Dipercaya Pasien Indonesia 25 Tahun, Mahkota Medical Centre Melaka Bangun Gedung Baru
Wiwit Purwanto July 21, 2026 09:32 PM

SURYA.CO.ID - Kepercayaan pasien Indonesia terhadap Mahkota Medical Centre Melaka terus dijawab dengan pengembangan layanan kesehatan.

Rumah sakit ini membangun gedung baru 10 lantai berkapasitas 430 tempat tidur untuk memperkuat layanan medis berteknologi modern pada 2029.

Selama lebih dari 25 tahun, Mahkota Medical Centre menjadi salah satu rumah sakit tujuan masyarakat Indonesia yang memilih berobat ke Malaysia.

Seiring meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan, rumah sakit swasta di Melaka tersebut mulai membangun blok baru yang akan meningkatkan kapasitas rawat inap sekaligus menghadirkan berbagai teknologi medis terbaru guna memberikan pelayanan yang lebih komprehensif bagi pasien domestik maupun internasional.

Gedung Baru Perkuat Layanan Medis Berteknologi Modern

Blok rumah sakit baru setinggi 10 lantai itu ditargetkan beroperasi pada 2029 dengan total kapasitas mencapai 430 tempat tidur.

Baca juga: Mahkota Medical Centre Luncurkan Kartu Health and Leisure, Tingkatkan Pengalaman Pasien Indonesia

Fasilitas tersebut akan dilengkapi ruang rawat inap tambahan, pusat kanker yang lebih luas, ruang operasi modern, hingga unit perawatan intensif (ICU) berbasis teknologi pintar.

Mahkota juga akan menghadirkan laboratorium patologi digital, sistem diagnostik yang lebih cepat dan akurat, serta konsep SMART Hospital untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien.

Chief Executive Officer Mahkota Medical Centre, Teo Chin Yee, mengatakan pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas rumah sakit dalam menangani kasus-kasus medis yang semakin kompleks.

"Melalui investasi pada infrastruktur klinis, teknologi, dan sistem kerja yang lebih modern, kami ingin menghadirkan layanan kesehatan yang lebih komprehensif sekaligus memperkuat posisi Mahkota sebagai rumah sakit swasta terbesar di Melaka pada 2029," ujarnya.

Selain memperluas fasilitas, Mahkota juga berencana menambah jumlah perawat dan tenaga kesehatan sekitar 10 persen untuk mendukung pertumbuhan layanan kesehatan sekaligus memperkuat sektor wisata medis di Melaka.

Perkuat Posisi Melaka sebagai Destinasi Wisata Medis

Mahkota Medical Centre dikenal sebagai salah satu pelopor inovasi layanan kesehatan di Malaysia.

Rumah sakit ini menjadi yang pertama di Malaysia yang menghadirkan SMART Ward generasi terbaru serta robot bedah Hinotori™ untuk berbagai prosedur medis.

Baca juga: 20 Rumah Sakit Malaysia Pameran di Tunjungan Plaza dalam MHX Surabaya 2026

Mahkota juga menjadi rumah sakit pertama di Malaysia yang meraih Joint Commission International (JCI) Triple Gold Seal dan rumah sakit pertama di wilayah selatan Malaysia yang memperoleh akreditasi MSQH Edisi ke-7.

Pengembangan tersebut dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan akibat pertumbuhan populasi lanjut usia di Malaysia.

Berdasarkan proyeksi Department of Statistics Malaysia (DOSM), jumlah penduduk berusia di atas 60 tahun diperkirakan mencapai 15,3 persen pada 2050, sedangkan kelompok usia di atas 65 tahun diproyeksikan mencapai 18,3 persen pada 2060.

Chief Executive Officer HMI Medical Group, Chin Wei Jia, mengatakan ekspansi Mahkota merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperluas akses layanan kesehatan spesialis di Asia Tenggara.

"Permintaan terhadap layanan kesehatan spesialis terus meningkat seiring bertambahnya populasi lansia dan penyakit kronis. Investasi ini mencerminkan komitmen HMI Medical dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih berkualitas bagi masyarakat lokal maupun pasien internasional," katanya.

Pemerintah Negara Bagian Melaka turut menyambut positif pembangunan tersebut. Ketua Menteri Melaka, Datuk Seri Utama Ab Rauf Yusoh, menilai pengembangan Mahkota akan semakin memperkuat posisi Melaka sebagai salah satu pusat medical tourism terkemuka di Malaysia.

Dengan bertambahnya kapasitas layanan, dukungan teknologi medis terbaru, serta fasilitas yang semakin lengkap, Mahkota Medical Centre diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pasien yang terus meningkat, termasuk masyarakat Indonesia, sekaligus memperkuat daya saing Melaka sebagai destinasi wisata medis di kawasan Asia Tenggara.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.