TRIBUN-TIMUR.COM, PANGKEP -- 40 ribu warga yang bermukim di pulau-pulau terluar Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan masih kesulitan akses laut.
Sejumlah kecamatan terluar Pangkep berbatasan dengan Kalimantan Selatan, Pulau Lombok, hingga Nusa Tenggara Barat.
Namun secara administratif masuk wilayah Kabupaten Pangkep.
40 ribu warga terluar Pangkep itu kesulitan akses transportasi laut.
Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras, meminta Kementerian Perhubungan membangun Pelabuhan Penyeberangan Pulau Rau–Daruba.
Bupati Pangkep M Yusran Lalogau berulang kali menyampaikan aspirasi warganya kepada Andi Iwan.
Andi Iwan berharap Kemenhub segera menindaklanjuti kebutuhan warga terluar Pangkep tersebut.
"Kami telah mengusulkan pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Pulau Rau–Daruba. Namun usulan tersebut tampaknya masih belum terakomodasi di Direktorat Jenderal Perhubungan Darat,” kata Andi Iwan kepada wartawan Selasa (21/7/2026).
Ia melanjutkan, program Tol Laut maupun Sabuk Nusantara belum mampu menjangkau seluruh wilayah kepulauan secara optimal. Termasuk bagi warga terluar Pangkep.
“Kam melihat langsung kondisi pulau-pulau terluar. Wilayah tersebut masih sulit dilayani melalui program Tol Laut maupun Sabuk Nusantara,” kata Andi Iwan.
Legislator Gerindra itu menilai pembangunan pelabuhan penyeberangan menjadi kebutuhan mendesak karena menyangkut mobilitas masyarakat sekaligus aktivitas ekonomi di kawasan kepulauan.
“Sekitar 40 ribu jiwa di kecamatan-kecamatan terluar sangat bergantung pada layanan penyeberangan. Wilayah tersebut bahkan berbatasan dengan Kalimantan Selatan, sementara sebagian lainnya secara geografis lebih dekat ke Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Karena itu, kawasan ini memerlukan perhatian khusus,” kata Andi Iwan.
Sebagai tindak lanjut, Andi Iwan meminta Direktorat Jenderal Perhubungan Darat segera memulai kajian teknis terhadap rencana pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Pulau Rau–Daruba agar dapat masuk dalam perencanaan dan penganggaran pemerintah.
“Jika layanan Sabuk Nusantara belum mampu menjangkau wilayah tersebut secara optimal, kami berharap Direktorat Jenderal Perhubungan Darat segera memulai kajian atau studi. Usulan ini sudah kami sampaikan dan mudah-mudahan tahun depan studi tersebut dapat dimulai sehingga anggaran pembangunannya segera dialokasikan,” kata Andi Iwan.
Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan memiliki luas wilayah 12.362,73 kilometer persegi dengan luas wilayah daratan 898,29 kilometer persegi dan wilayah laut seluas 11.464,44 kilometer persegi.
Pangkep terdiri dari 13 kecamatan, 4 kecamatan terdiri dari pulau-pulau.
Dari bentangan 4 kecamatan kepulauan itu, terdapat 115 pulau. 73 pulau berpenghuni, dan 42 pulau tidak berpenghuni.
Dari sekian banyak pulau terbentang di wilayah Kabupaten Pangkep, pulau-pulau yang masuk wilayah Kecamatan Liukang Tangaya merupakan yang sulit dijangkau.
Pasalnya, pulau-pulau di Kecamatan Liukang Tangaya ini merupakan pulau-pulau terluar Kabupaten Pangkep.
Perjalanan menggunakan kapal laut harus ditempuh selama 24 jam.
Kecamatan Liukang Tangaya ini terdiri dari Pulau Aloang, Pulau Balo-baloang Caddi, Pulau Balo-baloang Lompo, Pulau Banawaiya, Pulau Bangko-bangkoang, Pulau Boko, Pulau Gusung Bira.
Selanjutnya Pulau Gusung Lilikang, Pulau Jailamu, Pulau Kapoposan Bali, Pulau Karangansatanger, Pulau Kawassang, Pulau Kembar Lemari, Pulau Laiya, Pulau Lamuruang, Pulau Lilikang, Pulau Longkoitang, Pulau Makarangana, Pulau Makaranganang, Pulau Manukang.
Pulau Marabatuang, Pulau Matalaang, Pulau Meong, Pulau Pamolikang, Pulau Padangan, Pulau Pattayangang, Pulau Pelokan Caddi, Pulau Pelokan Lompo, Pulau Sabalana, Pulau Sabaru, Pulau Sadapur, Pulau Sadolangang, Pulau Sailus Besar, Pulau Sailus Kecil, Pulau Sambargitang, Pulau Sambarjaga.
Pulau Sanane Caddi, Pulau Sanane Lompo, Pulau Sanipa, Pulau Santigiang, Pulau Sapinggang, Pulau Sapiriah, Pulau Sapuka Caddi, Pulau Sapuka Lompo, Pulau Sarabu, Pulau Sarassang Caddi, Pulau Sarassang Lompo, Pulau Sarege, Pulau Satanger, Pulau Satuko, Pulau Satunggul, Pulau Saujung, Pulau Sumanga, Pulau Tampaang, Pulau Tinggalungang.
Dari puluhan pulau-pulau itu, kota Kecamatan Liukang Tangaya berada di Pulau Sapuka. Di Pulau Sapuka inilah, terdapat kantor pemerintah kecamatan, puskesmas, sekolah, kantor polisi, koramil, dan lainnya.
Kalau dilihat dari citra satelit, pulau-pulau ini lebih dekat dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).