Lelah 2 Tahun di-PHP Pihak Sekolah, Wali Murid SDN Kebayoran Lama 09 Minta Gubernur Tinjau Langsung
Jaisy Rahman Tohir July 21, 2026 09:07 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN LAMA - Sejumlah wali murid SDN Kebayoran Lama Selatan 09, Jakarta Selatan membeberkan alasannya memviralkan kondisi sekolah yang ambruk.

Pasalnya, mereka mengaku lelah menunggu tanpa kepastian terkait kapan sekolah tersebut akan direnovasi.

Adapun kondisi sekolah ambruk sudah terjadi sejak 27 November 2024 atau nyaris dua tahun berlalu.

Pantauan TribunJakarta.com di lokasi pada Selasa (21/7/2026) siang, jangankan direnovasi, nyatanya genteng dan atap yang roboh sampai saat ini masih dibiarkan di lokasi tanpa sama sekali dibersihkan.

Alhasil, kondisi SDN Kebayoran Lama Selatan 09 saat ini terkesan angker.

"Kita enggak mau yang terlalu gimana-gimana gitu kan, karena kita selama dua tahun ini udah cukup lumayan sabar untuk menunggu tapi ternyata enggak juga diperbaiki," kata Evi (33) salah satu wali murid SDN Kebayoran Lama Selatan 09 ditemui di sekitar sekolah, Selasa (21/7/2026).

Kondisi sekolah ambruk yang dibiarkan hampir dua tahun terungkap setelah diunggah di akun media sosial oleh sejumlah wali murid, termasuk Evi.

Evi mengungkapkan bahwa pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan sebenarnya sudah mengetahui persoalan ini.

SEKOLAH DI KEBAYORAN LAMA AMBRUK - Kondisi sekolah SDN Kebayoran Lama Selatan 09, Jaksel, Selasa (21/7/2026). Sekolah tersebut ambruk sejak dua tahun terakhir tapi tak juga diperbaiki.
SEKOLAH DI KEBAYORAN LAMA AMBRUK - Kondisi sekolah SDN Kebayoran Lama Selatan 09, Jaksel, Selasa (21/7/2026). Sekolah tersebut ambruk sejak dua tahun terakhir tapi tak juga diperbaiki. (TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA PUTRA)

Namun, respons yang didapat hanya sebatas janji proses administrasi yang berkepanjangan tanpa kejelasan waktu eksekusi.

"Pihak sekolah bilang masih tahap proses, panjang prosesnya.

Katanya masuk prioritas, tapi sampai detik ini enggak ada kepastiannya. Kita orang tua sudah lelah di-PHP-in terus.

Kalau ada kepastian tanggal berapa mau dibangun, kita pasti ikhlas nunggu," ujar Evi.

"Makanya kenapa viral baru saat ini, ya kan ya? Karena ya itu enggak ada kepastian," samnbungnya.

Minta Gubernur Lihat Langsung

Karenanya, Evi dan sejumlah wali murid berharap Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meninjau langsung kondisi SDN Kebayoran Lama Selatan 09 agar bisa segera direnovasi.

"Kita selama ini kan udah ditengok sama Dinas, ya tapi dari Dinasnya mungkin belum ada kepuasan untuk kami karena belum ada kepastian.

Mungkin kalau udah Gubernur yang turun tangan langsung, kita merasa lega, gitu aja," tuturnya.

Diketahui, peristiwa ambruknya bangunan sekolah terjadi saat momen libur Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada 27 November 2024 atau dua tahun lalu.

"Awalnya itu kejadian pas libur Pilkada, jadi nggak ada yang tahu, penjaga sekolah pun nggak tahu. Warga sekitar aja yang tahu, pagi-pagi sekitar jam 06.30 atau 07.00 WIB, nggak ada angin, nggak ada hujan, tiba-tiba roboh," ujar Evi saat ditemui di lokasi, Selasa (21/7/2026).

Evi menjelaskan, proses robohnya bangunan berlangsung secara bertahap.

Pada pagi hari, struktur atap dan tembok mulai miring, hingga akhirnya runtuh total saat hujan deras mengguyur pada sore harinya.

Total terdapat lima ruangan yang hancur dalam insiden tersebut.

Akibatnya, ratusan siswa harus menumpang belajar di SDN Kebayoran Lama Selatan 11 yang berada di sebelahnya.

Yang jadi permasalahan, lantaran menumpang, maka siswa harus belajar di waktu siang atau ketika setelah siswa SDN Kebayoran Lama Selatan 11 selesai sekolah.

"Kasihan anak-anak. Mereka biasanya belajarnya pagi. Sekarang sekolahnya harus siang sampai sore," kata Evi.

mbas tak kunjung adanya kepastian pembangunan gedung baru dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, banyak orang tua siswa yang akhirnya memilih memindahkan anak mereka ke sekolah lain.

Kondisi tersebut berdampak signifikan pada penurunan jumlah peserta didik secara keseluruhan.

"Banyak orang tua memindahkan anaknya karena memang tidak ada kepastian," kata Evi.

Bahkan, ia menyebut siswa baru untuk tahun ajaran 2026/2027 jumlahnya menurun drastis.

"Tahun ini saja yang masuk sekolah tidak memenuhi standar. Harusnya satu kelas 32 siswa, ini total dua kelas baru dapat 38 siswa," jelas Evi. 

Pramono Atensi

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan atensi khusus terhadap kondisi bangunan SDN Kebayoran Lama 09 Pagi, Jakarta Selatan.

Pramono mengaku baru mengetahui kondisi sekolah tersebut setelah melihat sebuah rekaman video yang viral di media sosial.

"Yang pertama saya ingin jawab ini SD negeri di Kebayoran Lama. Tentunya segera kami tangani dan saya terus terang baru tahu ketika ini viral. Jadi lapangannya memang Jakarta yang begitu luas, sering kali kalau bagi saya yang viral-viral itu malah pasti saya kasih atensi khusus untuk segera diselesaikan," kata Pramono di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Selasa (21/7/2026).

Ia pun mengaku telah menginstruksikan jajarannya untuk menyelesaikan persoalan tersebut dengan merenovasi SDN Kebayoran Lama 09 Pagi.

"Jadi untuk SD negeri yang di Kebayoran Lama ini segera kami selesaikan. Pokoknya segera kami selesaikan," ujar Gubernur.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.