Kasus yang menjerat DM itu bermula ketika tiga anak melaporkan pencabulan yang mereka alami ke orang tuanya. Lalu, prang tua mereka selanjutnya melapor ke polisi
PROHABA.CO, MAKASSAR - Seorang kakek berinisial DM (60) ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pelecehan seksual yang menimpa puluhan murid SD di Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Kasus yang melibatkan kakek DM tersebut kini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polrestabes Makassar.
Selain itu, pelaku juga sudah ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Sekretaris Shelter Warga Antang Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Makassar, Fony Hataul, mengatakan bahwa pelaku sehari-hari bekerja sebagai penjaga warung.
"Penjaga warung. Di rumahnya warung. Saya nggak bisa langsung justice ya," kata Fony, dikutip dari TribunTimur, Senin (20/7/2026) dan disadur kembali dari Kompas.com
Melapor ke orang tua
Kasus yang menjerat DM bermula ketika tiga anak melaporkan pencabulan yang mereka alami ke orang tuanya. Lalu, prang tua mereka selanjutnya melapor ke polisi.
Namun, aduan pelapor sempat dicabut sehingga penyelidikan terhenti.
Setelah tim DP3A Shelter Antang melakukan penelusuran mendalam, terungkap fakta bahwa ada 32 anak yang menjadi korban.
Pelaku biasanya melakukan aksi tersebut saat murid datang berbelanja di warungnya dengan menggendong dan meraba area sensitif tubuh anak.
Para korban mengalami trauma, sehingga DP3A Kota Makassar memberikan pendampingan konseling melalui UPTD.
Korban mencakup anak laki-laki dan perempuan dari kelas 1 hingga kelas 6 SD.
Kasi Humas Polrestabes Makassar, Kompol Wahiduddin mengatakan, pelaku sudah diamankan Unit PPA dan resmi ditetapkan sebagai tersangka.
"Jadi saat ini pelaku yang diduga tersangka sudah diamankan oleh Unit PPA Polrestabes Makassar," ujarnya.
"Saat ini sudah dalam proses pemeriksaan dan telah dijadikan tersangka," tambah Wahid.
Wahid menyampaikan, sudah ada sepuluh orang tua yang melapor.
Polisi juga masih mendalami jumlah korban pelecehan seksual yang mencapai 32 orang.
"Kami masih menunggu adanya korban lain. Kami masih mendalami soal 32 korban, apakah betul, nanti diinterogasi kembali," imbuh Wahid.(*)