Disdikbud Bandar Lampung Evaluasi Sekolah Minim Siswa, Ada Potensi Digabung  
soni yuntavia July 21, 2026 09:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ( Disdikbud ) Kota Bandar Lampung melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jumlah rombongan belajar (rombel) dan jumlah siswa di seluruh sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) negeri.

Baca juga: Curhat Pilu Kepala SDN 1 Gedong Meneng Cuma Dapat 5 Siswa Baru

Kepala Disdikbud Bandar Lampung, M Nur Ramdhan mengatakan evaluasi tersebut bertujuan untuk memastikan pengelolaan fasilitas pendidikan berjalan efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, masih terdapat sekolah yang memiliki jumlah siswa sangat sedikit. Salah satu yang menjadi perhatian adalah SD Negeri 1 Gedong Meneng yang saat ini hanya memiliki dua orang siswa.

"Kalau ditanya sekolah mana saja yang siswanya di bawah 60 orang saya belum hafal seluruh datanya. Tetapi yang menjadi perhatian saat ini ada SD Gedong Meneng yang jumlah siswanya hanya dua orang," kata Nur Ramdhan, saat ditemui di Kantor Pemerintahan Kota Bandar Lampung, Selasa (21/7).

Sebelumnya, M Nur Ramdhan sempat mengusulkan penutupan SDN 1 Gedung Meneng karena terus mengalami penurunan jumlah peserta didik.

Namun, rencana tersebut tidak dilanjutkan setelah mendapat penolakan dari masyarakat sekitar yang menginginkan sekolah tersebut tetap dipertahankan karena memiliki nilai sejarah bagi warga setempat.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut akan menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah untuk menentukan kebijakan yang paling tepat.

Untuk jenjang SD yang jumlah siswanya sangat minim, Disdikbud akan mengkaji apakah sekolah tersebut tetap dipertahankan, digabung dengan sekolah lain (merger), atau dialihfungsikan menjadi sekolah tingkat SMP.

"Kalau SD nanti akan kita evaluasi, apakah tetap dipertahankan atau di-merger, bahkan memungkinkan dialihfungsikan menjadi SMP jika memang dibutuhkan," ujarnya.

Sementara itu, apabila kondisi serupa ditemukan pada jenjang SMP, solusi yang akan ditempuh adalah menggabungkan sekolah tersebut dengan SMP terdekat agar proses pembelajaran lebih efektif.

Selain mengevaluasi sekolah dengan jumlah siswa minim, Disdikbud juga masih mendalami rencana pembangunan SMP baru yang sebelumnya disampaikan Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana.

Nur Ramdhan mengatakan, hingga kini pihaknya masih melakukan pendataan dan analisis kebutuhan sebelum menentukan lokasi pembangunan sekolah baru.

Menurutnya, seluruh data terkait jumlah peserta didik, sebaran penduduk, serta kebutuhan layanan pendidikan sedang dikaji secara komprehensif agar pembangunan SMP baru benar-benar tepat sasaran.

"Kami masih melakukan pendataan dan evaluasi secara menyeluruh. Nantinya lokasi pembangunan sekolah baru akan ditentukan berdasarkan kebutuhan masyarakat dan hasil kajian tersebut," pungkasnya.(dom)

Kurang Promosi 

Suasana ceria sekaligus penuh harapan mewarnai hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Negeri 1 Gedong Meneng, beberapa waktu lalu. 

Para murid baru tampak antusias memulai babak baru pendidikan mereka dengan memakai seragam, topi, dan sepatu yang serba baru.

Meskipun pelaksanaan MPLS tahun ini terbilang unik karena jumlah pendaftar di kelas satu yang sangat minim, hal tersebut tidak mengurangi semangat para orang tua maupun pihak sekolah.

Orang tua murid SDN 1 Gedong Meneng, Andi Irawan, mengatakan, putri keempatnya masuk kelas 1 tahun ini diantar menggunakan motor.  "Anak saya sangat antusias mengikuti MPLS. Memang siswa baru di sekolah tempat anaj saya menimba ilmu ini cukup sedikit, hanya 2 siswa saja," kata Andi Irawan, Senin (13/7) lalu.

Andi berharap SDN 1 Gedong Meneng bisa terus berkembang menjadi lebih baik.  Ia juga memberikan tanggapan bijak mengenai kondisi siswa baru yang hanya berjumlah dua orang. 

​"Ya sebenarnya saya ya banggalah. Artinya walaupun dua siswa, ya mudah-mudahan untuk ke depannya bisa lebih sukses lagi, lebih banyak siswa," kata Andi.

Selain Andi, orang tua lainnya seperti Vita juga turut hadir mendampingi buah hatinya di hari pertama masuk sekolah. Saat ditanya hanya ada 2 siswa baru di sekolah itu, Vita menjelaskan hal itu kemungkinan karena kurangnya promosi dari sekolah. (byu)

( Tribunlampung.co.id )  

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.