Target Swasembada Ikan dan Udang, Pembangunan 1.369 KNMP dan 40.000 Desa Ikan Jadi Fokus 
Vito July 22, 2026 12:10 AM

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan, pemerintah saat ini sedang menggenjot upaya mencapai swasembada protein, dalam hal ini sektor ikan dan udang.

Bahkan, menurut dia, pemerintah menargetkan Indonesia dalam waktu dekat bisa menjadi eksportir terbesar secara global untuk dua komoditas pangan itu.

Zulhas, sapaannya, menyatakan, target itu dicanangkan oleh pemerintah usai Indonesia disebut secara resmi telah mencapai swasembada karbohidrat, dalam hal ini komoditas beras.

"Kan soal karbohidrat sudah selesai, sukses. Nah, sekarang perintah Bapak Presiden, kita fokus, kita swasembada, bahkan ingin menjadi eksportir terbesar protein ikan, khususnya ikan, udang," katanya, usai rapat koordinasi (rakor) di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Selasa (21/7)

Ia menyebut, beragam upaya akan dilakukan pemerintah untuk bisa mencapai target tersebut. Di antaranya dengan mempercepat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dan Desa Ikan Tematik.

Setidaknya, dia menambahkan, di tahun ini sebanyak lebih dari seribu KNMP dan 40.000 desa ikan akan terbangun di seluruh wilayah pesisir dan desa di Indonesia.

"Ya, itu pekerjaan sangat besar juga. Kampung Nelayan (targetnya) 1.369. Tahun ini. Ya kalau desa tematik targetnya 40.000, tapi sampai tahun 2029," bebernya.

Ketua Umum DPP PAN itu menuturkan, program itu merupakan program yang besar, bahkan bisa menyaingi program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Dengan begitu, ia berujar, secara garis besar anggaran yang dibutuhkan untuk merealisasikan program itu juga digadang akan besar.

Hanya saja, Zulhas tidak menjabarkan lebih detail berkait dengan anggaran yang akan dikucurkan pemerintah untuk program itu.

Mantan Menteri Perdagangan itu hanya memastikan, program itu akan digenjot dan dipercepat realisisanya.

"Oleh karena itu perlu persiapan, perlu sosialisasi, perlu koordinasi antarkementerian/lembaga. Ini menyangkut Kementerian Dalam Negeri, menyangkut ESDM, menyangkut listrik, dan lain-lain sebagainya. Menyangkut lahan, menyangkut Menteri Desa," jelasnya. 

"Ini perlu dikoordinasi, sehingga ini kami kawal betul agar sukses, seperti kami mengawal program-program yang lain," sambungnya.

Peningkatan kesejahteraan

Zulhas mengungkapkan, target program itu bukan hanya peningkatan terhadap pasokan ikan dan udang secara nasional, melainkan kehidupan dan tingkat kesejahteraan para nelayan bisa meningkat dengan adanya program ini.

Setidaknya, dia menambahkan, taraf kehidupan nelayan bisa membaik dalam kurun waktu 2 tahun ke depan.

"Jadi dalam tempo 2 tahun, kalau itu bisa kita sukseskan program ini, Kampung Nelayan, maka dalam 2 tahun nilai tukar nelayan dari 103 bisa 120 lebih," tandasnya.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan (KP), Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan, pemerintah menargetkan, pembangunan dan pengoperasian KNMP mencapai 1.296 titik di seluruh wilayah Indonesia pada 2027.

"Itu kami merencangkan membangun 1.269 di seluruh wilayah Indonesia secara serentak. Titiknya sudah diidentifikasi, sudah ditemui. Karena ini sangat tematik, jadi tidak bisa massal cara bangunnya. Ini tematik disesuaikan," ucapnya, baru-baru ini.

Menurut dia, pemberdayaan nelayan untuk bisa memproduksi ikan juga akan menjadi prioritas pemerintah saat ini. Sebab, berdasarkan data yang dimiliki Kementerian KP, kebutuhan ikan untuk pangan di negeri ini ke depannya akan semakin besar.

Tak hanya itu, dia menambahkan, Indonesia juga diharapkan Trenggono akan menjadi negara penyuplai ikan bagi negara-negara lain ke depan.

"Saat ini populasi penduduk dunia diproyeksikan naik dari 8,23 miliar jiwa pada 2025 menjadi 9,7 miliar jiwa pada 2050, sehingga kebutuhan protein meningkat hingga 7-67 persen, termasuk untuk kebutuhan ikan," terangnya.

"Pada 2050, kebutuhan ikan akan semakin besar, sementara lahan pangan darat makin terbatas, karena itu sektor kelautan dan perikanan harus kita dorong sebagai sumber pangan masa depan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional," tambahnya. (Tribunnews/Rizki Sandi Saputra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.