TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi – Tim SAR gabungan menemukan satu dari dua anak buah kapal (ABK) perahu nelayan yang terbalik di perairan Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, pada hari kedua operasi pencarian, Selasa (21/7/2026). Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara satu ABK lainnya masih dalam pencarian.
Komandan Tim Operasi SAR, Andi Irawan, mengatakan korban ditemukan sekitar pukul 13.40 WIB setelah tim melakukan penyisiran di perairan Grajagan.
Baca juga: Perahu Nelayan Terbalik di Grajagan Banyuwangi, 2 orang Tewas, 2 Hilang
"Seorang korban dapat dievakuasi pada 13.40 WIB dalam keadaan meninggal dunia," kata Andi Irawan.
Korban kemudian diidentifikasi sebagai Sutris (34), warga Desa Purwoasri, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi.
Menurut Andi, korban ditemukan sekitar 0,43 nautical mile (nm) dari lokasi awal perahu dilaporkan terbalik akibat diterjang ombak.
Setelah ditemukan, jenazah dievakuasi menggunakan perahu karet Basarnas, dimasukkan ke dalam kantong jenazah, lalu dibawa ke daratan menggunakan ambulans.
"Jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka untuk proses lebih lanjut," ujarnya.
Baca juga: Perahu Nelayan Terbalik di Grajagan Banyuwangi, 2 orang Tewas, 2 Hilang
Operasi pencarian pada hari kedua dibagi menjadi dua tim. Tim pertama melakukan penyisiran di laut menggunakan perahu karet Basarnas dan perahu nelayan, sedangkan tim kedua menyisir sepanjang Pantai Grajagan.
Usai proses evakuasi, seluruh personel kembali melanjutkan pencarian terhadap satu korban yang hingga kini belum ditemukan. Operasi dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca serta keselamatan personel di lapangan.
Baca juga: Viral Momen Menegangkan Perahu Terbalik di Pantai Banyuwangi, Tidak Ada Korban Jiwa
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, mengatakan operasi SAR melibatkan puluhan personel dari berbagai instansi, antara lain Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, Pos TNI AL Grajagan, Koramil dan Polsek Purwoharjo, Polairud Polresta Banyuwangi, Ditpolairud Polda Jawa Timur, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Banyuwangi, Dinas Perikanan Grajagan, BPBD Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Desa Grajagan, serta nelayan setempat.
Selama operasi berlangsung, cuaca dilaporkan cerah dengan tinggi gelombang sekitar 0,5 hingga 1 meter dan kecepatan angin 7–9 km/jam, sehingga proses pencarian dapat dilakukan dengan aman.
"Memasuki hari kedua operasi SAR, kami bersama seluruh unsur SAR gabungan terus mengoptimalkan upaya pencarian terhadap korban yang masih belum ditemukan. Strategi pencarian disesuaikan dengan kondisi arus, gelombang, dan hasil evaluasi di lapangan," kata I Made Oka Astawa.