Max Dowman, Estevao, Cavan Sullivan dan 20 Wonderkid NXGN yang Tak Sabar Kami Lihat Tampil di Piala Dunia 2030
Hendra Wijaya July 21, 2026 06:57 PM

Dan begitu saja, semuanya berakhir. Setelah lima setengah minggu penuh aksi menegangkan, Piala Dunia 2026 mulai menjadi kenangan, meninggalkan jejak sejarah sebagai turnamen internasional terbesar dalam sejarah sepak bola, sementara Spanyol sebagai juara masih larut dalam perayaan mereka.

La Roja menjadi salah satu tim yang merasakan manfaat besar dari penampilan para remaja berbakat luar biasa. Lamine Yamal dan pemenang penghargaan Pemain Muda Terbaik FIFA, Pau Cubarsi, tampil menonjol di bawah asuhan Luis de la Fuente. Kemampuan mereka di usia 19 tahun menunjukkan bahwa keduanya berpotensi menjadi legenda Piala Dunia di masa depan.

Di tempat lain, Ayyoub Bouaddi menegaskan statusnya sebagai salah satu gelandang muda paling dicari di dunia lewat performanya bersama Maroko, Gilberto Mora memenuhi ekspektasi publik dengan penampilannya untuk tuan rumah Meksiko, sementara Ibrahim Mbaye dan Karim Alajbegovic mencetak gol spektakuler untuk Senegal dan Bosnia & Herzegovina.

Meski kejuaraan antarbenua akan menjadi ajang berikutnya di kalender internasional, sulit untuk tidak memikirkan Piala Dunia berikutnya. Dengan Spanyol, Portugal, dan Maroko sebagai tuan rumah (serta tiga laga pembuka di Amerika Selatan), Piala Dunia 2030 akan kembali menjadi panggung bagi para bintang masa depan untuk memperkenalkan diri mereka kepada dunia.

Lalu, siapa saja pemain muda potensial yang bisa bersinar di Piala Dunia berikutnya? GOAL telah memilih 20 talenta muda yang memenuhi kriteria NXGN (lahir pada 2007 atau setelahnya) yang diprediksi akan mencuri perhatian di turnamen 2030 nanti.

Estevao (Brasil)

Brasil mengalami kegagalan paling awal di Piala Dunia sejak 1990 setelah disingkirkan Norwegia di babak 16 besar. Meski banyak faktor yang mempengaruhi nasib tim Carlo Ancelotti, absennya Estevao karena cedera jelas tidak membantu peluang Selecao.

Winger Chelsea ini mencetak lima gol dalam enam pertandingan internasional antara September dan November 2025, yang membuatnya menjadi pilihan utama Ancelotti di sisi berlawanan dari Vinicius Jr. Namun, cedera hamstring parah pada April membuatnya absen dari turnamen besar pertamanya.

Pemain berusia 19 tahun ini masih punya banyak waktu dan kemampuan untuk kembali memperkuat Brasil, bahkan menjadi pemimpin tim. Satu-satunya hambatan mungkin konsistensi kebugarannya, namun diharapkan tubuhnya akan menyesuaikan diri dengan kerasnya Premier League agar bisa menampilkan potensi terbaiknya untuk klub dan negara.

Eduardo Conceicao (Brasil)

Sementara Estevao sudah mapan di skuad Brasil, ada talenta muda lain yang siap menembus level internasional pada 2030, dan salah satunya adalah Eduardo Conceicao, yang kini tengah diburu klub-klub besar Eropa.

Seperti Estevao dan Endrick, Conceicao adalah produk akademi Palmeiras. Menjelang ulang tahunnya yang ke-17, winger yang lebih nyaman bermain di sisi kiri ini diprediksi akan menjadi bintang serangan berikutnya bagi Selecao, terutama jika ia bergabung dengan Manchester United, Manchester City, Barcelona, atau Paris Saint-Germain yang semuanya tertarik merekrutnya.

Lennart Karl (Jerman)

Bersama Estevao, Lennart Karl dari Jerman juga menjadi talenta besar yang absen di Piala Dunia 2026 karena cedera. Penyerang Bayern Munich ini sejatinya diprediksi menjadi starter dalam skuad Julian Nagelsmann di Amerika Utara setelah tampil impresif di laga-laga awal bersama timnas.

