Dampak Karhutla di Kalteng, Asap di Bandara Haji Asan Sampit Jadi Sorotan
Nia Kurniawan July 21, 2026 09:05 PM

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai terlihat di sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Kalimantan Tengah.

Namun hingga Selasa (21/7/2026), kondisi tersebut belum berdampak pada aktivitas penerbangan di Bandara Haji Asan Sampit.

Baca juga: Puncak Kemarau Bergeser ke September 2026, Ancaman Karhutla di Kotim Berpotensi Lebih Panjang

Sejak pagi hari, lapisan asap tipis tampak menyelimuti sebagian kawasan Kota Sampit. 

Meski demikian, pesawat yang datang dan berangkat dari Bandara Haji Asan tetap beroperasi normal karena jarak pandang masih berada dalam batas aman untuk penerbangan.

Kepala Bandara Haji Asan Sampit, Abdul Haris, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan kabut asap yang dipicu karhutla di sejumlah wilayah Kotim.

"Alhamdulillah masih aman. Jika mulai terlihat kabut asap, kami segera berkoordinasi dengan instansi terkait seperti BPBD. Sejauh ini penanganannya cepat sehingga operasional penerbangan masih berjalan normal," ujar Abdul Haris.

Menurutnya, keselamatan penerbangan menjadi prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan. 

Karena itu, maskapai tidak akan memaksakan penerbangan apabila kondisi jarak pandang tidak memenuhi standar keselamatan.

"Apabila kabut asap terlalu tebal, operasional penerbangan dapat dihentikan karena membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan. Operator tidak akan menjalankan penerbangan apabila jarak pandang tidak memenuhi standar keselamatan," katanya.

Berdasarkan hasil pemantauan terakhir, visibility atau jarak pandang di kawasan Bandara Haji Asan Sampit masih berada di atas 10 kilometer. 

Kondisi tersebut dinilai masih sangat aman untuk aktivitas lepas landas maupun pendaratan pesawat.

"Visibility saat ini masih di atas 10 kilometer. Standar minimal sekitar 5 sampai 10 kilometer, sehingga operasional masih aman," ucapnya.

Abdul Haris menjelaskan, kewaspadaan akan meningkat apabila jarak pandang mulai turun hingga di bawah lima kilometer. 

Pada kondisi tersebut, maskapai biasanya melakukan penyesuaian jadwal untuk menghindari risiko penerbangan.

"Kalau memang kondisi tidak memungkinkan, operator akan segera menginformasikan kepada penerbangan yang akan berangkat dari Jakarta sehingga jadwal biasanya ditunda," jelasnya.

Hingga saat ini, belum ada laporan keterlambatan maupun pembatalan penerbangan akibat kabut asap. Seluruh jadwal penerbangan masih berlangsung sesuai rencana.

"Alhamdulillah belum ada perubahan jadwal. Seluruh penerbangan masih berjalan seperti biasa," tandas Abdul Haris.

Sebagai informasi, saat ini terdapat tiga maskapai yang melayani rute penerbangan reguler di Bandara Haji Asan Sampit setiap hari, yakni NAM Air, Super Air Jet, dan Wings Air. 

Di tengah meningkatnya aktivitas karhutla di Kotim, pihak bandara bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan guna memastikan keselamatan dan kelancaran transportasi udara tetap terjaga. 

(Tribunkalteng.com/Herman)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.