Dedie Rachim Sebut, Program Mahasiswa Mengajar Jadi Solusi Cepat Atasi Kekurangan Guru di Kota Bogor
Soewidia Henaldi July 21, 2026 12:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan, Program Mahasiswa Mengajar bisa jadi solusi untuk mengatasi kekurangan guru di Kota Bogor.

Hal itu disampaikan Dedie Rachim saat melaunching program tersebut di Graha Pakuan Siliwangi, Kampus Universitas Pakuan, Senin (20/7/2026).

Dedie Rachim mengatakan, Program Mahasiswa Mengajar merupakan program yang diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bekerja sama dengan Universitas Pakuan dan Universitas Ibn Khaldun Bogor.

"Ya, program ini adalah salah satu solusi cepat dari Pemerintah Kota Bogor bekerja sama dengan perguruan tinggi yang ada di Kota Bogor, khususnya Universitas Pakuan dan Universitas Ibn Khaldun, dalam menyikapi atau merespon terjadinya kekurangan guru mengajar," ungkap Dedie Rachim.

Ia menjelaskan, rekrutmen guru untuk mengajar di sekolah negeri memiliki mekanisme yang diatur dan diselenggarakan oleh pemerintah pusat melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Program Mahasiswa Mengajar tidak hanya menjadi katalisator bagi transformasi metode pembelajaran dan perluasan wawasan di jenjang pendidikan dasar hingga menengah, tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa melalui praktik mengajar secara langsung yang memperkuat pendekatan pedagogis serta interaksi nyata dengan siswa di sekolah.

"Jadi para mahasiswa ini dapat menimba ilmu langsung, karena jika biasanya ada di ranah teori, sekarang langsung praktik. Ya praktik bagaimana menghadapi siswa, bagaimana menghadapi mata pelajaran dan mempersiapkan. Saya pikir ini sesuatu hal yang sangat baik dan tentu dampaknya adalah anak-anak kita juga semakin menerima masukan yang lebih variatif," ujarnya.

Seperti daerah lain di Indonesia yang juga mengalami kekurangan guru di sekolah negeri, saat ini Kota Bogor masih membutuhkan sekitar 650 guru.

Sebanyak 135 mahasiswa yang mengikuti program ini akan membantu mengisi kekurangan tersebut meski belum seluruh kebutuhan dapat terpenuhi.

Para mahasiswa dari berbagai program studi, di antaranya Pendidikan Sekolah Dasar, Pendidikan Sekolah Menengah, Ilmu Pengetahuan Alam, Matematika, Bahasa, dan sebagainya, akan mulai mengajar setelah menjalani pelatihan selama tiga hari.

Kegiatan ini juga mendapat sambutan baik dan dukungan penuh dari perguruan tinggi. 

Rektor Universitas Pakuan, Prof Didik Notosudjono, mengatakan Universitas Pakuan akan mendukung penuh bagaimana ilmu pengetahuan dapat terus disebarluaskan dengan lebih baik, inovatif, dan kreatif ke sekolah-sekolah.

Wakil Rektor Universitas Ibn Khaldun Bogor, Maemunah Sa'diyah, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Pemkot Bogor ini juga sejalan dengan program pendidikan di kampus, sehingga manfaatnya dapat lebih luas dengan jenjang waktu yang cukup lama.

Ia berharap para mahasiswa tidak hanya mengajar, tetapi juga terus mengasah kemampuan diri agar dapat terjun langsung secara total di kemudian hari.

"Karena biasanya program kami itu tiga sampai empat bulan, ini lima sampai enam bulan, sehingga mudah-mudahan mahasiswa lebih memiliki pengalaman langsung ya dengan guru-guru senior di lapangan dan bisa meningkatkan kemampuan dan kapasitas serta kredibilitas yang dimiliki," ujarnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.