Medan (ANTARA) - Kantor Basarnas Kelas A Medan bersama tim SAR gabungan kembali mengevakuasi korban reruntuhan rumah di Kawasan Perumahan Grand Polonia Kota Medan setelah sebelumnya telah menemukan satu korban.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan Hery Marantika mengatakan korban merupakan seorang perempuan yang ditemukan dalam meninggal dunia.
"Korban terakhir berhasil ditemukan pada pukul 18.20 WIB dalam kondisi meninggal dunia di bawah timbunan material bangunan," ujar Hery Marantika di Medan, Selasa.
Hery mengatakan yang bersangkutan merupakan korban terakhir yang sebelumnya tim SAR gabungan telah mengevakuasi korban lainnya pada peristiwa naas tersebut.
Ia mengatakan tim SAR gabungan sebelumnya berhasil mengevakuasi korban pertama pada Selasa dini hari atau pukul 02.20 WIB yang juga seorang perempuan.
Lalu pada 15.40 WIB, kata dia, tim gabungan kembali mengevakuasi korban kedua yang juga merupakan seorang perempuan.
"Korban ketiga telah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan proses lebih lanjut oleh pemangku kebijakan terkait," kata dia.
Pada operasi pencarian, ia mengatakan tim SAR membagi empat tim yang dibagi masing-masing tugas dengan peralatan yang dibutuhkan.
SRU I, kata dia, tim melaksanakan pencarian dan identifikasi korban menggunakan drone thermal di sekitar lokasi kejadian.
Lalu, SRU II melakukan pencarian dan evakuasi dengan metode ASR 1 pada area yang lebih luas disertai identifikasi potensi bahaya serta pengembangan sektor pencarian.
Sedangkan SRU III melakukan pencarian cepat menggunakan metode ASR 3 dengan fokus pada struktur bangunan yang diperkirakan masih terdapat korban menggunakan peralatan ekstrikasi.
Terakhir SRU IV melakukan proses evakuasi material reruntuhan dengan dukungan alat berat berupa crane, mobil tangga pemadam kebakaran, ekskavator, serta alat pemotong besi untuk membuka akses menuju titik-titik yang diduga terdapat korban.
Berdasarkan data akhir, terdapat tujuh orang korban, empat orang berhasil selamat dan tiga orang ditemukan meninggal dunia.
Ia mengatakan keberhasilan menemukan korban terakhir merupakan hasil kerja keras seluruh unsur SAR gabungan yang bekerja tanpa henti sejak operasi dimulai.
Operasi SAR tersebut melibatkan, Brimob Polda Sumatera Utara, Dit Samapta Polda Sumatera Utara, TNI, Polri, BPBD Kota Medan, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Medan, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perhubungan, tenaga kesehatan, pemerintah setempat, PT MBS, serta unsur SAR gabungan lainnya.
"Dengan ditemukan-nya korban terakhir, seluruh target operasi telah berhasil dievakuasi sehingga Operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan ditutup," ujarnya.





