tavares Ungkap Penilaian Jujur untuk Pemain Asing Barunya
Alex Martins Langsung Cetak Gol, Bernardo Tavares Yakin Persebaya Masih Bisa Berkembang
SURYA.CO.ID SURABAYA – Debut para pemain asing baru Persebaya Surabaya meninggalkan kesan positif bagi pelatih Bernardo Tavares meski Bajol Ijo gagal mempertahankan keunggulan saat ditahan imbang 2-2 oleh PSIS Semarang dalam laga 99th Anniversary Game di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (19/7/2026). Gol perdana Alex Martins menjadi salah satu sinyal bahwa kekuatan baru Persebaya mulai terbentuk.
Di hadapan ribuan Bonek dan Bonita, wajah baru Persebaya mulai memperlihatkan kualitasnya. Tim berjuluk Bajol Ijo sempat mengendalikan pertandingan lewat permainan menyerang yang menghasilkan dua gol sebelum akhirnya kehilangan konsentrasi pada menit-menit akhir hingga PSIS menyamakan kedudukan.
Meski hasil akhir belum sesuai harapan, performa sejumlah rekrutan anyar memberikan optimisme menjelang bergulirnya kompetisi.
Bernardo Tavares memberikan perhatian khusus kepada para pemain asing yang menjalani debut bersama Persebaya, yakni Yuran Fernandes, Alex Martins, Yann Mabella, Miguel Pereira, Welber Motta, dan Diego Ramalho.
Baca juga: Sosok Alex Martins, Penyerang Persebaya Surabaya yang Cetak Gol Debut Kemarin, Buktikan Haus Gol!
Menurut pelatih asal Portugal tersebut, seluruh pemain memiliki kualitas yang dapat berkembang seiring bertambahnya waktu bersama tim.
"Saya pikir setiap pemain memiliki potensi untuk berkembang lebih jauh," kata Bernardo Tavares menjawab pertanyaan surya.co.id di GBT.
"Saya melihat hal-hal baik pada beberapa dari mereka. Hal-hal lain yang perlu mereka tingkatkan, terutama kondisi fisik," tambahnya.
Tavares menilai kondisi fisik para pemain memang belum berada di level terbaik. Hal itu dinilai wajar karena skuad Persebaya baru menjalani latihan bersama sekitar sepekan terakhir.
Selain kebugaran, pemain asing yang baru pertama kali berkompetisi di Indonesia juga masih membutuhkan proses adaptasi terhadap cuaca, ritme permainan, hingga atmosfer pertandingan.
Meski demikian, Tavares mengaku sudah melihat perkembangan dari pola permainan yang dibangun timnya.
"Saya menyukai beberapa kombinasi yang telah kami buat. Tapi kami juga perlu memberikan lebih banyak solusi bagi para pemain yang menguasai bola," tambahnya.
Baca juga: GBT Siap Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Sambut Persebaya, Persija hingga Port FC
Pelatih berusia 46 tahun itu memastikan proses pembenahan akan terus dilakukan agar Persebaya semakin siap menghadapi Piala Presiden 2026 yang berlangsung pada 25 Juli hingga 6 Agustus mendatang.
Persebaya tergabung di Grup B bersama Persija Jakarta, PSMS Medan, dan juara bertahan Port FC Thailand. Seluruh pertandingan Grup B akan berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.
Sementara Grup A dihuni Persib Bandung, Arema FC, Lion City Sailors dari Singapura, serta DPMM FC asal Brunei Darussalam yang bertanding di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung.
"Semoga tim bisa terus berkembang," pungkas Bernardo Tavares.
Di balik hasil imbang tersebut, penampilan Alex Martins menjadi sorotan. Striker asal Brasil itu langsung mencatatkan namanya di papan skor pada laga debut bersama Persebaya.
Gol tercipta pada menit ke-35 melalui sundulan memanfaatkan sepak pojok yang dikirim Francisco Rivera. Alex berhasil lepas dari kawalan bek PSIS sebelum menaklukkan Rizky Darmawan dan membawa Persebaya unggul 1-0 hingga turun minum.
Gol tersebut menjadi bukti ketajaman Alex yang selama ini dikenal sebagai salah satu penyerang paling produktif di Liga Indonesia.
Persebaya sendiri menurunkan lima pemain baru sejak menit pertama, termasuk Alex Martins, Miguel Pereira, Yuran Fernandes, Ricky Pratama, dan Dicky Kurniawan. Kehadiran mereka membuat permainan Bajol Ijo tampil lebih agresif sejak awal pertandingan.
Alex datang ke Surabaya dengan modal impresif. Selama tiga musim membela Dewa United, penyerang berusia 33 tahun itu mencatatkan 92 penampilan dengan koleksi 67 gol dan 13 assist. Pada musim lalu saja, ia mencetak 20 gol dari 34 pertandingan.
Produktivitas tersebut membuat Persebaya mengikatnya dengan kontrak multiyears hingga 2028 sebagai ujung tombak baru tim.
Alex mengaku antusias memulai petualangan bersama Persebaya dan bertekad membantu tim memenuhi target yang telah ditetapkan.
“Saya sangat senang dan bahagia bisa menjadi bagian dari Persebaya. Saya memiliki kontrak dua tahun ke depan dan ingin memberikan dedikasi terbaik agar kami bisa mencapai target serta meraih tujuan bersama,” kata Alex Martins.
Ia juga mengungkapkan bahwa proyek besar yang sedang dibangun Persebaya menjadi alasan utama menerima pinangan Bajol Ijo.
“Saya melihat Persebaya memiliki proyek yang sangat baik. Karena itu, saya mengambil keputusan untuk datang dan bekerja bersama tim ini. Saya ingin menjadi bagian dari perjalanan Persebaya untuk meraih target-target yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Bagi Alex, besarnya dukungan Bonek dan Bonita turut memperkuat keyakinannya bergabung dengan Persebaya setelah beberapa musim merasakan atmosfer GBT sebagai pemain lawan.
“Bukan hanya timnya, tetapi juga suporternya. Itu yang membuat saya tertarik. Saya beberapa kali bermain melawan Persebaya dan melihat langsung bagaimana dukungan mereka kepada tim,” tuturnya.
“Saat itu saya selalu berpikir, pasti menyenangkan bisa merasakan dukungan sebesar itu dari sisi yang berbeda. Sekarang saya sangat senang akhirnya bisa menjadi bagian dari Persebaya,” tambahnya.
Gol perdana pada laga debut menjadi awal yang menjanjikan bagi Alex Martins. Kini, ia diharapkan menjadi mesin gol baru Persebaya sekaligus membawa Bajol Ijo tampil lebih kompetitif pada Piala Presiden 2026 dan musim kompetisi mendatang.