TRIBUNMANADO.CO.ID - Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling (YSK) menjadi saksi dalam pencatatan perkawinan massal yang diikuti 131 pasangan di Aula Mapalus, Kantor Gubernur Sulut, Jalan 17 Agustus No. 69, Teling Atas, Kecamatan Wanea, Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut) pada Selasa (21/7/2026).
Kegiatan tersebut digelar Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 dan Hari Kependudukan Sedunia Tahun 2026.
Selain pencatatan perkawinan massal, pada kesempatan itu juga diserahkan penghargaan kepada pemerintah kabupaten dan kota yang menjadi pemenang Lomba Inovasi Pelayanan Publik Bidang Administrasi Kependudukan.
Dalam sambutannya, Gubernur YSK menegaskan pencatatan perkawinan bukan hanya sebatas seremoni, melainkan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan kepastian hukum kepada setiap keluarga.
"Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menunjukkan komitmen menghadirkan pelayanan publik yang semakin mudah, cepat, dan berpihak kepada masyarakat," kata YSK.
Menurutnya, dokumen perkawinan yang sah menjadi dasar penting bagi masyarakat untuk memperoleh berbagai hak dan layanan dari pemerintah.
"Lebih dari sekadar legalitas formal, dengan tercatatnya perkawinan secara sah, setiap pasangan memperoleh dokumen kependudukan yang lengkap serta kepastian hukum bagi seluruh anggota keluarga. Hal ini menjadi dasar mengakses layanan pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial hingga pelayanan administrasi lainnya," ujarnya.
YSK juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan Hari Keluarga Nasional sebagai momentum memperkuat peran keluarga dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas.
Ia menilai keluarga merupakan fondasi utama pembangunan daerah karena dari keluarga akan lahir generasi yang sehat, cerdas, produktif, dan berkarakter.
Tak hanya itu, Gubernur juga mengingatkan pentingnya administrasi kependudukan yang tertib dan akurat. Menurutnya, setiap peristiwa penting seperti perkawinan, kelahiran, kematian hingga perpindahan penduduk harus tercatat dengan baik sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan.
Pada kesempatan tersebut, YSK turut memberikan apresiasi kepada pemerintah kabupaten dan kota yang berhasil menghadirkan inovasi pelayanan administrasi kependudukan.
Ia berharap berbagai inovasi yang telah lahir tidak berhenti pada ajang perlombaan, tetapi menjadi budaya kerja di seluruh jajaran pemerintah.
"Inovasi harus menjadi budaya kerja sehingga pelayanan administrasi kependudukan semakin cepat, mudah, inklusif, transparan, dan berbasis digital," tegasnya.
Kepada seluruh jajaran Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil se-Sulawesi Utara, Gubernur meminta agar terus meningkatkan profesionalisme, memperkuat sinergi, serta memanfaatkan teknologi informasi untuk memberikan pelayanan yang semakin berkualitas kepada masyarakat.
Di akhir sambutannya, YSK menyampaikan ucapan selamat kepada 131 pasangan yang telah mengikuti pencatatan perkawinan massal.
Ia berharap seluruh keluarga yang terbentuk dapat hidup harmonis, penuh kasih sayang, dan menjadi pondasi lahirnya generasi unggul di Bumi Nyiur Melambai. (Ren)
Baca juga: Jadwal Pendaftaran dan Pelaksanaan Kawin Massal Digelar Pemprov Sulut, Gratis