Masalah paha membuat pemain berusia 18 tahun ini terpaksa mundur seminggu sebelum turnamen dimulai, dan absennya Karl terasa ketika Die Mannschaft tersingkir di babak 32 besar. Jurgen Klopp, yang akan mengambil alih kursi pelatih, diyakini akan menjadikan Karl sebagai pusat harapan Jerman menuju 2030.

Kennet Eichhorn (Jerman)

Setelah gagal lolos ke 16 besar untuk ketiga kalinya secara beruntun, publik Jerman menuntut wajah baru di skuad nasional, dan Kennet Eichhorn menjadi salah satu nama yang diharapkan segera menguatkan lini tengah mereka.

Meski baru berusia 16 tahun, Eichhorn sudah mengantongi banyak pengalaman bersama Hertha Berlin dan kini bergabung dengan Bayer Leverkusen, menolak tawaran Liverpool demi kesempatan tampil di Bundesliga. Ia sering dibandingkan dengan Toni Kroos, dan fans Jerman berharap besar ia bisa memenuhi ekspektasi itu.

Marc Bernal (Spanyol)

Sementara Brasil dan Jerman masih berbenah, pesta di Spanyol belum berhenti setelah kemenangan atas Argentina di final. La Roja menjuarai dunia dengan skuad muda, dan masih banyak bakat baru menunggu giliran.

Salah satu isu empat tahun ke depan adalah konsistensi Rodri yang kini memasuki usia 30-an. Meski memenangkan Bola Emas sebagai pemain terbaik turnamen, performanya di tim nasional berbeda dengan di klub setelah cedera ACL. Untungnya, Spanyol sudah memiliki pengganti ideal di Marc Bernal dari Barcelona. Gelandang berusia 19 tahun ini sering dibandingkan dengan Sergio Busquets, namun juga mampu berkontribusi dalam serangan dan pertahanan, menjadikannya calon kuat untuk menembus skuad utama Luis de la Fuente.

Xavi Espart (Spanyol)

Spanyol tak hanya berjaya di level senior, tapi juga di level junior, dengan tim U-19 mereka menjuarai Kejuaraan Eropa di Wales. Di antara para pemain muda berbakat itu, Xavi Espart menonjol sebagai sosok paling menjanjikan di Barcelona.

Gelandang serbabisa ini sering dibandingkan dengan Joshua Kimmich. Setelah debut musim lalu, Espart diprediksi akan mendapatkan lebih banyak menit bermain di bawah Hansi Flick pada musim 2026-27. Jika tampil konsisten, panggilan ke tim nasional senior hanya tinggal menunggu waktu.

Ebrima Tunkara (Spanyol)

Di level U-17, meski gagal mengikuti jejak tim senior, Ebrima Tunkara tetap bersinar setelah dinobatkan sebagai Pemain Terbaik di Kejuaraan Eropa U-17 di Estonia. Gelandang serang berusia 16 tahun ini disebut-sebut sebagai talenta terbaik dari La Masia setelah Lamine Yamal, dan diharapkan keduanya menjadi duet mematikan bagi Barcelona dan Spanyol di masa depan.

Franco Mastantuono (Argentina)

Argentina kini memasuki era pasca-Lionel Messi, dan Franco Mastantuono dianggap sebagai penerus yang potensial. Pemain berusia 18 tahun ini menjadi pemain termuda yang tampil untuk La Albiceleste di laga kompetitif pada Juni 2025. Meski gagal masuk skuad Piala Dunia karena musim pertamanya di Real Madrid kurang memuaskan, ia tetap dianggap sebagai prospek besar untuk empat tahun ke depan.

Max Dowman (Inggris)

Untuk Inggris yang tersingkir di semifinal, penantian panjang mereka akan trofi besar berlanjut. Namun, Euro 2028 di kandang bisa menjadi kesempatan emas. Salah satu pemain yang diharapkan memimpin generasi baru adalah Max Dowman dari Arsenal, yang dijuluki sebagai 'bakat generasi'.

Pemain berusia 16 tahun ini mencetak sejarah sebagai pencetak gol termuda di Premier League saat menghadapi Everton pada Maret. Bermain di posisi gelandang serang, Dowman diharapkan bisa berkolaborasi dengan Jude Bellingham di masa depan, membentuk duet berkelas dunia bagi The Three Lions.

Rio Ngumoha (Inggris)

Rio Ngumoha mencuri perhatian saat debut untuk Inggris dalam laga uji coba melawan Selandia Baru. Winger Liverpool berusia 17 tahun ini diprediksi akan mendapat lebih banyak kesempatan di bawah pelatih baru Andoni Iraola. Dengan kemampuan dribel cepat dan tembakan akurat, Ngumoha tampaknya akan menjadi bagian penting dari skuad Inggris sebelum 2030.

