TRIBUNTRENDS.COM - Suasana hangat perayaan ulang tahun di sebuah restoran kawasan Mangga Besar, Sawah Besar, Jakarta Pusat, mendadak berubah menjadi kepanikan.
Keluarga yang semula berkumpul untuk merayakan ulang tahun sang nenek harus menyaksikan insiden yang mengejutkan di tengah acara.
Lagu ulang tahun yang rencananya diputar pun batal terdengar setelah sekelompok pria berbadan tegap memasuki lokasi pesta.
Diperkirakan berjumlah lima orang, rombongan tersebut langsung menghampiri seorang atlet golf perempuan bernama Jesslyn Wijaya (JW).
Saat itu, Jesslyn tengah berada bersama keluarga besarnya dan tidak menyangka akan menjadi sasaran aksi yang diduga sebagai penculikan.
Dua pria disebut langsung mengangkat tubuh korban dan membawanya menuju sebuah mobil berwarna hitam yang telah menunggu di luar restoran.
Dalam proses tersebut, mata Jesslyn juga dilaporkan ditutup secara paksa sehingga memicu kepanikan para tamu yang hadir.
Baca juga: Bejat! Oknum Pejabat Pelayanan Gizi Lampung Timur Nekat Culik dan Cabuli Bocah 9 Tahun
Peristiwa yang terjadi di tengah keramaian itu kini tengah diselidiki aparat kepolisian.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait dugaan penculikan tersebut.
"Benar, jadi kami menerima laporan polisi dari pelapor atas nama NH, selaku teman korban yang melaporkan adanya dugaan penculikan korban bernama JW," kata Roby dalam keterangannya, Senin (20/7/2026).
Laporan tersebut menjadi dasar penyelidikan untuk mengungkap kronologi dan pihak-pihak yang terlibat dalam kejadian tersebut.
Menurut Roby, insiden dugaan penculikan itu berlangsung pada Senin, 13 Juli 2026.
Korban diduga dibawa secara paksa oleh lima pria yang datang ke lokasi pesta.
Hingga kini, polisi masih mengumpulkan keterangan saksi serta menelusuri berbagai bukti untuk mengungkap kasus tersebut.
Penyelidikan terus dilakukan guna memastikan motif di balik dugaan penculikan dan keberadaan para pelaku.
"Kami dari Polres Jakarta Pusat sudah menerima laporan polisinya, dan sampai saat ini masih melakukan penyeldikan terhadap kejadian yang dilaporkan tersebut," ujarnya dilaporkan Jurnalis KompasTV, Prasetyo.
Pihak kepolisian, kata dia, telah meminta keterangan dari sejumlah saksi hingga melakukan pemeriksaan terhadap rekaman CCTV di lokasi kejadian.
Tepisah, Kuasa hukum pelapor, Andi Darti juga membenarkan kondisi mencekam saat jika Jesslyn dibawa.
Menurutnya suasana yang mulanya hangat mendadak berubah menjadi mencekam tepat ketika persiapan persiapan semarakkan suasana pesta dengan memutar lagu ulang tahun sang nenek, secara tiba-tiba sekelompok pria berbadan tegap menyergap Jesslyn.
"Menurut keterangan sejumlah saksi, sesaat sebelum acara ulang tahun dimulai, ketika seluruh persiapan telah selesai dan lagu ulang tahun akan diputar, korban diduga secara tiba-tiba ditutup matanya, kemudian diangkat dan digendong oleh dua orang laki-laki bertubuh besar menuju sebuah mobil berwarna hitam," tutur Andi.
Andi menyebut, berdasarkan sejumlah saksi di lokasi, Jesslyn sempat memberikan perlawanan agar bisa melarikan diri dari sekapan para penculik.
"Korban terdengar berteriak meminta pertolongan dan sempat berusaha keluar dari kendaraan, namun kemudian kembali dimasukkan ke dalam mobil. Kendaraan tersebut selanjutnya meninggalkan lokasi," ujarnya dikutip Kompas.com.
Pasca-insiden tersebut, akses komunikasi Jesslyn mati total.
