TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo mencatat adanya peningkatan kasus kebakaran saat memasuki musim kemarau ini.
Penanganannya dilakukan oleh Seksi Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat).
Kepala Seksi Damkarmat BPBD Kulon Progo, Raden Chris Hartanto, menyampaikan peningkatan setidaknya dirasakan dalam sebulan terakhir, mulai dari akhir Juni lalu.
"Kebanyakan yang terjadi berupa kebakaran lahan, lainnya karena korsleting listrik," kata Chris pada Selasa (21/07/2026).
Mengacu pada data yang diberikan BPBD Kulon Progo, kasus kebakaran terbanyak terjadi pada Maret dan Juli 2026, masing-masing 9 kejadian.
Lalu 8 kejadian di bulan April, 4 kejadian di bulan Juni, 3 kejadian di bulan Februari, dan hanya 1 kejadian di bulan Januari.
Menurut Chris, nyaris semua kebakaran disebabkan oleh faktor kelalaian manusia, baik itu kebakaran lahan maupun akibat korsleting listrik. Apalagi selama sebulan terakhir, kebakaran lahan lebih mendominasi.
"Kebanyakan karena membakar sampah di lahan terbuka, lalu ditinggal saat apinya belum benar-benar padam," ujarnya.
Baca juga: Dugaan Keracunan MBG di SMPN 3 Wates Terjadi Lagi, DPRD Kulon Progo Desak Investigasi Menyeluruh
Musim kemarau yang cukup panjang tahun ini membuat potensi terjadinya kebakaran juga semakin tinggi.
Chris mengatakan sosialisasi ke masyarakat pun digencarkan agar kebakaran bisa dicegah sejak dini.
Ia tak menampik efisiensi anggaran yang dilakukan bisa menghambat sosialisasi.
Namun untungnya, ajakan sosialisasi justru datang dari masyarakat sendiri, yang meminta Tim Damkarmat datang ke tempat mereka.
"Kalau kami yang adakan sendiri, kondisi anggarannya sedang minim," jelas Chris.
Ia turut memastikan anggaran untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk armada Damkar tetap tersedia dan mencukupi.
Air untuk memadamkan api pun bisa diambil dari berbagai sumber yang tersedia, termasuk dari PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum).
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, Damkarmat, BPBD Kulon Progo, Eko Susanto mengakui ada penyesuaian kegiatan Damkarmat, imbas dari kebijakan efisiensi anggaran. Salah satunya kegiatan edukasi ke sekolah.
"Namun kami pastikan layanan kedaruratan seperti kebakaran dan penyelamatan tetap jadi prioritas," kata Eko beberapa waktu lalu.(*)