Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Alivio Mubarak Junior
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Reza Arap mengenang momen-momen berharga yang dilaluinya bersama mendiang Lula Lahfah saat proses syuting film Harusnya Horror.
Film tersebut menjadi karya perdana Reza Arap sebagai sutradara sekaligus proyek terakhir yang mempertemukannya dengan Lula Lahfah di layar lebar.
Baca juga: Cara Berbeda Reza Arap Rayakan Ulang Tahun Mendiang Lula Lahfah, Tidak ke Makam sang Kekasih
Sebagai informasi, Reza Arap dan Lula Lahfah menjalin hubungan asmara hingga bertunangan sejak pertengahan 2025. Namun Lula meninggal dunia pada awal 2026 sebelum film tersebut dirilis.
Reza Arap mengaku sulit memilih satu momen paling berkesan bersama Lula selama proses produksi film.
Baginya, seluruh waktu yang dihabiskan bersama sang tunangan merupakan kenangan terindah.
"Memori terindah ya, memori terindah buatku setiap detiknya itu indah ya setiap detik itu harusnya indah. Itu yang pertama," kata Reza Arap ditemui di kawasan Senayan, Jakarta, Senin (20/7/2026).
Menurut Reza, dirinya dan Lula benar-benar menikmati serta menghargai setiap momen selama syuting berlangsung.
Ia pun menyebut hasil akhir dari film tersebut menjadi kenangan yang sangat berharga bagi keduanya.
"Kami berdua benar-benar, benar-benar apa ya, mengapresiasi pokoknya menghargai setiap waktu, setiap detiknya, setiap menitnya bareng, eh proses syutingnya, semuanya. Jadi, eh kalau memori terindah ya menurutku itu hasilnya sih," jelas Reza Arap.
Di balik proses kreatif film tersebut, Reza Arap mengungkap tantangan terbesar justru datang setelah kepergian Lula Lahfah.
Ia mengaku harus tetap menyelesaikan berbagai tanggung jawab sebagai sutradara meski tengah berada dalam masa berkabung.
"Tantangan terbesarnya mungkin eh tantangan terbesarnya mungkin lebih ke after peninggalannya almarhumah sih," ujar Reza Arap.
Reza mengatakan dirinya tetap harus memberikan persetujuan dan revisi terhadap hasil akhir film.
Hal itu mengharuskannya kembali menyaksikan adegan-adegan yang melibatkan Lula, yang menjadi pengalaman emosional baginya.
"Karena kan itu aku harus tetap menjalankan project ini. Aku sebagai sutradara, aku harus apa ya memberikan approval, memberikan revisi, which is aku harus nonton filmnya dan itu berat banget," tuturnya.
Karena belum siap secara emosional, Reza memilih mengambil waktu untuk beristirahat selama beberapa bulan sebelum akhirnya memutuskan melanjutkan pekerjaannya.
"Aku butuh beberapa bulan gitu, berapa bulan gitu untuk, untuk akhirnya aku memutuskan untuk oke," ungkapnya.
"Ini tanggung jawab aku harus nonton gitu. Dan ya itu hal paling beratnya sih. Itu hal paling berat," pungkas Reza Arap.
Harusnya Horror merupakan debut Reza Arap sebagai sutradara film. Dalam proyek ini, ia turut melibatkan Lula Lahfah serta sejumlah rekan lainnya sebagai pemain.
Film tersebut dijadwalkan tayang di bioskop mulai 20 Agustus 2026. Selain Reza Arap dan Lula Lahfah, film ini juga dibintangi Bravyson dan Aloy.
Harusnya Horror mengisahkan arwah seorang wibu penakut yang gagal menakut-nakuti manusia.
Demi menyelesaikan misinya di alam baka untuk menakuti 100 ribu orang, ia terpaksa bekerja sama dengan sekelompok konten kreator horor gadungan yang tengah terlilit utang.
Kolaborasi tak terduga itu kemudian membawa mereka menciptakan konten horor yang viral di media sosial dengan balutan komedi dan unsur supranatural.