TRIBUNNEWS.COM – Buku pelajaran IPAS kelas 6 SD/MI Kurikulum Merdeka (Edisi Revisi) halaman 98 bab 4.
Salah satu materi yang dibahas pada buku pelajaran buku pelajaran IPAS kelas 6 SD/MI Kurikulum Merdeka (Edisi Revisi) halaman 98, karangan Fitri Amalia, dkk. terbitan Kemdikbud Ristek tahun 2025 yakni Kearifan Lokal,Warisan Leluhur.
Kearifan lokal adalah nilai, aturan, atau kebiasaan yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Kearifan lokal mengajarkan cara hidup yang bijaksana, seperti menjaga alam, menghormati sesama, dan hidup rukun.
Warisan leluhur adalah segala peninggalan nenek moyang, baik berupa benda maupun budaya, yang masih dilestarikan hingga sekarang.
Jadi, kearifan lokal merupakan salah satu bentuk warisan leluhur. Semua kearifan lokal adalah warisan leluhur, tetapi tidak semua warisan leluhur merupakan kearifan lokal.
Pada latihan soal kali ini, siswa diminta menjawab pertanyaan terkait aktivitas yang ada dalam halaman tersebut.
Sebagai catatan, sebelum melihat kunci buku pelajaran IPAS Kelas 6 SD/MI Kurikulum Merdeka halaman 98 siswa diminta untuk terlebih dahulu menjawab soal secara mandiri.
Kunci jawaban ini digunakan sebagai panduan dan pembanding oleh orang tua untuk mengoreksi pekerjaan anak.
Kunci Jawaban IPAS Kelas 6 SD Kurikulum Merdeka Hal 98 : Nilai Kearifan Lokal di Daerahmu
Baca juga: Kunci Jawaban IPAS Kelas 6 SD Kurikulum Merdeka Halaman 89 Edisi Revisi: Keragaman Kearifan Lokal
Hebat! Pengamatan dan penyelidikan sudah berhasil kamu lakukan. Dari apa yang sudah kamu lakukan, apakah kamu sudah dapat memahami bahwa nilai nilai kearifan lokal di daerahmu membentuk karakter dan identitas daerahmu?
Sekarang waktunya untuk membuat simpulan. Untuk kegiatan ini, kamu akan membuat buku kecil berjudul “Kearifan Lokal di Daerahku”. Tugas ini adalah tugas individu. Lakukan berdasarkan petunjuk berikut.
Halaman 1 Memuat keragaman kearifan lokal yang ada di daerahmu
Halaman 2 Memuat contoh nyata bagaimana kearifan lokal tersebut dipraktikkan di daerahmu
Halaman 3 Memuat nilai-nilai yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari
Halaman 4 Memuat aksi yang dapat dilakukan agar kearifan lokal tersebut dapat terus dilestarikan
Jawaban :
Kearifan Lokal di Daerahku
Disusun oleh: Nuna
Kelas: VI (Enam)
Halaman 1
Keragaman Kearifan Lokal di Daerahku
Daerahku, yaitu Jawa Tengah, memiliki banyak kearifan lokal yang masih dijaga dan dilestarikan hingga sekarang. Kearifan lokal adalah kebiasaan, adat, atau budaya yang diwariskan oleh nenek moyang dan mengandung nilai-nilai yang baik.
Di daerahku masih ada budaya gotong royong untuk membersihkan lingkungan, tradisi kenduri atau selamatan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan, serta unggah-ungguh atau sopan santun dalam berbicara kepada orang yang lebih tua.
Selain itu, masyarakat juga melestarikan batik sebagai warisan budaya Indonesia dan mengadakan tradisi sedekah bumi sebagai ungkapan syukur atas hasil panen. Semua kearifan lokal tersebut menjadi ciri khas masyarakat Jawa Tengah sekaligus memperkuat identitas daerah.
Halaman 2
Contoh Kearifan Lokal yang Dipraktekkan di Daerahku
Di daerahku, masyarakat masih sering melaksanakan kerja bakti untuk membersihkan jalan, selokan, tempat ibadah, dan lingkungan sekitar. Kegiatan ini dilakukan bersama-sama tanpa mengharapkan imbalan sehingga pekerjaan menjadi lebih ringan dan rasa kebersamaan semakin kuat.
Selain itu, masyarakat juga mengadakan kenduri atau selamatan saat panen, kelahiran, atau acara penting lainnya sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan. Dalam kehidupan sehari-hari, anak-anak diajarkan untuk menghormati orang tua dan guru dengan berbicara sopan, menggunakan tata krama yang baik, serta mencium tangan ketika bertemu.
Pada acara tertentu, masyarakat juga mengenakan pakaian batik sebagai bentuk rasa bangga terhadap budaya Indonesia.
Halaman 3
Nilai-Nilai yang Dapat Diterapkan dalam Kehidupan Sehari-hari
Kearifan lokal mengajarkan banyak nilai baik yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui budaya gotong royong, kita belajar saling membantu dan bekerja sama.
Dari unggah-ungguh, kita belajar menghormati orang yang lebih tua dan bersikap sopan kepada semua orang. Tradisi kenduri dan sedekah bumi mengajarkan kita untuk selalu bersyukur kepada Tuhan atas segala nikmat yang diberikan. Selain itu, kita juga belajar menjaga persatuan, mencintai budaya Indonesia, serta peduli terhadap kebersihan lingkungan.
Jika nilai-nilai tersebut diterapkan setiap hari di rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar, kehidupan akan menjadi lebih rukun, damai, dan penuh kebersamaan.
Halaman 4
Aksi untuk Melestarikan Kearifan Lokal
Sebagai generasi muda, kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan melestarikan kearifan lokal agar tidak hilang. Kita dapat ikut serta dalam kegiatan gotong royong, berbicara dengan sopan kepada orang lain, mempelajari budaya daerah, serta mengenakan batik pada acara tertentu.
Kita juga dapat mengikuti kegiatan adat yang ada di lingkungan, menjaga kebersihan, dan mengajak teman-teman untuk mencintai budaya daerah.
Dengan melakukan hal-hal tersebut, kearifan lokal akan tetap terjaga dan menjadi warisan yang dapat dinikmati oleh generasi berikutnya. Melestarikan kearifan lokal juga berarti ikut menjaga identitas bangsa Indonesia agar tetap dikenal dan dibanggakan di masa depan.
*) Disclaimer:
(Tribunnews.com/Namira)