Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Polres Bogor berhasil membongkar peredaran narkotika jenis baru berupa zat etomidate di wilayah Kabupaten Bogor.
Narkotika tersebut berupa campuran cairan liquid untuk rokok elektik atau biasa disebut 'pod getar' yang penggunaanya dengan cara dihisap.
Dari satu orang pelaku yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka beinisi EJ, polisi menyita barang bukti 65 pcs catridge siap edar.
Harga satu catridge tersebut dijual dengan harga Rp4 hingga 6 juta rupiah dengan sistem COD.
Kapolres Bogor, AKBP Wiikha Ardilestanto mengatakan, pengguna narkoba varian baru tersebut menyasar kalangan menengah ke atas.
"Kalau lihat harganya saya kira ini yang menengah ke atas, dan di lokasi kita menemukannya juga di wilayah polsek yang di situ banyak perumahan-perumahan yang elite, menengah ke atas," ujarnya, Selasa (21/7/2026).
Sementara itu, Kasatnarkoba Polres Bogor AKP Maulana Yusuf Bakhtiar mengatakan, efek samping pod getar tersebut membuat penggunanya hilang sebagian kesadaran.
"Etomidate itu sebenarnya obat bius yang dimasukan ke catridge kemudian dihisap. Efeknya setengah bius, halusinasi," katanya.
Menurutnya, pelaku memasarkan narkoba tersebut melalui media sosial kemudian bertemu di suatu tempat untuk transaksi.
Di samping itu, kata dia, pembelinya pun merupakan kalangan tertentu yang sudah mengetahui.
"Mereka komunikasi di medsos, kemudian ketemu di tempat janjian. Jadi orang-orang ini udah tau, mereka-mereka ini kalau sudah langganan pasti tau yang jualnya," katanya.
Barang haram tersebut ditemukan dari tangan seorang pria berinisial EJ yang diamankan di kediamannya di kawasan Griya Bukit Jaya, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor.
Dari tangan pelaku tersebut, polisi menyita sebanyak 65 cartridge atau wadah cairan pod getar yang siap diedarkan.
Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menyebut pengungkapan ini menjadi yang pertama dilakukan oleh Polres Bogor bahkan di wilayah hukum Polda Jawa Barat.
Pasalnya, selama ini peredaran narkotika jenis etomidate masih cukup langka dan lebih banyak ditemukan di wilayah Jakarta.
"Ini cukup menarik, karena selama ini kita temukan di wilayah Jakarta kalau rekan-rekan sering lihat, nah ini ternyata barang ini sudah masuk di wilayah Kabupaten Bogor," ujarnya, Senin (20/7/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku mengaku baru menjalankan bisnis haram tersebut dalam kurun waktu dua bulan terakhir.
Satu cartridge pod getar yang mengandung zat etomidate dijual dengan harga antara Rp4 juta hingga Rp6 juta.
"Ini yang kita temukan harganya Rp6 juta. Jadi bisa dibayangkan, ini dipakai untuk rokok elektrik yang mungkin hanya dipakai sekitar 40 kali hisap," katanya.
Selain pod getar, polisi juga menyita narkotika jenis happy water sebanyak 70 bungkus dari tangan pelaku.
Setiap bungkus happy water berupa narkotika sintetis cair tersebut diketahui dijual dengan harga sekitar Rp600 ribuan.
Masuknya narkotika jenis baru dengan harga jual tinggi ke wilayah Kabupaten Bogor itupun menjadi perhatian serius aparat kepolisian.
Pihaknya akan terus meningkatkan pengawasan dan penindakan guna mencegah meluasnya peredaran narkotika di kalangan masyarakat.
"Nah ini cukup mengkhawatirkan, karena barang semahal ini sudah masuk ke wilayah Kabupaten Bogor," pungkasnya.