Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhammad Uqel
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang menargetkan sebanyak 5.000 warga usia produktif mengikuti program pelatihan kerja, vokasi, dan pemagangan gratis sepanjang 2026.
Program ini disiapkan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja sekaligus memperluas peluang kerja dan menekan angka pengangguran di Kabupaten Serang.
Pelaksanaan program tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas bersama Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang, organisasi perangkat daerah (OPD), serta Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Aula KH Syam'un, Sekretariat Daerah Kabupaten Serang, Selasa (21/7/2026).
Baca juga: Nasib Puspemkab Serang Masih Menggantung, PUPR Minta Bantuan Keuangan Pemprov Banten
Najib mengatakan, program ini terbuka bagi masyarakat yang sedang mencari pekerjaan maupun pekerja aktif yang ingin meningkatkan kemampuan agar sesuai dengan kebutuhan industri.
"Kami membuka kesempatan seluas-luasnya untuk mengikuti pelatihan kerja, vokasi, dan pemagangan. Program ini ditujukan bagi pencari kerja maupun karyawan yang ingin meningkatkan keterampilan sesuai kebutuhan industri," ujar Najib.
Menurut Najib, jenis pelatihan akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah dan sektor industri.
Sejumlah bidang yang disiapkan antara lain pelatihan juru las (welder), operator las, digital marketing, hingga keterampilan konstruksi.
Khusus pelatihan tenaga bangunan, program tersebut menjadi bagian dari Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten Serang.
Tujuannya agar tenaga kerja lokal memiliki kompetensi sesuai standar.
Program ini juga menyasar kelompok rentan, termasuk korban kekerasan yang berada dalam pendampingan Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak (Satgas PPA), sehingga mereka memiliki keterampilan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi.
Pelatihan akan dilaksanakan di Balai Latihan Kerja (BLK) Serang, lingkungan perusahaan, maupun di tingkat kecamatan sesuai jadwal yang akan ditetapkan.
Pemkab Serang memastikan anggaran program telah disiapkan, termasuk dukungan biaya transportasi dan tempat tinggal bagi peserta selama mengikuti pelatihan.
Untuk program pemagangan nasional, peserta akan ditempatkan di berbagai perusahaan, termasuk kantor media, dengan uang saku atau upah yang ditanggung pemerintah.
Najib menilai program pelatihan yang selama ini dijalankan terbukti efektif meningkatkan penyerapan tenaga kerja.
"Hampir 100 persen lulusan pelatihan langsung bekerja. Contohnya pelatihan tenaga keamanan (security) yang diikuti 110 peserta beberapa waktu lalu, sebagian besar sudah terserap di dunia kerja," katanya.
Ia mengakui masih ada kendala karena sebagian warga enggan bekerja di luar daerah, seperti Tangerang, akibat faktor jarak maupun pertimbangan keluarga.
Meski demikian, Pemkab Serang tetap berupaya memperluas peluang kerja di wilayah Kabupaten Serang maupun daerah sekitarnya.
Najib mengungkapkan, dalam satu tahun terakhir angka pengangguran terbuka di Kabupaten Serang berhasil turun lebih dari 1 persen atau sekitar 3.000 orang.
Tahun ini, Pemkab Serang menargetkan sedikitnya 5.000 warga mengikuti program pelatihan kerja untuk semakin menekan angka pengangguran.
"Kami berharap seluruh pihak dapat bersinergi agar setiap warga usia produktif memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan kualitas diri dan memperoleh pekerjaan yang layak," pungkasnya.