Pihak keluarga juga memastikan korban tidak berada di kediamannya di daerah Pluit, Jakarta Utara.
Rekan dekat Jesslyn berinisial NAH akhirnya resmi melaporkan kasus perampasan kemerdekaan ini ke Polres Metro Jakarta Pusat pada Kamis (16/7/2026).
Saat disinggung terkait keberadaan korban, Roby menyebut pihaknya masih terus melakukan pencarian untuk mengungkap keberadaan Jesslyn.
"Belum (ditemukan). Jadi untuk korban sendiri masih kami lakukan penyelidikan keberadannya, ada kemungkinan tidak di Kota Jakarta," tuturnya.
"Kami masih melakukan penyidikan sampai dengan menemukan benarkah peristiwa ini atas kemauan korban atau memang ada dugaan tindak pidana penculikan seperti yang dilaporkan di awal."
Andi Darti, mengungkapkan bahwa pihaknya sempat melacak keberadaan Jesslyn dan mendapati korban hendak menuju ke Malaysia.
"Berdasarkan informasi yang diperoleh pelapor, terdapat indikasi bahwa pada 14 Juli 2026 korban melakukan perjalanan menuju Malaysia melalui Semarang," kata Andi dalam keterangan tertulisnya, dikutip Jumat (17/7/2026).
Meski demikian, Andi menyebut pihaknya belum bisa memastikan di mana lokasi dan kondisi sebenarnya Jesslyn saat ini.
Pasalnya, informasi tersebut bertolak belakang dengan titik lokasi terakhir dari ponsel milik korban yang terlacak masih berada di kawasan Puri Jimbaran, Jakarta Utara.
"Di sisi lain, pihak pelapor juga memperoleh informasi bahwa perangkat telepon seluler yang diduga milik korban masih terdeteksi berada di kawasan Puri Jimbaran. Perbedaan informasi tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari pendalaman penyidik untuk mengungkap keberadaan korban yang sebenarnya," ucap Andi.
Hingga saat ini, pihak keluarga korban juga disebut masih tak bisa menghubungi korban lantaran ponsel dan seluruh media sosialnya tidak aktif.
Andi juga menyebut pihaknya sudah melakukan penelusuran hingga pencarian ke apartemen korban yang berada di kawasan Pluit, Jakarta Utara, tetapi korban tak ada di rumahnya.
Baca juga: Sosok Alex Iskandar, Ayah Tiri yang Tega Culik dan Bunuh Alvaro Kiano Nugroho: Tidak Suka Anak-anak!
Di sisi lain, Roby mengungkapkan bahwa pelapor telah mengajukan pencabutan laporan dugaan penculikan tersebut pada Minggu (19/7/2026) kemarin.
"Perkembangan terbarunya, pada Minggu (19/7/2026) pelapor datang kembali ke Polres Jakarta Pusat untuk mencabut laporan," ucap Roby.
"Namun, kami dari Polres Metro Jakarta Pusat belum menghentikan penyelidikan karena kita masih belum menemukan keterangan perkara yang sebenarnya terjadi, apakah ada perbuatan pidana atau tidak dalam peristiwa tersebut."
Jesslyn Wijaya Lay dikenal sebagai seorang pegolf putri berbakat yang aktif berpartisipasi dalam berbagai kejuaraan golf tingkat klub maupun komunitas nasional.
Jesslyn dikabarkan merupakan putri dari seorang pengusaha bernama Ponty Wijaya.
Bukan sekadar hobi, kemampuan mengayun klab golf milik Jesslyn tergolong mumpuni.
Salah satu pencapaian prestisius yang melambungkan namanya terjadi pada Juni 2023 lalu.
Saat itu, Jesslyn mencatatkan sejarah baru dalam ajang Chemical Golf Club Monthly Tournament.
Ia sukses memecahkan rekor sebagai lady (peserta wanita) pertama yang keluar sebagai juara kategori Best Nett Overall (BNO).
Dalam turnamen tersebut, Jesslyn tampil sangat mengesankan dengan membukukan skor Gross 90, Handicap 28, serta Nett 62.
(TribunTrends/Tribunnews)