Tribunlampung.co.id, Palembang - Didorong rasa bersalah yang mendalam dan keputusasaan usai dikepung pengeroyok, Sanjaya alias Jay (26) akhirnya memilih untuk menyerahkan diri secara sukarela ke Polsek Ilir Barat 1 Palembang.
Baca juga: Dendam Seusai Dipenjara Kasus Aset Desa, Arianto Tikam Kades Talang Aur hingga Luka Berat
Tukang tambal ban ini menjadi tersangka penikaman hingga tewas terhadap Rajivandri (42), yang dipicu oleh sisa utang narkoba yang terbilang sepele, yakni sebesar Rp65 ribu dari total Rp80 ribu.
Tragedi berdarah itu meletus di bengkel tambal ban tempat Jay bekerja di Jalan Kapten Anwar Arsyad, Kelurahan Siring Agung, Kecamatan Ilir Barat 1, Palembang, Sabtu (18/7/2026) sore.
Sambil meratapi nasib dan meneteskan air mata di hadapan penyidik, Jay mengaku sama sekali tidak berniat menghabisi nyawa korban, melainkan hanya ingin meminta waktu hingga Sabtu malam, demi melunasi sisa utang tersebut dari hasil menambal ban.
"Aku janji bayar malam karena belum ada uang, tunggu orang nambal ban dulu. Tapi dia tidak sabar sampai terjadi cekcok."
"Tiba-tiba dia datang lagi bawa rombongan empat orang nyerang membabi buta ke dalam bengkel pakai pisau dan golok," ungkap Jay seraya terisak, Senin (20/7/2026), dilansir TribunSumsel.com.
Posisi Jay yang tengah berada di dalam ruangan bengkel yang sempit membuatnya terdesak dan tak bisa melarikan diri saat serangan rombongan korban datang.
Dalam kondisi panik karena merasa nyawanya terancam, tangan Jay spontan menyambar pisau cutter pembetot ban yang ada di dekatnya.
Tersangka lantas menancapkan cutter tersebut sebanyak satu kali ke punggung korban sebelum rombongan pengeroyok akhirnya kabur.
Usai kejadian, Jay mengalami syok berat hingga linglung. Ia sempat lari terlunta-lunta berjalan kaki tanpa arah selama sehari semalam tanpa membawa ponsel maupun bekal uang.
"Aku kayak lupa ingatan, berjalan tak tahu arah sehari semalam. Baru tahu kalau korban meninggal setelah tak sengaja berpapasan dengan keluarga di jalan. Keluarga lalu membujuk aku untuk menyerahkan diri," bebernya.
Didampingi pihak keluarga, Jay secara kooperatif mendatangi Mapolsek Ilir Barat 1 untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.
Tangis pria satu anak ini makin pecah saat mengutarakan permohonan maaf dan penyesalan mendalam kepada keluarga korban.
"Saya bersalah dan cuma bisa minta maaf yang sebesar-besarnya. Saya malu sekali dengan anak saya yang masih umur 5 tahun dan keluarga."
"Sampai detik ini masih tidak menyangka kejadiannya berakhir seperti ini," tutup Jay sembari mengusap air matanya.