Tangis Pilu Hendry, Adiknya Jadi Korban Ledakan Rumah Mewah di Polonia Medan
Ayu Prasandi July 21, 2026 11:27 PM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ledakan yang terjadi di Komplek Grand Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Senin (20/7/2026) kemarin meninggalkan duka mendalam.

Setelah dilakukannya evakuasi seluruh korban yang tertimpa reruntuhan bangunan rumah mewah itu, total korban mencapai tiga orang. 

Dimana, ketiganya yakni Jesika yang merupakan istri pemilik rumah ditemukan oleh tim gabungan pada Selasa (21/7/2026) dini hari sekita pukul 02.20 WIB.

Selanjutnya korban kedua yakni Ros, seorang ART di rumah tersebut yang ditemukan sekitar pukul 15.45 WIB.

Terakhir, Sinta yang merupakan babbysitter di rumah itu yang ditemukan sekitar pukul 18.00 WIB. 

Tak hanya bagi keluarga pemilik rumah, duka mendalam tentunya dirasakan betul oleh keluarga dua pekerja di rumah mewah yang porak-poranda akibat ledakan ini.

Salah satunya, Hendry yang mengaku merupakan keluarga kandung dari Sinta babbysitter di rumah itu. 

Kata Hendry, adiknya sudah berkerja di rumah tersebut selama kurang lebih enam bulan terakhir. Dimana, adiknya bekerja di sana sebagai penjaga anak atau babbysitter. 

"Adik saya si Sinta, kerja di sini jadi babbysitter sudah lebih enam bulan inilah," ujar Hendry. 

Pemuda yang mengenakan baju berwarna hitam itu, tampak terduduk di sekitar depan gerbang komplek berpagar tinggi ini.

Sesekali, terdengar suara senggugukan keluar dari bibirnya, mengingat adiknya yang sudah tak lagi terdengar kabarnya sejak kemarin sore. 

Katanya, meskipun bekerja di rumah mewah itu adiknya tetap berkomunikasi dengan lancar kepada keluarga.

Dimana, menurut pengakuannya adiknya itu selalu berkomunikasi saat jam-jam istirahat. 

"Adik saya biasanya kalau dia istirahat jam-jam 1, jam 2 dia telepon. Tapi semalam kok tiba-tiba mati HPnya. Semalam jam 2 terakhir kontekan, terus habis itu aku cek lagi jam 6, enggak aktif lagi dia," ungkapnya. 

Sambil mengingat momen terakhir berkomunikasi dengan mendiang sang adik, Hendry megaku terakhir kali telfonan dengan adiknya itu kemarin siang.

Dimana, saat itu ia berkomunikasi melalui sambungan telepon bertiga bersama sang ibu. 

"Dia telepon bareng mama dulu, kan. Terus karena aku lagi kampus, enggak ku angkat telfonnya," katanya. 

Saat itu, ia sempat menanyakan kepada sang adik melalui pesan singkat alasannya telfon sambung tiga dengan orangtuanya.

Karena tidak ada hal yang mendesak, ia mengaku tak lagi berkomunikasi dan berencana akan kembali memberi kabar adiknya saat petang. 

"Aku cek lagi kenapa dia, katanya enggak apa-apa. Terus jam 6 ku cek lagi dia, biasanya jam 3 ditelepon balik sama adikku. Habis ini enggak ada lagi diteleponnya sampai sekarang," ucapnya. 

Pria yang tinggal di kawasan Kecamatan Medan Tuntungan ini mengaku, pertama kali mendapatkan kabar terkait peristiwa ini dari aplikasi pesan singkat.

Katanya, ia melihat story pesan singkat dari kerabatnya yang menyebarkan informasi terkait peristiwa ini. 

"Baru tau tadi kejadiannya sekitar jam 1, masih santai aja tadi," katanya. 

Saat itu, karena sejak kemarin sore ia dan orangtuanya tak bisa berkomunikasi dengan sang adik ia sempat diminta mencoba menelfon sang adik.

Namun, karena tak kunjung mendapatkan jawaban ia langsung menuju ke lokasi adiknya bekerja. 

(mns/tribun-medan.com) 

 



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.