Yang penting adalah anggota, yaitu masyarakat di pedesaan, tersejahterakan. Mudah mencari barang yang dibutuhkan dengan harga yang lebih menarik, kualitas lebih baik, sesuai dengan kebutuhan

Jakarta (ANTARA) - Guru Besar Ikopin University Sugiyanto menilai keberhasilan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) seharusnya tidak diukur dari banyaknya koperasi yang dibentuk, melainkan dari manfaat nyata atau member value yang dirasakan anggotanya.

Dalam webinar yang diselenggarakan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Jakarta, Selasa, Sugiyanto menyebut manfaat tersebut tercermin dari kemudahan masyarakat memperoleh barang yang dibutuhkan dengan harga yang lebih terjangkau, kualitas yang lebih baik dan sesuai kebutuhan.

"Yang penting adalah anggota, yaitu masyarakat di pedesaan, tersejahterakan. Mudah mencari barang yang dibutuhkan dengan harga yang lebih menarik, kualitas lebih baik, sesuai dengan kebutuhan," ujarnya.

Lebih lanjut, Sugiyanto menilai program KDKMP memiliki potensi besar untuk memperkuat perekonomian desa.

Namun, menurut dia, keberhasilannya sangat bergantung pada konsistensi seluruh pihak dalam menjalankan program tersebut agar mampu memberikan manfaat nyata bagi anggotanya.

Sejalan dengan itu, pemerintah terus mendorong masyarakat menjadi anggota Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih agar dapat merasakan manfaat ekonomi yang ditawarkan koperasi.

Pemerintah juga mengajak penerima bantuan sosial (bansos) untuk bergabung sebagai anggota koperasi.

Selain itu, pemerintah menetapkan KDKMP sebagai salah satu jalur penyaluran bantuan sosial dan berbagai barang bersubsidi, sekaligus menjadi offtaker atau pembeli hasil panen petani, khususnya gabah, beras dan jagung.

Melalui peran tersebut, KDKMP diharapkan menjadi infrastruktur pemerintah dalam menyalurkan berbagai program kepada masyarakat sekaligus menyerap hasil panen ketika harga komoditas berada di bawah harga yang ditetapkan pemerintah.

Berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa (Simkopdes) yang diakses pada 21 Juli 2026, sebanyak 83.381 KDKMP telah berbadan hukum dengan sekitar 2,5 juta anggota yang telah teraktivasi.

Dalam implementasinya, belum seluruh KDKMP memiliki sarana fisik berupa gerai, gudang dan fasilitas pendukung lainnya yang dibangun PT Agrinas Pangan Nusantara.

Dari 35.857 lahan yang telah terverifikasi untuk pembangunan gerai, sebanyak 18.254 titik masih dalam tahap pembangunan, sedangkan 17.133 titik telah mencapai progres pembangunan 100 persen.

Sementara itu, nilai transaksi yang tercatat melalui KDKMP telah mencapai Rp62,12 miliar sepanjang 2026.