Listrik Ikut Naik Kelas
Abdul Azis Alimuddin July 22, 2026 12:21 AM

TRIBUN-TIMUR.COM - Sebanyak 3.001.508 pelanggan PLN di Sulawesi Selatan berkesempatan menikmati diskon 50 persen biaya tambah daya melalui program “Semangat Baru, Makin Berdaya”. Program ini berlangsung 14 hingga 27 Juli 2026.

Jumlah itu mencakup sebagian besar dari 3.073.466 pelanggan PLN di Sulsel.

Mereka terdiri atas 2.851.746 pelanggan rumah tangga, 139.326 pelanggan bisnis, 53.930 pelanggan sosial, 10.504 pelanggan industri, dan 16.151 pelanggan pemerintah.

Syaratnya, pelanggan memiliki daya awal 450 VA hingga 5.500 VA.

Mereka dapat mengajukan penambahan daya sampai 7.700 VA dengan biaya penyambungan hanya separuh dari tarif normal.

Hitungannya cukup menggiurkan. Pelanggan 450 VA yang ingin naik hingga 7.700 VA biasanya harus membayar Rp7.025.250.

Selama masa promo, biayanya menjadi Rp3.512.625. Hemat lebih dari Rp3,5 juta.

Program ini datang ketika kebutuhan listrik rumah tangga memang terus berkembang.

Rumah hari ini bukan lagi sekadar tempat menyalakan lampu dan televisi.

Ada pendingin ruangan. Kulkas. Mesin cuci. Pompa air. Komputer. Hingga berbagai perangkat digital yang membutuhkan listrik secara bersamaan.

Bagi pelaku UMKM, kebutuhan itu bahkan lebih besar. Listrik telah menjadi modal produksi.

Mesin pendingin, peralatan memasak, mesin jahit, hingga perangkat usaha lainnya membutuhkan pasokan daya yang memadai.

General Manager PLN UID Sulselrabar Edyansyah menyebut program ini diharapkan membantu masyarakat menjalankan aktivitas belajar, bekerja, dan berusaha tanpa terkendala keterbatasan daya.

Prosesnya pun dibuat digital. Pelanggan melakukan pembayaran tagihan atau membeli token melalui PLN Mobile.

Setelah transaksi, pelanggan memperoleh e-voucher yang digunakan untuk mengajukan tambah daya.

Tentu, diskon bukan berarti masyarakat harus berbondong-bondong menambah daya jika memang tidak membutuhkan.

Tambah daya tetap harus dihitung berdasarkan kebutuhan dan kemampuan rumah tangga. Sebab, kapasitas listrik yang lebih besar juga membuka peluang konsumsi listrik lebih besar.

Namun, bagi keluarga dan pelaku usaha yang memang membutuhkan tambahan daya, potongan 50 persen ini merupakan kesempatan.

Listrik yang cukup dapat meningkatkan kenyamanan. Bagi UMKM, listrik yang memadai bahkan dapat meningkatkan produktivitas.

Sebab pada akhirnya, listrik bukan lagi sekadar soal lampu yang menyala. Listrik telah menjadi energi belajar, bekerja, dan menggerakkan ekonomi keluarga.

Ketika kebutuhan hidup naik kelas, kebutuhan listrik pun ikut naik kelas.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.