Disperindag Papua Pegunungan Pantau Harga Pangan dan Dorong Industri Olahan Daerah di Tiom
Marius Frisson Yewun July 21, 2026 08:14 PM

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Noel Iman Untung Wenda

TRIBUN-PAPUA.COM, TIOM - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Papua Pegunungan melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok, sistem distribusi pangan, serta kondisi pergudangan di Kabupaten Lanny Jaya sebagai bagian dari tugas rutin pemerintah provinsi.

Sekretaris Disperindag Papua Pegunungan, Dr. Viktor Malis, S.P., M.Sc., mengatakan pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan tidak terjadi lonjakan harga yang terlalu tinggi dan memberatkan masyarakat, terutama setelah adanya perubahan harga avtur beberapa waktu lalu.

“Kami datang untuk memastikan apakah ada perubahan harga barang kebutuhan pokok yang terlalu meningkat dan memberatkan masyarakat,” ujar Viktor di Tiom, Kabupaten Lanny Jaya, Selasa (21/07/2026).

Baca juga: Disperindag Papua Pegunungan Tinjau Kebun Kopi Lanny Mendek di Tiom, Upayakan Dukungan

Selain memantau harga pangan, Disperindag juga meninjau sistem pergudangan di Lanny Jaya. Viktor menjelaskan, keberadaan gudang yang memadai sangat penting untuk menjaga kualitas barang agar tidak rusak akibat penyimpanan yang terlalu lama.

Ia menyebut beberapa toko di Lanny Jaya memiliki cabang di Wamena, sehingga distribusi barang lebih terjamin dan kualitasnya tetap terjaga.

Dalam kunjungan tersebut, Viktor juga menegaskan komitmen Disperindag Papua Pegunungan untuk mendorong perkembangan Industri Kecil Dan Menengah (IKM) di berbagai kabupaten.

Menurutnya, tahun ini pemerintah provinsi telah mengusulkan sejumlah program pengembangan industri pengolahan hasil pertanian yang telah mendapat persetujuan Gubernur Papua Pegunungan.

Baca juga: Peringati HAN 2026 di Mimika, Siswi Asal Ambon Bangga Nyanyikan Lagu Daerah Kamoro

Program tersebut antara lain pengolahan hasil nanas di Wolo Lama, perbatasan Asologaima-Piramid, pengolahan buah merah di Bokondini dan Kelila, serta pengembangan kelompok tani padi sawah yang mengalami kendala dalam proses pengolahan menjadi beras.

“Kami ingin setiap tahun Disperindag Provinsi dapat masuk ke kabupaten-kabupaten secara bertahap, sehingga setiap daerah memiliki produk olahan unggulan yang dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat,” pungkas Viktor.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.