Realisasi PKB Capai 43 Persen di Semester 1, Samsat Cilegon Optimis Target Tercapai di Akhir Tahun
Abdul Rosid July 21, 2026 08:01 PM

TRIBUNBANTEN.COM, CILEGON - Realisasi penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di Samsat Kota Cilegon hingga semester pertama 2026 telah mencapai 43 persen dari target tahunan.

Capaian tersebut menjadi yang tertinggi secara persentase di lingkungan Samsat se-Polda Banten, sekaligus menjadi modal bagi Samsat Cilegon untuk mengejar target penerimaan hingga akhir tahun.

Kepala Samsat Kota Cilegon, TB Mochamad Kurniawan, mengatakan pencapaian tersebut merupakan hasil dari berbagai upaya optimalisasi yang dilakukan selama enam bulan terakhir, termasuk pelaksanaan program Taat Pajak (Tapak) dan sosialisasi langsung kepada masyarakat.

Baca juga: Realisasi Belanja APBD Banten per Juli 2026 Baru 35 Persen: Dominasi Belanja Pegawai, Fisik Nihil

"Alhamdulillah, untuk pencapaian PKB di Samsat Cilegon pada semester pertama sudah mencapai 43 persen. Dari sisi persentase, capaian ini menjadi yang tertinggi di jajaran Polda Banten," kata TB Mochamad Kurniawan saat ditemui, Selasa (21/7/2026).

Meski demikian, ia menjelaskan apabila dilihat dari besaran penerimaan secara keseluruhan, Samsat Serpong masih menjadi yang terbesar.

Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari berbagai strategi jemput bola yang dilakukan Samsat Cilegon guna meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan.

Di antaranya melalui pemasangan stiker pengingat pajak kendaraan di sejumlah kawasan strategis serta kegiatan sosialisasi kepada masyarakat.

"Intinya, seluruh langkah yang kami lakukan bertujuan untuk mengoptimalkan pendapatan daerah dari sektor pajak kendaraan bermotor," ujarnya.

Selain capaian penerimaan PKB, Samsat Cilegon juga berhasil melampaui target jumlah kendaraan yang melakukan pembayaran pajak melalui program TAPAK.

Pada semester pertama 2026, Samsat Cilegon menargetkan sebanyak 1.890 kendaraan mengikuti program tersebut.

Namun hingga akhir semester pertama, realisasinya mencapai 1.946 kendaraan atau sekitar 102 persen dari target yang telah ditetapkan.

"Dari sisi unit kendaraan, target kami sudah terlampaui. Targetnya 1.890 unit, realisasinya mencapai 1.946 unit atau sekitar 102 persen," jelasnya.

Sementara itu, nilai penerimaan dari pelaksanaan program TAPAK mencapai sekitar Rp4,8 miliar.

Kurniawan menjelaskan keberhasilan tersebut juga didukung oleh keterlibatan seluruh pegawai Samsat Cilegon.

Sebanyak 64 pegawai diberikan target untuk mengoptimalkan pelayanan sekaligus mendorong peningkatan kepatuhan wajib pajak.

Secara keseluruhan, target penerimaan Samsat Cilegon pada 2026 mencapai Rp169.140.934.500.

Hingga semester pertama, realisasi penerimaan telah mencapai sekitar Rp72,8 miliar atau setara 43 persen.

Rinciannya, target penerimaan dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar Rp104 miliar.

Dari target tersebut, realisasi yang telah dicapai mencapai sekitar Rp45 miliar atau sekitar 43 persen.

Sementara untuk Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), target penerimaan sebesar Rp64 miliar.

Adapun realisasinya hingga semester pertama mencapai sekitar Rp27 miliar atau sebesar 42,58 persen.

Sedangkan penerimaan dari sektor pajak alat berat ditargetkan sebesar Rp247 juta.

Hingga pertengahan tahun, realisasi yang berhasil dikumpulkan baru mencapai sekitar Rp37 juta atau sekitar 15 persen.

Meski masih menyisakan pekerjaan pada semester kedua, Kurniawan mengaku tetap optimistis target penerimaan pajak kendaraan bermotor tahun 2026 dapat tercapai.

Menurutnya, optimisme tersebut didukung karakteristik Kota Cilegon sebagai kawasan industri yang didominasi masyarakat urban.

"Masyarakat di Cilegon pada dasarnya membutuhkan kemudahan layanan pembayaran pajak. Karena itu kami terus berupaya memberikan pelayanan yang semakin mudah dan cepat," katanya.

Ia mengakui kondisi ekonomi nasional maupun global dapat memengaruhi kemampuan sebagian wajib pajak maupun pelaku usaha.

Namun demikian, pihaknya tetap yakin target penerimaan hingga akhir tahun dapat direalisasikan secara bertahap.

"Kami harus optimistis. Seluruh kepala Samsat di Banten juga harus memiliki optimisme yang sama. Mudah-mudahan pada triwulan ketiga nanti capaian terus meningkat dan pada akhirnya target minimal bisa tercapai sampai akhir tahun," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.