TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Manajemen PSIM Yogyakarta terus mempercepat pembenahan Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, sebagai markas tim menghadapi Super League 2026/2027.
Selain perawatan lapangan, peningkatan kualitas pencahayaan menjadi salah satu fokus utama agar stadion memenuhi standar operator kompetisi.
Manajer Operasional PSIM di Yogyakarta, Wendy Umar Senoaji, mengatakan hasil inspeksi operasional yang dilakukan I.League atau operator liga menunjukkan masih ada sejumlah catatan yang harus dipenuhi.
Salah satunya adalah tingkat pencahayaan stadion yang belum mencapai standar regulasi.
“Terus ada penambahan lagi lux untuk lampunya, juga akan ditambahkan lagi. Karena hasil kemarin kita memang masih belum sesuai dengan standar yang ada di regulasi liga. Lampunya harus 1.600 lux,” kata Wendy, Selasa (21/7/2026).
Untuk memenuhi standar tersebut, PSIM harus mendatangkan lampu khusus dari luar negeri. Wendy mengungkapkan lampu yang digunakan Stadion Sultan Agung tergolong langka dan tidak tersedia di Indonesia.
“Ini sudah sampai di Indonesia lampunya, karena memang lampu SSA ini tergolong langka. Di Indonesia tidak ada. Kita datangkan dari Polandia. Hari ini sudah sampai di Indonesia dan sebentar lagi sampai di Bantul untuk bisa kita rangkai lagi,” ujarnya.
Selain penambahan lampu, proyek pemasangan lampu LED di stadion juga tengah berlangsung. Setelah pekerjaan tersebut selesai, pembenahan akan dilanjutkan dengan perawatan lapangan utama.
“Project LED sudah proses pasang. Mudah-mudahan bulan ini sudah selesai semuanya. Dilanjutkan dengan project maintenance field of play di venue,” ucap Wendy.
Pembenahan lapangan juga menjadi perhatian serius manajemen. Menurut Wendy, kondisi permukaan lapangan sangat berpengaruh terhadap filosofi permainan yang diterapkan pelatih kepala Jean-Paul van Gastel.
“Kontur dan struktur lapangan sangat ditentukan oleh pola permainan Coach Jean-Paul van Gastel. Build-up dan lainnya sangat membutuhkan kondisi lapangan yang prima. Beliau sangat concern terhadap lapangan dan venue SSA. Harapan kami bisa menyajikan apa yang beliau minta,” katanya.
Saat ini proses perawatan rumput terus dilakukan oleh vendor yang menangani pemeliharaan lapangan. Berdasarkan hasil evaluasi, rumput diperkirakan sudah bisa mulai digunakan pada awal Agustus.
“Per 1 Agustus rumput ini sudah bisa dimulai. Nantinya apabila kick-off kompetisi berlangsung pada September, dari vendor ahlinya menyampaikan dalam waktu sebulan kondisinya akan kembali seperti yang diinginkan Coach Jean-Paul van Gastel,” ujar Wendy.
Tak hanya lampu dan lapangan, PSIM juga membenahi sejumlah fasilitas pendukung pertandingan, termasuk ruang Video Assistant Referee (VAR). Nantinya fasilitas VAR di Stadion Sultan Agung akan dibuat permanen dan tidak lagi menggunakan unit bergerak.
“Ada juga pembenahan ruang VAR dan lainnya. Jadi nantinya fasilitas VAR kita sudah tidak mobil lagi, sudah jadi satu, semuanya permanen. Ruang VAR akan kita tempatkan sesuai arahan hasil inspeksi,” jelasnya.
Secara keseluruhan, Wendy menilai hasil inspeksi operasional Stadion Sultan Agung berjalan lancar. Meski masih terdapat beberapa catatan, seluruh pekerjaan kini terus dikebut agar stadion siap digunakan saat Super League 2026/2027 bergulir pada September mendatang.
“Overall hasil inspeksi kemarin semuanya berjalan dengan lancar. Memang ada beberapa catatan yang sekarang sedang kami progres. Kami sadar masih ada beberapa kekurangan dan keterbatasan. Tapi dengan sinergitas bersama pengelola Bantul, kami yakin PSIM bisa menghadapi kompetisi pada September nanti dengan fasilitas yang siap,” pungkasnya.