JJ Gabriel (Inggris)

Manchester United memiliki talenta muda yang paling ditunggu publik, JJ Gabriel. Striker berusia 15 tahun ini memimpin lini depan tim U-18 musim lalu dan kini dipersiapkan untuk debut di tim utama. Jika ia memenuhi ekspektasi, Gabriel berpeluang tampil di Piala Dunia 2030 sebagai remaja.

Cavan Sullivan (Amerika Serikat)

Meski gagal melaju jauh sebagai tuan rumah, Amerika Serikat meninggalkan kesan positif. Cavan Sullivan, gelandang Philadelphia Union, menjadi simbol harapan baru sepak bola AS. Ia telah sepakat bergabung dengan Manchester City pada 2027 dan tampil menjanjikan di MLS. Banyak yang menilai Sullivan sebagai pemain muda paling berbakat di dunia pada usianya, dan ia berpotensi menjadi bintang besar AS di masa depan.

Julian Hall (Amerika Serikat)

Julian Hall dari New York Red Bulls menjadi sorotan di MLS setelah mencetak sembilan gol dan empat assist dalam 15 laga, bahkan mencatat hat-trick termuda dalam sejarah liga. Jika terus berkembang, ia bisa menjadi andalan tim nasional AS di Piala Dunia 2030.

Rodrigo Mora (Portugal)

Portugal kini menatap masa depan tanpa Cristiano Ronaldo. Rodrigo Mora dari Porto menjadi salah satu penerus potensial. Ia sudah tampil di tim senior dan membantu negaranya menjuarai Nations League 2025. Penampilannya di Liga Portugal dan Liga Europa menarik minat klub besar seperti Barcelona dan PSG.

Sean Steur (Belanda)

Newcastle mengejutkan banyak pihak dengan mengeluarkan hingga £23 juta untuk Sean Steur dari Ajax. Gelandang berusia 18 tahun ini menunjukkan kemampuan luar biasa dalam mengatur tempo permainan dan diharapkan segera menjadi bagian dari tim utama Belanda menjelang Piala Dunia 2030.

Nathan De Cat (Belgia)

Nathan De Cat pindah dari Anderlecht ke Hoffenheim dengan nilai €20 juta. Meski tak masuk skuad Piala Dunia 2026, gelandang berusia 18 tahun ini diyakini akan segera menjadi andalan tim nasional Belgia berkat kemampuannya bermain di berbagai posisi lini tengah.

Gabriel Rajkovic (Norwegia)

Norwegia mencapai perempat final untuk pertama kalinya dalam 28 tahun, dan generasi emas mereka tampak siap berlanjut. Winger muda Gabriel Rajkovic menjadi pemain termuda yang debut di liga Norwegia dan diharapkan mengikuti jejak Erling Haaland serta Martin Odegaard menuju puncak sepak bola Eropa.

Abdellah Ouazane (Maroko)

Maroko terus menjadi kebanggaan Afrika dengan performa luar biasa di dua edisi terakhir Piala Dunia. Salah satu bintang berikutnya adalah Abdellah Ouazane, gelandang Ajax kelahiran Amsterdam yang dinobatkan sebagai Pemain Terbaik di Piala Afrika U-17 2025. Meski gagal bergabung dengan Real Madrid, minat klub elite Eropa terhadapnya menunjukkan seberapa besar bakat yang dimilikinya.

Jorthy Mokio (Republik Demokratik Kongo)

DR Kongo tampil mengesankan di Piala Dunia 2026 dan Jorthy Mokio, pemain muda Ajax berusia 18 tahun, diharapkan segera memperkuat tim nasional. Ia bisa bermain sebagai bek atau gelandang dan sempat dikaitkan dengan Manchester United serta Chelsea sebelum memperpanjang kontraknya di Ajax hingga 2031.

Samuele Inacio (Italia)

Italia gagal lolos ke tiga edisi Piala Dunia terakhir, namun generasi baru mereka, termasuk Samuele Inacio dari Borussia Dortmund, memberi harapan baru. Gelandang serang berusia 18 tahun ini sudah tampil dan mencetak gol di Bundesliga serta debut di tim nasional. Bersama Luca Reggiani, Honest Ahanor, dan Francesco Camarda, Inacio diharapkan membawa Italia kembali ke panggung dunia pada 2030.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.