TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG – Perceraian ternyata tidak selalu menghapus rasa peduli. Demi masa depan anak-anak mereka, Ahai alias Rudi rela mengorbankan tabungannya untuk menyelamatkan mantan istrinya, Susi (34), yang menjadi korban penyekapan di Myawaddy, Myanmar.
Tanpa berpikir panjang, Rudi mentransfer uang sebesar Rp110 juta kepada pihak perekrut di Myanmar sebagai tebusan agar Susi bisa dibebaskan.
Keputusan itu bukan didasari keinginan untuk kembali bersama, melainkan rasa iba kepada perempuan yang pernah mendampinginya dan kini menjadi ibu dari anak-anak mereka.
"Saya bantu Susi demi anak-anak kami. Orang tuanya juga sudah tidak ada, jadi saya kasihan," ujar Rudi kepada TribunBatam.id, Selasa (21/7/2026).
Rudi mengaku uang tersebut dikirim langsung ke perusahaan atau perekrut yang membawa Susi bekerja ke Myanmar. Nominal itu merupakan bagian dari biaya yang diminta sebagai pengganti akomodasi, tiket pesawat, dan perjalanan menuju Myanmar.
Total uang yang diminta untuk membebaskan dua korban, yakni Susi dan Ayu, mencapai Rp220 juta atau sekitar 6.000 dolar Amerika Serikat. Namun Rudi hanya mampu menebus mantan istrinya.
"Rp110 juta itu saya bayar untuk Susi saja. Untuk Ayu saya tidak membayar. Tapi saya dengar sekarang Ayu juga sudah berhasil bebas," katanya.
Kini, kabar yang paling melegakan bagi Rudi adalah kondisi Susi yang disebut telah selamat dan sedang menjalani perawatan medis di salah satu rumah sakit di Myanmar setelah berhasil keluar dari tempat penyekapan.
Meski hubungan rumah tangga mereka telah lama berakhir, Rudi mengaku perjuangannya belum selesai. Ia masih menunggu informasi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) mengenai proses pemulangan Susi ke Tanah Air.
Bahkan, jika nantinya diperlukan biaya tambahan untuk kepulangan, Rudi kembali menyatakan kesiapannya.
"Kalau nanti sudah sampai di Thailand atau di KBRI dan butuh tiket pesawat untuk pulang ke Tanjungpinang, saya siap belikan," ucapnya.
Rudi mengaku tidak mengetahui secara pasti bagaimana awal mula Susi berangkat ke Myanmar. Sejak berpisah, komunikasi di antara keduanya memang sudah sangat jarang terjalin.
"Saya kurang tahu karena memang sudah jarang berkomunikasi dengan Susi," katanya.
Sebelumnya, video yang memperlihatkan Susi, warga Tanjungpinang, bersama Ayu, warga Kabupaten Agam, Sumatera Barat, saat diduga disekap di Kota Myawaddy, Myanmar, viral di media sosial dan menyita perhatian publik. Kini, keduanya dikabarkan telah berhasil bebas dan menunggu proses pemulangan ke Indonesia.
Kisah ini menjadi potret bahwa meski ikatan pernikahan telah berakhir, kepedulian terhadap ibu dari anak-anaknya masih mampu mengalahkan ego. Bagi Rudi, menyelamatkan Susi bukan sekadar menolong mantan istri, tetapi juga menjaga harapan dan masa depan anak-anak mereka. (TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng).