Manchester United dan Arsenal mendapat dorongan baru dalam upaya mereka merekrut gelandang Bournemouth, Alex Scott, setelah pemain berusia 22 tahun itu menolak upaya terbaru dari klub berjuluk The Cherries untuk memperpanjang kontraknya. Meski begitu, Scott masih terikat kontrak dengan Bournemouth, sehingga keputusannya ini tidak serta-merta berarti ia akan hengkang pada musim panas mendatang.
Namun, penolakan terhadap dua tawaran kontrak menunjukkan bahwa Scott tampaknya ingin menjaga opsi kariernya tetap terbuka, alih-alih mengikat masa-masa puncak kariernya di klub pesisir selatan tersebut.
Manchester United tengah mencari gelandang baru yang mampu menghadirkan energi, fisik, serta kemampuan membangun permainan dari lini tengah, sementara Arsenal mengincar tambahan kedalaman skuad serta persaingan di posisi gelandang bersama Declan Rice dan Martín Zubimendi.
Kedua klub kini memiliki alasan lebih kuat untuk menguji tekad Bournemouth mempertahankan salah satu aset terpenting mereka.
Menurut laporan Fabrizio Romano, Scott dan perwakilannya telah memberi tahu Bournemouth bahwa mereka akan menolak proposal kontrak kedua dari klub.
Bournemouth sendiri masih berusaha keras untuk mempertahankan sang pemain dan dikabarkan bersedia menambahkan klausul pelepasan dalam perjanjian baru.
Kendati demikian, belum ada kesepakatan yang tercapai, dan sejumlah klub besar Liga Premier terus memantau situasi tersebut dengan cermat.
The Cherries tidak berada dalam tekanan finansial mendesak dan masih bisa mengandalkan kontrak yang berlaku saat ini untuk menuntut biaya transfer yang signifikan.
Meski begitu, kegagalan mencapai kesepakatan baru melemahkan posisi jangka panjang mereka karena nilai Scott bisa menurun seiring berjalannya waktu menuju akhir masa kontraknya.
Menurut laporan Sports Illustrated, Manchester United dan Arsenal sama-sama bersaing mendapatkan tanda tangan Scott setelah penampilan impresifnya di musim 2025/26, di mana ia menunjukkan diri sebagai salah satu gelandang paling komplet di Bournemouth.
Keputusannya terkait kontrak menjadi sinyal positif bahwa ia mungkin siap mempertimbangkan langkah ke klub yang lebih besar.
Manchester United dapat menawarkan peran penting dalam proyek pembangunan ulang lini tengah serta kesempatan bermain di Liga Champions, sementara Arsenal bisa memberikan peluang langsung untuk bersaing memperebutkan trofi besar.
Kemampuan Scott dalam membawa bola, keluar dari tekanan, serta kontribusinya dalam fase bertahan menjadikannya cocok bagi kedua tim tersebut.
Manchester United mungkin memiliki kebutuhan yang lebih mendesak, tetapi Arsenal saat ini menawarkan stabilitas proyek olahraga yang lebih solid.
Kedua klub tidak bisa berasumsi bahwa Bournemouth akan bersedia melepasnya dengan harga murah. Namun, penolakan terhadap perpanjangan kontrak terbaru telah membuka peluang yang sebelumnya tertutup rapat, dan tawaran serius bisa memaksa Bournemouth mengambil keputusan sulit di bursa transfer mendatang.