Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukoharjo memberikan apresiasi terhadap keputusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo yang menggelar sebagian rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kabupaten Sukoharjo di kawasan Solo Baru, Kecamatan Grogol.
Ketua DPRD Sukoharjo, Nurjayanto, menilai penyelenggaraan perayaan hari jadi di kawasan tersebut merupakan langkah strategis untuk mempertegas bahwa Solo Baru merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Kabupaten Sukoharjo.
Menurutnya, selama ini masih banyak masyarakat, terutama dari luar daerah, yang menganggap Solo Baru merupakan bagian dari wilayah Kota Solo.
Padahal secara administratif, kawasan yang berkembang menjadi pusat bisnis, perdagangan, pendidikan, dan permukiman tersebut berada di wilayah Kabupaten Sukoharjo.
Baca juga: HUT ke-80 Sukoharjo Jadi Momentum Evaluasi, Ketua DPRD Ajak Semua Pihak Bersinergi Bangun Daerah
Ia mengatakan penggunaan nama "Solo Baru" selama ini memang lebih dikenal masyarakat dibanding nama Sukoharjo.
Bahkan, sejumlah kawasan maupun institusi yang berada di Kabupaten Sukoharjo lebih sering dikaitkan dengan nama Solo.
"Dalam perkembangannya memang banyak tempat di Sukoharjo yang lebih dikenal menggunakan nama Solo agar lebih mudah dikenali masyarakat luar. Misalnya Solo Baru maupun Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), padahal secara wilayah berada di Kabupaten Sukoharjo," katanya.
Menurut Nurjayanto, momentum HUT ke-80 Kabupaten Sukoharjo harus dimanfaatkan untuk memperkuat identitas daerah sekaligus mengenalkan berbagai potensi yang dimiliki Sukoharjo kepada masyarakat luas.
Baca juga: Rapat Paripurna DPRD Sukoharjo: Pertanggungjawaban APBD 2025, Plt Bupati Sampaikan Capaian Kinerja
Salah satu upaya yang dinilai berhasil adalah penyelenggaraan pawai budaya dan pembangunan yang menampilkan beragam kesenian, kreativitas, serta hasil pembangunan dari berbagai wilayah di Kabupaten Sukoharjo.
"Kegiatan seperti pawai budaya dan pembangunan menjadi media yang sangat baik untuk memperlihatkan berbagai potensi Sukoharjo, baik dari sisi kesenian, budaya, maupun hasil pembangunan yang telah dicapai," ungkapnya.
Meski memberikan apresiasi, Nurjayanto menilai penyelenggaraan perdana HUT Kabupaten Sukoharjo di Solo Baru tetap memerlukan evaluasi menyeluruh agar pelaksanaan pada tahun-tahun mendatang dapat berlangsung lebih baik.
Menurutnya, sejumlah aspek teknis seperti pengaturan waktu, jumlah personel, hingga konsep pelaksanaan perlu dievaluasi agar seluruh potensi Kabupaten Sukoharjo dapat ditampilkan secara lebih maksimal.
"Secara keseluruhan sudah bagus. Namun karena ini merupakan kali pertama, tentu perlu evaluasi secara detail, mulai dari pengaturan waktu, personel, hingga hal-hal teknis lainnya,"
"Harapannya, ke depan kegiatan ini semakin baik dan mampu mengangkat seluruh potensi yang dimiliki Kabupaten Sukoharjo," pungkasnya.
Nurjayanto berharap penyelenggaraan HUT Kabupaten Sukoharjo di Solo Baru tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi sarana promosi daerah yang mampu meningkatkan kebanggaan masyarakat sekaligus memperkenalkan identitas Sukoharjo kepada masyarakat yang lebih luas.
Baca juga: Spektakuler Run 2026 Jadi Penutup Rangkaian HUT ke-80 Sukoharjo, Diikuti 2.000 Pelari
(*)