TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Petani di Desa Nagrak, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor menyebut bahwa dampak kekeringan imbas kemarau tahun 2026 lebih parah dibanding tahun sebelumnya.
Hal ini dia rasakan sebagai petani talas Bogor yang ikut terdampak kekeringan, Jamaludin.
"Kalau tahun kemarin itu lebih baguslah daripada tahun sekarang," kata Jamaludin kepada TribunnewsBogor.com, Senin (21/7/2026).
Pada kemarau tahun 2026 ini, Jamaludin harus menelan pahit, karena pertanian talasnya gagal panen.
"Tahun sekarang lebih ekstrim cuacanya, lebih terdampak, seperti ini aja contohnya seperti ini, habis," kata Jamaludin sambil menunjukan kebunnya.
"Jadi sumur-sumur pada sekarang pada enggak ada airnya. Jadi karena cuaca, cuacanya," kata Jamaludin.
Talas yang Jamaludin tanam malah gagal panen dan tak bisa dijual imbas kemarau 2026 ini.
Pantauan TribunnewsBogor.com, kebun tempat Jamaludin menanam talas Bogor terlihat cukup kering.
Di lokasi kebun itu terdapat tumpukan pohon-pohon talas yang sudah dikumpulkan.
Talas hasil yang ditanam Jamaludin terlihat seperti busuk kering.
Jamaludin mengaku bahwa dia belum lama ini baru selesai mencabut semua pohon talas di kebunnya.
Karena setelah dicek jelang waktu panen usai tujuh bulan ditanam, hasilnya gagal.
"Sekarang gagal panen hasilnya seperti ini, karena kemarau," kata Jamaludin kepada TribunnewsBogor.com, Senin (20/7/2026).
Alhasil, Jamaludin kali ini tidak bisa mendapat penghasilan dari penjualan talas Bogor ini.
Karena menurutnya, dari kondisi talas tersebut tidak akan laku dijual.
"Dibagi-bagi aja, karena kan nggak kejual gitu, bagi-bagi aja sama tetangga," kata Jamaludin pasrah.
Jamaludin pun karena kondisi ini dia harus menelan kerugian.
Karena dari 400 pohon talas yang dia tanam, dia menghabiskan modal sekitar Rp500.000, dari modal bibit, pupuk, dan perawatan lainnya selama masa tanam delapan bulan.
"Iya, gagal panen semuanya. Jadi enggak jadi duit Rp1000 pun," ungkapnya.
Jamaludin mengaku, untuk tetap mendapatkan penghasilan di musim kemarau ini, kini dia hanya bisa mengandalkan pekerjaan buruh harian lepas yang tak menentu.