FIFA Gelar Investigasi Kericuhan Final Piala Dunia 2026, Bintang Argentina Terancam Sanksi Berat
Wila Wildayanti July 21, 2026 01:33 PM

Belum sempat bangkit dari kekecewaan usai gagal mempertahankan gelar di Piala Dunia 2026 karena kalah dari Spanyol, Timnas Argentina kini kembali diterpa kabar buruk.

Pemain bintang mereka terancam hukuman berat dari FIFA sebagai buntut kericuhan selepas laga melawan Timnas Spanyol di Stadion New Jersey, Amerika Serikat.

Timnas Argentina memang dipaksa mengakui keunggulan Spanyol usai kalah 0-1 di final Piala Dunia 2026, Senin (20/7/2026) dini hari WIB.

Meski laga telah usai, drama lanjutan di lapangan justru dimulai tak lama selepas peluit akhir dibunyikan.

FIFA secara resmi mengumumkan pembukaan investigasi terhadap skuad La Albiceleste atas serangkaian insiden kekerasan dan tindakan kontroversial.

Federasi Sepak Bola Internasional menunjuk Komite Disiplin FIFA untuk mendalami potensi pelanggaran kode etik yang dilakukan sejumlah pemain Argentina.

Dalam laporan yang masuk ke meja FIFA, Nahuel Molina diduga melakukan pemukulan terhadap kapten Spanyol, Rodri.

Tak hanya itu, Leandro Paredes juga tertangkap kamera terlibat perselisihan hebat di garis tengah lapangan.

Setelah pertandingan, Paredes kedapatan mencengkram leher Eric Garcia dan menjatuhkannya sebelum akhirnya membanting Gavi ke tanah.

Aksi brutal tersebut membuat wasit Slavko Vincic langsung mengganjar Paredes dengan kartu merah meski laga telah berakhir.

Sebelumnya, Enzo Fernandez juga diusir keluar lapangan pada akhir waktu normal akibat pelanggaran keras terhadap Pau Cubarsi, ditambah kartu kuning untuk pelatih Lionel Scaloni dan tiga pemain lainnya.

“Setelah melakukan penilaian terhadap laporan pertandingan yang relevan terkait final Piala Dunia antara Spanyol dan Argentina, serta sesuai dengan Pasal 36 Kode Disiplin FIFA (FDC), Komite Disiplin FIFA telah menunjuk seorang Jaksa Disiplin dan Etika untuk menyelidiki dugaan pelanggaran terhadap FDC sehubungan dengan insiden pasca-pertandingan,” tulis penyataan FIFA sebagaimana dikutip BolaSport.com dari The Guardian, Selasa (21/7/2026).

Kasus Malvinas

Namun, masalah Timnas Argentina tidak berhenti pada aksi kekerasan di lapangan.

FIFA juga tengah mendalami perilaku skuad asuhan Lionel Scaloni usai kemenangan mereka di semifinal saat melawan Inggris.

Saat itu, para pemain Argentina merayakan kemenangan dengan membentangkan spanduk bertuliskan “Las Malvinas son Argentinas” atau yang artinya “Kepulauan Malvinas milik Argentina”.

Messi dkk membentangkan spanduk bertulisan klaim pemerintah mereka atas Kepulauan Falkland atau Malvinas saat merayakan kemenangan atas Inggris.

Buntut dari aksi tersebut, Argentina juga terancam sanksi dari FIFA.

FIFA sejak awal melarang keras tim atau pemain menunjukkan pesan-pesan berbau politik dalam ajang sepak bola resmi.

Sesuai dengan Pasal 36 Kode Disiplin FIFA, jika terbukti bersalah, para pemain yang terlibat terancam hukuman berat, bisa berupa larangan bertanding dalam waktu yang cukup lama.

Kasus ini menjadi sorotan dunia mengingat citra Argentina sebagai tim raksasa sepak bola harus tercoreng oleh aksi tak terpuji di partai puncak Piala Dunia 2026.

Untuk itu, apabila pemain Albiceleste nantinya terbukti bersalah, hal ini akan jadi kabar buruk.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.