Sulawesi Tenggara Kantongi PMA Rp8,33 Triliun Awal 2026, Singapura Jadi Investor Asing Terbesar
Sitti Nurmalasari July 21, 2026 03:50 PM

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) sebesar Rp8,33 triliun pada Triwulan I atau Januari hingga Maret 2026.

Dari total tersebut, Singapura menjadi negara asal investor terbesar dengan nilai investasi lebih dari Rp5 triliun atau sekitar 60 persen dari keseluruhan PMA yang masuk ke Bumi Anoa.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sultra, La Ode Muhammad Nurjaya, mengatakan capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelaku usaha internasional terhadap iklim investasi di Sulawesi Tenggara. 

Menurutnya, sektor pengolahan dan hilirisasi mineral masih menjadi magnet utama bagi penanam modal asing.

“Masuknya investasi asing ini menjadi indikator bahwa Sultra masih menjadi salah satu daerah tujuan investasi yang menarik. Kami terus berupaya memberikan pendampingan kepada investor agar realisasinya terus meningkat,” ujar Nurjaya, Selasa (21/7/2026).

Baca juga: Investasi Sulawesi Tenggara Capai Rp13,1 Triliun Januari-Maret, Industri Logam dan Tambang Terbesar

Berdasarkan data DPMPTSP Sultra, Singapura mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp5,05 triliun.

Berikutnya ditempati Hongkong dengan nilai Rp1,85 triliun, disusul Kanada sebesar Rp1,27 triliun, Republik Rakyat Tiongkok Rp132 miliar, serta Jepang Rp6,45 miliar.

Sejumlah negara lain juga menanamkan modal di Sultra, di antaranya India senilai Rp2,77 miliar, Malaysia Rp1,23 miliar, Jerman Rp975,9 juta, Uni Emirat Arab Rp737,7 juta, Thailand Rp300 juta.

Lalu, Belanda Rp297,2 juta, Kepulauan Virgin Inggris Rp217,1 juta, Spanyol Rp147,4 juta, Korea Selatan Rp40 juta, dan Amerika Serikat Rp15,62 juta. 

Sementara itu, Benin dan Swiss belum mencatatkan realisasi investasi selama periode tersebut.

Baca juga: Perdagangan dan Reparasi Jadi Sektor Penyumbang Investasi Tertinggi Triwulan Pertama 2026 di Kendari

“Ia berharap capaian tersebut dapat dipertahankan hingga akhir 2026. DPMPTSP Sultra, akan terus memperkuat promosi peluang usaha, dan memberikan pendampingan kepada calon investor agar arus modal yang masuk semakin besar, sehingga mampu membuka lapangan kerja sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” jelasnya.

Kantor DPMPTSP Sultra berada di Jalan Mayjend S Parman No 2, Kelurahan Watu-Watu, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari.

Jarak kantor tersebut dengan Kantor Gubernur Sultra sekira 9,1 kilometer (km), waktu tempuh 16 menit berkendara motor atau mobil.

Kantor pemerintahan ini terletak di Kompleks Bumi Praja, Jalan Haluoleo, Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia. (*)

(TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.