TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kemunculan Bibit Siklon Tropis 92W di sekitar wilayah Indonesia diungkap Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Berdasarkan analisis BMKG pada pukul 07.00 WIB, pusat sirkulasi Bibit Siklon Tropis 92W berada di sekitar 12,5 derajat Lintang Utara (LU) dan 135,6 derajat Bujur Timur (BT).
Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani mengatakan, sistem tersebut terbentuk pada Selasa (21/7/2026) pukul 01.00 WIB di Laut Filipina, sebelah utara Papua.
"Kecepatan angin maksimum yang terpantau saat ini 15 knot (28 km/jam) yang berada di kuadran tenggara hingga selatan sistem dan tekanan udara minimum 1008 hPa," kata Andri kepada Kompas.com, Selasa.
Andri menjelaskan, analisis citra satelit selama 24 jam terakhir menunjukkan aktivitas awan konvektif di sekitar sistem masih bersifat fluktuatif dan sporadis.
Namun, dalam enam jam terakhir mulai terlihat peningkatan aktivitas konvektif, terutama di sisi barat sistem.
Kondisi ini ditandai dengan mulai terbentuknya dense overcast dan deep convection, meski masih dalam cakupan wilayah yang relatif kecil.
Distribusi awan konvektif juga terpantau lebih dominan di sisi barat hingga tenggara pusat sirkulasi.
Selain itu, analisis angin pada berbagai lapisan atmosfer menunjukkan sirkulasi siklonik telah terbentuk dari lapisan permukaan hingga ketinggian 850 hPa, meski masih lemah dan menyebar.
Pada lapisan 700 hPa, sirkulasi bergeser ke arah barat, sedangkan pada lapisan 500 hPa sirkulasinya belum terlihat jelas.
Menurut Andri, perkembangan Bibit Siklon Tropis 92W didukung oleh aktifnya gelombang Equatorial Rossby di sebelah selatan sistem, serta sejumlah kondisi lingkungan yang cukup mendukung.
"Kondisi lingkungan sistem yang mendukung antara lain suhu muka laut yang hangat berkisar 28-30 derajat Celsius, kelembapan udara yang cukup basah pada lapisan permukaan hingga 700 hPa, serta vertical wind shear yang berada pada kategori rendah hingga sedang (15-20 knot)," ujarnya.
BMKG memperkirakan intensitas Bibit Siklon Tropis 92W dalam 24 jam ke depan masih relatif bertahan (persisten) dengan pergerakan ke arah barat.
Andri mengatakan, dalam periode 48 hingga 72 jam ke depan, intensitas sistem diprakirakan meningkat secara bertahap.
Kondisi tersebut ditandai dengan kecepatan angin maksimum yang dapat mencapai 20 knot serta pergerakan ke arah barat laut.
Andri mengatakan, peluang Bibit Siklon Tropis 92W berkembang menjadi siklon tropis dalam 24-72 jam ke depan masih berada pada kategori rendah.
Meski begitu, sistem ini diperkirakan tetap memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan Indonesia hingga 22 Juli 2026 pukul 07.00 WIB.
"Bibit Siklon Tropis 92W memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan di wilayah Indonesia," ujar Andri.
BMKG memprakirakan dampak yang berpotensi terjadi meliputi:
Hujan dengan intensitas sedang berpotensi di wilayah berikut:
Angin kencang berpotensi di wilayah berikut:
Gelombang laut dengan ketinggian 1,25-2,5 meter di wilayah berikut:
Demikian daftar wilayah yang berpotensi terdampak tidak langsung oleh Bibit Siklon Tropis 92W berdasarkan prakiraan BMKG.
Sumber: kompas.com